Saya Mencoba Wsl Containers Di Windows 11, Bisakah Menggantikan Docker Di Wsl?

Jul 10, 2026 12:39 AM - 1 jam yang lalu 71

Jika kemarin kita sudah bisa Install WSL Containers di Windows 11, sekarang mari kita coba menjalankannya, apakah ini bakal lebih simpel daripada masuk ke wsl dan pakai docker seperti biasa, alias gimana lantaran jujur saya cukup penasaran mengenai teknologi baru yang tetap dikembangkan ini.

Nah sebelum kita lanjut, ada satu perihal yang mungkin kudu saya ungkapkan lantaran ketika pertama mendengar tentang WSL Containers (wslc.exe), ekspektasi saya adalah “wah, tinggal ketik perintah, container langsung jalan, tanpa ribet install Docker Desktop, tanpa konfigurasi WSL yang bikin pusing dan lainnya”

Tapi setelah mencoba, realitanya sedikit berbeda, terutama lantaran saat ini tetap belum mendukung docker-compose, sehingga perintah untuk running pun jadi cukup panjang, sebenarnya sih ini bukan masalah besar, hanya masalah kebiasaan saja, apalagi mungkin kelak Microsoft bakal meningkatkan dan menambah dukungannya.

Perbandingan Workflow

Nah sebagai perbandingan, berikut adalah workflow antara langkah lama dari Docker di WSL dan di WLSC ini via Powershell Windows 11 ketika saya menjalankan aplikasi yt-dlp modifikasi yang bisa Anda dapatkan juga disini.

Cara Lama (Docker di WSL):

# Masuk WSL dulu
wsl.exe

# Di dalam WSL
cd ~/project/yt-downloader
docker compose up -d
./run.sh "link video" alias dengan perintah manual docker compose exec yt-downloader /app/downloader.sh "URL"

Cukup dengan tiga langkah diatas project bisa melangkah dengan lancar, namun tapi kudu bolak-balik antara Windows dan WSL, ribet? tidak juga, tapi memang bakal lebih bagus jika bisa lebih disederhanakan, dan disinilah wslc.exe ini bekerja.

Cara Baru (WSL Containers):

Sekarang cukup jalankan perintah ini saja di berkas project dari Poweshell di Windows 11.

# Langsung dari PowerShell wslc build -t yt-downloader . wslc run -d --name yt-downloader ... (perintah panjang) wslc exec yt-downloader /app/downloader.sh "URL"

Nah diatas bisa dilihat bahwa proses build melangkah dengan normal. Hanya saja lantaran belum mendukung docker-compose.yml, maka menjalankan project ini kudu dengan perintah yang panjang, dalam kasus saya perintahnya jadi ini :

wslc run -d --name yt-downloader -v ./downloads:/app/downloads -v ./data/logs:/app/.yt-dlp-logs -v ./data/config:/app/.yt-dlp-config -e USERNAME=appuser -e USER_UID=1000 -e USER_GID=1000 -e VIDEO_DIR=/app/downloads/Videos -e MUSIC_DIR=/app/downloads/Music -e HOME=/app yt-downloader

Hasilnya sih sama saja, dimana container bisa melangkah dengan normal sama seperti di wsl.

Untuk proses download video dari project ini pun pada dasarnya sih sama saja, namun jika di wsl saya biasa menggunakan script run.sh, disini kudu pakai langkah manual yang sama seperti perintah :

docker compose exec yt-downloader /app/downloader.sh "URL"

Yaitu di WSL Container, saya kudu menggunakan perintah :

wslc exec yt-downloader /app/downloader.sh "link video"

Umumnya perintahnya mirip mirip dan memang kudu sedikit membiasakan diri, dan jika ditanya praktis yang mana, setelah coba beberapa kali, menurut saya jawabannya tetap tergantung kebutuhan.

Lalu Lebih Praktis yang Mana?

Kalau Anda hanya mau menjalankan satu container sederhana, misalnya untuk testing aplikasi, mencoba image baru, alias sekadar menjalankan web server kecil, pengalaman menggunakan wslc.exe sebenarnya cukup menyenangkan.

Semua perintah dapat dijalankan langsung dari PowerShell Windows tanpa perlu masuk ke lingkungan WSL terlebih dahulu.

Namun ceritanya bakal berbeda jika project yang Anda miliki sudah menggunakan docker-compose.yml.

Karena saat tulisan ini dibuat WSL Containers tetap belum mendukung Docker Compose, maka seluruh konfigurasi yang sebelumnya sudah rapi di dalam file compose kudu ditulis ulang menjadi parameter wslc run.

Akibatnya, perintah yang awalnya cukup satu baris seperti:

docker compose up -d

berubah menjadi sederet parameter yang cukup panjang, mulai dari mount volume, environment variable, hingga nama container seperti yang dijelaskan diatas.

Performanya Bagaimana?

Dari sisi performa sih saya tidak menemukan perbedaan signifikan, proses build image melangkah normal, container juga dapat dijalankan tanpa kendala.

Begitu juga proses download menggunakan yt-dlp, hasilnya sama saja dengan ketika dijalankan menggunakan Docker di WSL, artinya, dari sisi engine container sebenarnya tidak ada masalah berfaedah dan yang berubah hanyalah langkah kita berinteraksi dengan container tersebut saja.

Yah intinya sih kudu ada pembiasaan dan uji coba lebih dalam, lantaran sejauh ini saya pakai, WSL Container ini cukup bagus juga.

Masih Preview

Tapi perlu diingat kembali, saat ini WSL Container tetap berstatus preview dan bahkan public previewnya saja belum berumur 1 bulan, jadi mungkin Anda bakal mendapati bug, perihal yang tidak jalan dan lainnya dan itu wajar.

Dan jika ditanya, apakah WSL Containers sudah bisa menggantikan Docker di WSL? Untuk saat ini menurut saya jawabannya tetap belum. Bukan lantaran performanya kurang baik, justru pengalamannya cukup memuaskan untuk menjalankan container sederhana langsung dari PowerShell Windows.

Namun mengingat fitur ini tetap berstatus preview dan baru dikembangkan Microsoft, saya cukup optimistis WSL Containers bakal menjadi pengganti yang sangat menarik di masa depan, selain itu jika support Docker Compose dan fitur-fitur krusial lainnya mulai ditambahkan, bukan tidak mungkin inilah yang bakal menjadi langkah standar menjalankan container di Windows 11.

Nah gimana menurutmu? Apakah Anda tertarik beranjak ke WSL Containers, alias tetap memilih workflow Docker di WSL yang saat ini sudah jauh lebih matang? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya guys.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya