Separuh Lingkaran Pertemanan Bisa Berganti dalam 7 Tahun Menurut Studi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 36x dilihat
Separuh Lingkaran Pertemanan Bisa Berganti dalam 7 Tahun Menurut Studi

Bagikan Postingan

Jakarta -

Tahukah Bunda? Lingkaran pertemanan bisa mengalami fluktuasi seiring bertambahnya usia dan berjalannya waktu.

Orang-orang yang dahulu dekat belum tentu terus datang dalam hayat kita, sementara sosok baru bisa datang dan mengisi ruang tersebut tanpa disadari.

Menariknya, sebuah studi sosial menemukan bahwa sekitar separuh kawan dekat seseorang dapat berganti dalam kurun waktu tujuh tahun.


Meski begitu, jumlah orang dalam lingkaran sosial cenderung statis sama karena kedatangan kawan baru menggantikan mereka yang mulai menjauh.

Perubahan ini memberitahu bahwa pertemanan tidak selalu bertetap selamanya. Lantas, apa yang membikin lingkaran pertemanan seseorang berubah seiring waktu? Yuk, simak klarifikasi selengkapnya berikut ini.

Studi ungkap separuh lingkaran pertemanan berganti dalam 7 tahun

Dilansir LIVESCIENCE, banyak orang mungkin merasa memiliki kendali penuh untuk memilih siapa yang menjadi kawan mereka. Namun, hubungan pertemanan juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan situasi saat seseorang berjumpa dengan orang lain.

Sosiolog Gerald Mollenhorst dari Utrecht University, Belanda, tertarik meneliti seberapa besar lingkaran pertemanan sosial dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan pilihan pribadi.

Ia berbuat survei terhadap 1.007 orang berumur 18-65 tahun, kemudian menghubungi mereka balik tujuh tahun setelahnya. Dari himpunan mula tersebut, sebanyak 64 orang balik mengikuti wawancara.

Dalam survei itu, para peserta ditanya tentang orang-orang yang menjadi tempat mereka berbagi masalah pribadi, pihak yang membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, hingga orang yang biasa mereka kunjungi.

Mereka juga ditanya di mana pertama kali mengenal orang-orang tersebut dan di mana mereka biasanya berjumpa saat ini.

Hasil riset memberitahu bahwa ukuran lingkaran pertemanan seseorang cenderung stabil, tetapi banyak anggotanya telah berganti.

Sekitar 30 persen orang yang menjadi kawan berbagi cerita maupun membantu urusan praktis statis menempati posisi yang sama dalam lingkaran sosial responden setelah tujuh tahun. Sementara itu, cuma 48 persen personel lingkaran pertemanan mula yang statis bertahan.

Temuan ini berbeda dengan riset sebelumnya yang memberitahu bahwa jumlah orang dalam jaringan sosial seseorang cenderung menyusut.

Mollenhorst juga menemukan bahwa pertemanan tidak terbentuk cuma berdasarkan pilihan pribadi. Kesempatan untuk berjumpa dengan orang lain turut menentukan siapa yang akhirnya menjadi kawan kita, Bunda.

Seseorang cenderung menjalin pertemanan dengan orang-orang yang ditemui dalam lingkungan yang sama dengan tempat mereka sebelumnya mendapatkan teman. Selain itu, kemungkinan teman-teman kita saling mengenal juga sangat dipengaruhi oleh situasi dan lingkungan tempat mereka bertemu.

Penyebab lingkaran pertemanan berganti

Dilansir Psychology Today, berikut beberapa penyebab lingkaran pertemanan mungkin berganti seiring waktu:

  • Prioritas hidup berubah: Pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab pribadi membikin waktu untuk berjumpa kawan semakin terbatas.
  • Kesempatan berjumpa orang baru berkurang: Tidak seperti saat sekolah, orang dewasa perlu lebih aktif mencari kesempatan untuk bersosialisasi.
  • Lebih selektif memilih teman: Kecocokan harga hidup, minat, dan kepercayaan menjadi penilaian krusial dalam menjalin hubungan.
  • Pengalaman buruk di masa lalu: Pernah dikecewakan maupun dikhianati membikin seseorang lebih berjaga-jaga membangun pertemanan baru.
  • Kurang terbuka terhadap lingkungan baru: Terlalu betah dengan rutinitas sendiri dapat membikin seseorang enggan mencoba pengalaman maupun berkenalan dengan orang berbeda.

Nah, itulah klarifikasi tentang studi yang ungkap lingkaran pertemanan bisa berganti dalam 7 tahun. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads