Stres menjadi salah satu kondisi yang kudu dihindari oleh para ibu hamil. Pasalnya, stres selama mengandung dipercaya dapat memengaruhi metabolisme Bunda, yang berkedudukan krusial dalam mengatur kadar gula darah, lemak, dan daya selama kehamilan.
Metabolisme yang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di kandungan, lho. Pada tubuh ibu mengandung yang sehat, metabolisme anak juga bakal sehat dan bisa melindungi anak dari beragam masalah kesehatan di kemudian hari.
Nah, untuk mendapatkan metabolisme yang baik, biasanya ibu mengandung memilih untuk berolahraga. Namun, jika olahraga disertai dengan tingkat stres yang tinggi, maka faedah kesehatan yang diperoleh pun tidak bakal optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal The FASEB Journal. Penelitian ini menemukan bahwa stres yang dialami ibu selama kehamilan dapat mengurangi efektivitas dan akibat positif dari olahraga alias kegiatan bentuk lainnya.
Penelitian ini juga mengungkap argumen di kembali kenapa stres selama mengandung dianggap tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin di kandungannya. Hasilnya, ditemukan bahwa stres dapat memengaruhi langkah kerja hormon dalam tubuh, terutama hormon kortikosteroid.
Hormon kortikosteroid mempunyai peran krusial dalam mengelola energi, respons terhadap stres, serta beragam kondisi fisiologis lainnya. Ketika kadar hormon ini berubah lantaran stres yang tinggi, dampaknya dapat dirasakan oleh janin yang sedang berkembang, Bunda.
Melansir dari Medical Xpress, salah satu bagian tubuh yang terdampak adalah jaringan lemak coklat pada bayi. Berbeda dengan lemak putih yang berfaedah untuk menyimpan energi, lemak coklat justru membantu membakar daya untuk menghasilkan panas.
Tentunya, kegunaan ini sangat krusial dalam mengelola daya tubuh yang berangkaian dengan metabolisme. Nah, ketika Bunda mengalami stres selama hamil, maka kegunaan lemak coklat ini dapat terganggu sehingga faedah yang didapat tidak maksimal.
Pentingnya kesehatan mental dan emosional bagi ibu hamil
Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan bentuk dan kondisi emosional ibu selama mengandung mempunyai hubungan yang erat. Keduanya saling bekerjasama untuk menciptakan metabolisme yang sehat, baik pada ibu maupun anak.
Dengan metabolisme yang sehat, ibu mengandung bakal mendapatkan faedah optimal dari beragam kegiatan bentuk alias olahraga yang dilakukan. Selain itu, kondisi ini bisa mengurangi akibat komplikasi kehamilan, serta mendukung kesehatan mental ibu.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi emosional ibu, seperti stres, dapat memengaruhi faedah olahraga selama kehamilan. Karena itu, aspek ini krusial untuk dipertimbangkan dalam mendukung perkembangan kesehatan anak,” kata para penulis yang dikutip dari laman EurekAlert.
Demikian gimana stres selama mengandung dapat memengaruhi metabolisme ibu dan janin di kandungannya. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·