Seberapa Besar Kemungkinan Anak Lahir Lebih Mirip Ayah daripada Ibu?

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 505x dilihat
Seberapa Besar Kemungkinan Anak Lahir Lebih Mirip Ayah daripada Ibu?

Jakarta -

Pernah enggak, Bunda memandang bayi yang baru lahir lampau langsung berpikir, “Wah, ini Ayahnya banget!” Mulai dari corak hidung, mata, sampai ekspresi wajah, kemiripan anak dengan Ayah memang sering bikin family gemas.

Tapi sebenarnya, seberapa besar kemungkinan anak lahir lebih mirip Ayah daripada Bunda? Apakah ada aspek genetik yang membikin wajah anak condong mengikuti Ayah?

Anak lebih mirip Ayah, apakah memang lebih sering terjadi?

Secara genetik, bayi mendapatkan 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari Ayah, sehingga totalnya menjadi 46 kromosom. Artinya, secara umum kontribusi genetik dari kedua orang tua sama-sama besar.


Gen yang diwariskan tersebut kemudian memengaruhi beragam karakter fisik, seperti warna mata, rambut, corak tubuh, hingga sejumlah karakter wajah. Karena kombinasi gen yang diwariskan sangat beragam, tidak ada langkah sederhana untuk memastikan seorang anak bakal lebih mirip Ayah alias ibu.

Dikutip dari Healthline menjelaskan bahwa bayi bisa menyerupai salah satu orang tua, tetapi sering kali penampilannya merupakan kombinasi dari karakter Ayah, Bunda, dan personil family dari generasi sebelumnya. Jadi, jika Si Kecil terlihat seperti 'fotokopian' Ayah, bukan berfaedah dia mendapatkan lebih banyak gen dari Ayah.

Kenapa banyak orang menganggap bayi lebih mirip Ayah?

Menariknya, ada penelitian yang memang menemukan kecenderungan orang menilai bayi lebih mirip Ayah.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada 1995, Nicholas J. S. Christenfeld dan Emily A. Hill meneliti persepsi kemiripan bayi dengan orang tua. Studi tersebut dikenal dengan titel Whose Baby Are You? Namun, temuan tersebut tidak bisa diartikan bahwa bayi secara biologis betul-betul lebih mirip Ayah.

Salah satu penjelasan yang pernah diajukan adalah kemungkinan adanya aspek evolusioner. Kemiripan bayi dengan Ayah secara persepsi mungkin dulu membantu meningkatkan kepercayaan Ayah terhadap hubungan biologisnya dengan bayi dan mendorong keterlibatan dalam keluarga.

Jadi, ada perbedaan antara bayi dianggap lebih mirip Ayah dan bayi secara genetik lebih banyak mewarisi karakter dari Ayah.

Gen Ayah tidak otomatis lebih dominan

Bunda mungkin pernah mendengar dugaan bahwa gen Ayah lebih kuat sehingga anak lebih sering mirip Ayah. Padahal, dugaan tersebut kurang tepat. Istilah dominan dan resesif dalam genetika tidak berfaedah gen tersebut lebih kuat secara keseluruhan alias membikin anak otomatis lebih mirip salah satu orang tua. Apalagi, banyak karakter manusia rupanya merupakan sifat kompleks yang dipengaruhi oleh banyak ragam gen sekaligus.

Penelitian dalam Nature Genetics yang melibatkan 8.246 orang menemukan 203 sinyal genetik yang berasosiasi dengan ragam corak wajah manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa corak wajah merupakan karakter kompleks yang dipengaruhi oleh banyak aspek genetik.

Penelitian lain dalam Nature Genetics juga menemukan sejumlah lokus genetik yang berangkaian dengan corak wajah, semakin menunjukkan bahwa wajah manusia tidak ditentukan oleh satu alias dua gen saja.

Anak bisa mirip kakek alias nenek

Nah, ini yang sering bikin family terkejut. Si mini tidak kudu hanya mirip Ayah alias ibu. Ada kemungkinan beberapa karakter fisiknya justru mengingatkan Bunda pada kakek, nenek, alias personil family lainnya.

Dikutip dari Healthline, beberapa sifat dapat muncul kembali setelah melewati satu alias apalagi dua generasi. Karena itu, jangan heran jika ada yang bilang, “Ini kok mirip neneknya waktu muda?”

Kombinasi gen yang diterima anak memang sangat beragam. Inilah yang membikin kakak dan adik dari orang tua yang sama pun bisa mempunyai penampilan yang berbeda.

Apakah bisa diprediksi anak bakal mirip siapa?

Bunda mungkin bisa membikin tebakan berasas karakter keluarga. Misalnya, memandang warna rambut, warna mata, corak wajah, tinggi badan, alias karakter bentuk lain yang banyak muncul dalam keluarga. Namun, prediksinya tidak bisa dijamin akurat.

Healthline menjelaskan bahwa banyaknya kemungkinan kombinasi gen membikin penampilan bayi susah diprediksi secara tepat sebelum lahir. Bahkan, karakter tertentu dapat berubah seiring pertumbuhan. Warna dan tekstur rambut, misalnya, bisa mengalami perubahan ketika anak semakin besar.

Berapa persen kemungkinan anak lebih mirip Ayah?

Tidak ada persentase pasti yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan ini. Anak tidak mempunyai kesempatan tertentu untuk lebih mirip Ayah dibanding ibu hanya lantaran jenis kelamin, urutan kelahiran, alias dugaan bahwa gen Ayah lebih dominan.

Secara genetik, anak mendapatkan satu set kromosom dari setiap orang tua. Setelah itu, kombinasi gen yang diwariskan bakal menghasilkan karakter bentuk yang unik. Jadi, jika bayi Bunda lahir dengan wajah yang sangat mirip Ayah, itu merupakan hasil dari kombinasi gen yang kebetulan menghasilkan karakter tersebut.

Begitu juga jika Si Kecil lebih mirip ibu. Atau malah punya mata ibu, hidung Ayah, senyum nenek, dan corak wajah kakeknya. Pada akhirnya, tidak ada patokan bahwa anak kudu lebih mirip Ayah alias ibu. Setiap anak membawa kombinasi gen yang unik dan menjadi perpaduan menarik dari keluarganya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan