Jakarta -
Usai melahirkan, sisa-sisa kenaikan berat badan saat mengandung belum sepenuhnya menghilang ya, Bunda. Nah, katanya dalam sebuah studi, menyusui bantu cegah kenaikan BB Bunda saat masuki usia paruh baya.
Ya, faedah menyusui memang tak diragukan lagi ya, Bunda. Selain mempunyai faedah besar untuk bayi lewat nutrisi emas dalam ASI, menyusui juga memberikan faedah lainnya bagi Bunda yang menyusui.
Bagi ibu menyusui, kegiatan mengASIhi rupanya justru membantu penurunan berat badan lho, Bunda. Tentu saja, perihal ini menjadi penyemangat bagi para ibu untuk terus mengASIhi bayi mereka.
Menyusui dan berat badan Bunda
Memang, tak sedikit juga yang justru mengalami penambahan berat badan usai melahirkan. Kondisi capek menyusui terkadang membikin mood kacau dan pelarian busui dengan mengonsumsi beragam makanan untuk membangkitkan mood mereka. Alhasil, berat badan justru terdongkrak naik.
Meski demikian, Bunda tidak perlu cemas lantaran menyusui bisa membantu memangkas kelebihan berat badan tersebut. Menurut sebuah studi baru menyusui tidak hanya memengaruhi berat badan saat menyusui tetapi para wanita rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kg lebih sedikit di kemudian hari jika mereka menyusui setidaknya selama tiga bulan.
Beberapa studi di masa lampau telah meneliti gimana berat badan ibu berkembang pada tahun pertama alias kedua setelah melahirkan, tergantung pada apakah dia menyusui alias tidak.
Para peneliti di The University of Oslo sekarang juga telah meneliti apa yang terjadi pada berat badannya dalam jangka panjang, apalagi hingga 50 tahun setelah ibu tersebut berakhir menyusui. Nantinya, mereka bakal menggunakan temuan ini dalam penelitian lebih lanjut tentang akibat penyakit kardiovaskular pada ibu.
Temuannya pun jelas. Bagi banyak perempuan, menyusui setiap anak setidaknya selama tiga bulan mempunyai pengaruh positif jangka panjang pada berat badan seperti dikutip dari laman Medical Express.
Para peneliti menggunakan informasi dari The Women and Health Study yang melibatkan lebih dari 170 wanita di Norwegia. Studi tersebut baru-baru ini diterbitkan di the American Journal of Clinical Nutrition.
Dalam temuannya, para peneliti menemukan perbedaan terbesar di antara mereka yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas saat dewasa muda, ialah sebelum kehamilan.
"Kami membandingkan wanita dalam golongan ini yang mempunyai kesamaan dalam perihal tingkat pendidikan, kegiatan fisik, dan kebiasaan merokok. Kemudian kami menemukan bahwa mereka yang menyusui selama tiga hingga 15 bulan rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih sedikit dari usia dewasa muda hingga usia paruh baya, dibandingkan dengan mereka yang hanya sedikit menyusui," kata kandidat PhD Thorbjørn Brun Skammelsrud, yang sedang menempuh studi doktoralnya di Departemen Nutrisi, Institute of Basic Medical Sciences di The University of Oslo.
Dalam temuan tersebut, untuk wanita dengan berat badan normal, perbedaannya hingga 3 kg. Sementara, bagi mereka yang mempunyai berat badan normal saat dewasa muda, perbedaannya ialah hingga 3 kg jika mereka menyusui selama 3-15 bulan. Dan, bagi wanita yang sebelumnya kekurangan berat badan, menyusui hanya sedikit berpengaruh pada berat badan selanjutnya.
Skammelsrud menjelaskan bahwa sejauh mana menyusui memengaruhi berat badan bakal bervariasi dari satu wanita ke wanita lainnya.
"Menyusui meningkatkan pengeluaran energi, jadi secara teori menyusui semestinya berkontribusi pada penurunan berat badan. Tetapi justru lantaran pengeluaran daya meningkat, beberapa wanita juga bakal mengalami peningkatan nafsu makan saat menyusui," katanya.
Efek positif menyusui bagi kesehatan Bunda
Para wanita yang berperan-serta dalam penelitian ini mempunyai anak sejak tahun 1940-an. Dalam studinya, ditemukan bahwa hubungan antara menyusui dan berat badan yang lebih rendah paling jelas terlihat pada wanita yang mempunyai anak setelah tahun 1980. Selain itu, perempuan-perempuan ini lebih mewakili ibu-ibu masa sekarang dalam perihal pola menyusui dan diet.
Dalam pedoman Norwegia umumnya direkomendasikan agar para ibu menyusui sebagian selama satu tahun alias lebih jika ibu dan bayinya merasa nyaman. Skammelsrud menunjukkan bahwa wanita di Norwegia menyusui lebih lama dibandingkan dengan banyak negara lain.
“Hal ini positif bagi kesehatan masyarakat. Pada saat yang sama, penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa wanita mungkin memerlukan tindak lanjut tambahan setelah melahirkan, terutama mereka yang kelebihan berat badan alias obesitas,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam penelitian tersebut, terlihat bahwa menyusui setidaknya selama tiga bulan mempunyai pengaruh positif pada berat badan wanita di kemudian hari.
"Karena itu, krusial untuk memfasilitasi pemberian ASI, dan agar wanita yang mau menyusui diberikan support yang berkualitas,” kata peneliti tersebut.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·