Jakarta -
Wafatnya Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peristiwa dalam sejarah Islam yang hingga kini dikenang umat Muslim. Berbagai kisah tentang hari-hari terakhir Rasulullah pun statis menarik untuk diketahui.
Salah satunya mengenai pelaksanaan salat jenazah setelah Rasulullah SAW wafat. Banyak yang mungkin statis bertanya-tanya, siapa yang menjadi imam dalam salat jenazah Nabi Muhammad SAW.
Hal ini karena menjadi imam salat jenazah Rasulullah tentu dipandang sebagai kehormatan yang sangat besar, Bunda.
Nabi Muhammad SAW wafat di usia 63 tahun
Melansir dari detikcom, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin, 12 Rabiulawal tahun 11 Hijriah dalam usia 63 tahun. Keterangan ini disebutkan dalam buku Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulun.
Sementara itu, Imam At-Tirmidzi dalam Asy Syamail Al Muhammadiyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW wafat pada hari Senin. Jenazahnya kemudian disemayamkan hingga malam Selasa dan baru dimakamkan pada malam harinya.
Para sahabat segera mengurus beragam keperluan umat Islam, termasuk bahasan mengenai calon khalifah. Di sisi lain, famili Rasulullah SAW fokus mempersiapkan jenazah beliau untuk dimandikan, dikafani, hingga dimakamkan.
Beberapa famili dan kerabat Rasulullah SAW eksis di sekitar jasadnya, di antaranya Ali bin Abi Thalib, Al-Abbas bin Abdul Muthtalib, Al-Fadhl bin Al-Abbas, serta sejumlah personel Bani Hasyim.
Ali bin Abi Thalib memandikan jenazah Rasulullah SAW
Dalam buku Muhammad The Messenger: Periode Futuh Mekah karya Samih Athf Az-Zain, disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib memandikan jenazah Rasulullah SAW.
Ali bin Abi Thalib juga mengutarakan bahwa Rasulullah SAW telah beramanat agar dirinya yang memandikan jasad beliau.
Dalam proses tersebut, Al-Fadhl bin Al-Abbas dan Usamah bin Zaid membantu menuangkan air dari balik tirai. Setelah selesai dimandikan, jenazah Rasulullah SAW kemudian dikafani.
Lalu, Ali berbuat salat jenazah Rasulullah SAW seorang diri. Sementara itu, kaum Muslimin statis membicarakan siapa yang akan menjadi imam salat jenazah Rasulullah SAW serta tempat beliau akan dimakamkan.
Siapa imam salat jenazah Nabi Muhammad SAW?
Ternyata, tidak ada satu orang pun yang ditunjuk sebagai imam dalam salat jenazah Rasulullah SAW. Setelah menyalatkan beliau, Ali bin Abi Thalib keluar dan menerangkan bahwa Rasulullah SAW merupakan imam bagi umat Islam semasa hidup maupun setelah wafat.
Oleh karena itu, umat Muslim diminta masuk secara bergantian untuk berbuat salat jenazah Rasulullah SAW.
Kelompok Muhajirin mendapatkan giliran terlebih dahulu, kemudian kaum Anshar, disusul kaum perempuan dan anak-anak.
Dengan demikian, salat jenazah Rasulullah SAW dilakukan secara bergantian dan tanpa imam. Setiap himpunan masuk untuk menyalatkan Rasulullah secara bergantian hingga seluruh umat Muslim yang datang mendapatkan kesempatan.
Setelah urusan pengangkatan khalifah selesai, Abu Bakar juga datang untuk menyalatkan jenazah Rasulullah SAW. Ia menyampaikan salam serta kesaksiannya atas kenabian dan kerasulan Muhammad SAW. Para Muslimin yang datang pun mengaminkan doa tersebut.
Jenazah Rasulullah SAW kemudian statis eksis di tempatnya hingga waktu Zuhur pada Selasa, 13 Rabiulawal tahun 11 Hijriah. Setelah itu, famili dan para sahabat melanjutkan proses pemakaman beliau di bilik tempat Rasulullah SAW wafat.
Nah, itulah klarifikasi tentang siapa imam salat jenazah Nabi Muhammad SAW yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)