Sejak dahulu, tanaman jarak dikenal mempunyai manfaat. Mulai dari daun jarak hingga bijinya yang bisa menghasilkan minyak. Tanaman jarak yang dipakai untuk pengobatan ada dua jenis, Jathropa curcas (jarak pagar) dan Ricinus communis (jarak/castor.)
Untuk jarak pagar, biasanya dimanfaatkan daunnya, sementara jarak/castor dimanfaatkan bijinya untuk menjadi minyak. Namun manfaatnya secara umum sama lho, Bunda, ialah sebagai obat antibakteri dan mengatasi masalah kulit.
Minyak jarak diproduksi dengan langkah mengekstrak risinolein yang terkandung dalam biji tanaman jarak. Biji-biji ini mengandung sekitar 60 persen minyak nabati, Bunda.
Tanaman jarak mengandung protein risin dan berkarakter beracun, sehingga minyak jarak baru bisa diperoleh setelah biji tersebut melalui proses pengolahan. Warna utama minyak jarak adalah kuning.
Minyak ini dapat digunakan untuk beragam tujuan medis maupun terapeutik. Minyak jarak mengandung masam lemak tak jenuh dalam jumlah tinggi. Salah satu masam lemak yang utamanya terkandung dalam minyak jarak adalah masam risinoleat. Kandungan masam risinoleat dalam minyak jarak menjadikannya sangat bermanfaat, lantaran memberikan sifat anti-inflamasi, antijamur, dan antibakteri.
Dikutip dari What to Expect, minyak jarak adalah ramuan yang cukup kental dan berasa tidak enak, yang telah digunakan oleh para wanita selama ribuan tahun dengan angan dapat mempercepat proses kelahiran bayi. Minyak jarak merupakan metode tradisional yang dipercaya dapat memicu persalinan.
Namun, khasiatnya ini dibantah oleh beberapa penelitian yang apalagi menyebabkannya pengaruh samping yang kurang baik pada ibu hamil, seperti diare. Lantas, gimana dengan bayi?
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan minyak jarak pada bayi sangat rawan dan kudu dihindari sepenuhnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian minyak jarak secara oral kepada bayi baru lahir dalam dua hingga tiga hari pertama kehidupannya dapat memicu ileus paralitik dan pneumonia aspirasi.
Selain itu, konsumsi minyak jarak secara oral juga dapat menyebabkan hipoalbuminemia dan malnutrisi pada bayi. Beberapa orang tua menggunakan minyak jarak ini pada bayi mereka hanya sebatas pada kulit.
Ada beberapa kegunaan tanaman jarak untuk bayi menurut FirstCry Parenting. Berikut manfaatnya!
1. Atasi kulit kering
Minyak jarak adalah solusi yang sangat baik untuk mengatasi kulit kering pada bayi. Minyak ini berfaedah sebagai pelembap yang efektif dan membantu menjaga kulit bayi tetap lembut serta kenyal. Minyak jarak merupakan humektan yang baik. Memijat tubuh dengan minyak jarak membantu kulit mempertahankan kelembapan dan mencegah hilangnya panas tubuh.
2. Bantu redakan sakit perut
Minyak jarak mempunyai sifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri. Oleh lantaran itu, mengoleskannya pada area perut dapat membantu meredakan sakit perut.
3. Bantu atasi masalah kulit seperti ruam popok
Berkat faedah antimikrobanya, minyak ini secara keseluruhan membantu mengurangi masalah kulit seperti kulit mengelupas, ruam popok disebabkan oleh iritasi kulit akibat kandungan amonia dalam urine. Minyak jarak membantu mengurangi kerusakan kulit ini sekaligus melembapkannya, sehingga kulit tetap sehat dan bebas ruam.
Minyak ini juga dapat mengatasi masalah kulit seperti eksim, yang umum terjadi pada bayi. Mengoleskan minyak jarak pada kulit bayi juga dapat meredakan kulit terbakar sinar mentari (sunburn).
4. Kondisioner rambut alami
Minyak jarak juga berfaedah sebagai kondisioner rambut alami. Minyak ini menutrisi batang rambut dan membuatnya lebih lentur, sehingga membantu mengurangi rambut patah dan rontok.
5. Memijat bayi
Minyak jarak sangat cocok digunakan untuk memijat lantaran dapat meredakan nyeri otot. Bungkus bungkusan minyak dengan plastik sebelum menggunakannya untuk memijat. Selain itu, pastikan bayi tidak bermain dengan plastik tersebut lantaran dapat menimbulkan akibat tersedak.
Potensi akibat yang didapat dari minyak jarak
Meskipun orang tua mungkin hanya menggunakannya untuk pijat bayi yang menenangkan alias untuk mengatasi kerak kepala (cradle cap), dikutip dari laman Dev Chilren Hospital, minyak jarak mempunyai akibat tersendiri jika digunakan pada kulit:
- Penyerapan kulit & toksisitas: Lapisan pelindung kulit bayi baru lahir belum terbentuk sempurna hingga mereka berumur beberapa bulan. Bayi menyerap bahan kimia dan minyak yang kental jauh lebih sigap dibandingkan orang dewasa. Menerapkan praktik perawatan bayi baru lahir yang tepat di rumah dapat membantu melindungi kulit sensitif bayi dan mengurangi akibat iritasi.
- Tertelan secara tidak sengaja: Bayi sering memasukkan tangan dan kaki mereka ke dalam mulut. Jika memijat bayi dengan minyak jarak, mereka bisa dengan mudah menelannya saat menghisap jari-jari mereka.
- Iritasi mata dan saluran pernapasan: Minyak jarak secara alami mempunyai tekstur yang kental dan lengket. Jika minyak ini tidak sengaja mengenai mata bayi alias area di dekat lubang hidung mereka yang kecil, minyak tersebut dapat menyumbat pori-pori, menyebabkan konjungtivitis yang menyakitkan, alias tidak sengaja terhirup ke dalam paru-paru dan menyebabkan pneumonia lipid.
Jadi, jika mau menggunakan minyak jarak untuk bayi alias anak-anak, lebih baik konsultasikan dengan master anak dulu ya, Bunda.
(rap/rap)