Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

Jun 16, 2026 08:00 PM - 1 bulan yang lalu 51459

Dampak mikroplastik terhadap kesehatan sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan. Belakangan, para intelektual menemukan unsur rawan ini di dalam rahim wanita hingga bayi yang belum lahir, Bunda.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), mikroplastik merupakan bagian plastik apa pun yang lebarnya antara 1 nanometer dan 5 milimeter. Sebagian besar mikroplastik berasal dari pembungkus plastik, wadah makanan, busana poliester, ban, cat, dan rumput sintetis. Ini dikenal sebagai mikroplastik sekunder. Mikroplastik juga dapat mengkontaminasi makanan.

Dilansir laman Tanea, para mahir menunjukkan bahwa memanaskan makanan dalam bungkusan plastik, terutama di dalam oven microwave, merupakan sumber kekhawatiran utama dari paparan mikroplastik. Praktik-praktik seperti memanaskan makanan dalam wadah plastik di dalam microwave, menggunakan balut plastik saat memanaskan, alias menghangatkan susu formula bayi dalam botol plastik juga dapat meningkatkan pelepasan mikroplastik dan bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA) ke dalam makanan.


Namun, bungkusan makanan hanyalah sebagian dari masalah. Seiring waktu, benda-benda plastik yang lebih besar bakal terurai menjadi partikel mikroskopis yang dikonsumsi oleh ikan, kerang, dan biota laut lainnya. Mikroplastik ini kemudian masuk ke dalam rantai makanan dan sampai ke piring makan manusia.

Penelitian telah mendeteksi mikroplastik dalam makanan laut, garam laut, air minum, dan apalagi hasil pertanian segar. Menurut studi yang dipublikasikan di Environmental Science pada Agustus 2020, ada sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam beragam jenis buah dan sayuran. Sementara di jurnal Environmental Research, para intelektual menemukan nyaris 90 persen protein yang diteliti mengandung mikroplastik.

Para peneliti memperingatkan bahwa orang mungkin menelan ribuan partikel plastik setiap tahunnya hanya melalui makanan dan minuman, serta menghirup mikroplastik yang ada di udara di rumah, tempat kerja, dan lingkungan perkotaan.

Penelitian awal telah mengaitkan paparan mikroplastik dengan peradangan, gangguan hormonal, masalah reproduksi, dan potensi akibat kardiovaskular. Penemuan mikroplastik dalam darah manusia, paru-paru, plasenta, dan bayi yang belum lahir juga telah meningkatkan seruan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Studi tentang temuan mikrolastik di plasenta

Temuan mikropastik di plasenta telah diteliti dan dipublikasikan dalam jurnal Cureus tahun 2024. Hasil studi mengonfirmasi keberadaan mikroplastik dengan beragam ukuran (2,1 hingga 100 mikrometer) di plasenta dan tubuh janin. Studi-studi tersebut mengungkapkan hubungan antara pilihan style hidup dan keberadaan mikroplastik di plasenta.

Para peneliti juga melaporkan hubungan antara tingkat mikroplastik dan berkurangnya keanekaragaman mikrobioma, penurunan berat badan lahir, usia kehamilan yang terpengaruh, serta pertumbuhan dan perkembangan janin.

Sementara itu, dalam ulasan di jurnal Ecotoxicology and Environmental Safety pada tahun 2025, dijelaskan bahwa paparan mikroplastik plasenta dikaitkan dengan perubahan kadar hormon janin, menunjukkan potensi gangguan endokrin.

Tips menghindari paparan mikroplastik selama program mengandung dan kehamilan

Paparan mikroplastik sebenarnya dapat dihindari untuk menekan akibat masalah kesehatan selama kehamilan. Berikut beberapa tips menghindari mikroplastik, melansir dari laman Harvard Chan School:

1. Waspadai plastik dalam makanan dan minuman

  • Gunakan botol dan wadah kaca alias baja tahan karat yang dapat digunakan kembali jika memungkinkan.
  • Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik di dalam microwave. Pindahkan sisa makanan ke wadah kaca alias keramik sebagai gantinya.

2. Perhatikan apa yang Bunda pakai untuk merawat kulit

  • Periksa label pada kosmetik dan produk perawatan pribadi, dan pilih merek yang sebisa mungkin menghindari penambahan mikroplastik.

3. Perhatikan mempunyai kain busana dan langkah mencucinya

  • Jika memungkinkan, cuci busana sintetis lebih jarang. Bila mau mencuci, Bunda sebaiknya menggunakan suhu air yang lebih dingin.
  • Jika memungkinkan, pilihlah serat alami untuk pakaian, seperti katun, linen, alias wol, daripada bahan yang sepenuhnya sintetis.

Demikian studi yang menemukan paparan mikroplastik pada tubuh ibu mengandung dan bayi belum lahir. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya