Studi Ungkap Dosis Minum Kopi Yang Bisa Cegah Stres

Apr 17, 2026 05:40 PM - 1 jam yang lalu 58

Jakarta -

Bunda, pernahkah terpikir bahwa dosis kopi yang tepat rupanya bisa membantu meredakan stres sehari-hari? Sebuah studi terbaru mengungkap kebenaran menarik yang mungkin belum banyak diketahui para pencinta kopi.

Tak hanya sekadar kawan begadang, kopi rupanya menyimpan faedah tersembunyi jika dikonsumsi dalam jumlah yang pas. Penelitian ini menyoroti gimana dosis kopi tertentu dapat memberikan pengaruh menenangkan bagi pikiran dan kesehatan mental.

Menariknya, faedah ini tidak bertindak jika diminum sembarangan alias berlebihan, lho, Bunda. Yuk, cari tahu berapa dosis kopi yang dianjurkan agar tubuh tetap rileks tanpa menimbulkan pengaruh samping.

Studi terbaru ungkap dosis kopi ideal untuk kesehatan mental

Dikutip dari situs Euro News, terdapat sebuah studi baru di tahun 2026 yang menemukan kebenaran bahwa dosis kopi tertentu berangkaian dengan kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian terbaru ini dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders yang dilakukan oleh Berty Ruping Song dan tim dengan titel Daily coffee drinking and mental health outcomes: Sex differences and the role of caffeine metabolism genotypes. 

Para peneliti menganalisis lebih dari 460.000 partisipan dari UK Biobank dalam jangka panjang. Data tersebut dikumpulkan selama rata-rata 13,4 tahun untuk memandang pola konsumsi dan dampaknya. 

Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa dosis kopi harian mempunyai kaitan dengan akibat gangguan mental. Fokus utama penelitian ini adalah gangguan seperti depresi dan kecemasan.

Para peneliti menyebut adanya hubungan antara pola minum kopi dan kondisi psikologis seseorang. Ini menandakan bahwa konsumsi kopi bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga menjadi aspek style hidup yang penting. 

Namun, penelitian ini berkarakter observasional sehingga tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat langsung. Meski begitu, temuan ini membuka kesempatan baru mengenai pengaturan dosis kopi untuk kesehatan mental seseorang

Dosis kopi 2-3 cangkir per hari disebut paling optimal

Menurut laman Science Alert, penelitian tersebut juga menemukan bahwa dosis kopi yang ideal untuk dikonsumsi berada di nomor 2–3 cangkir per hari. Jumlah ini dikaitkan dengan akibat gangguan kesehatan mental yang lebih rendah.

Orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah tersebut condong mempunyai kondisi mental yang lebih stabil. Bahkan, mereka mempunyai kemungkinan lebih mini untuk mengalami stres dan gangguan suasana hati. 

Dibandingkan yang tidak minum kopi, orang yang rutin mengonsumsinya dalam jumlah pas terlihat punya kondisi yang lebih baik. Karena itu, dosis kopi yang tak berlebihan sering dianggap sebagai pemisah kondusif untuk diminum setiap hari.

Menariknya, faedah ini terlihat lebih kuat pada laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini diduga berangkaian dengan perbedaan metabolisme kafein dalam tubuh. 

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kopi bisa menjadi bagian dari style hidup sehat. Namun, tetap krusial menjaga dosis kopi agar tidak berlebihan. 

Mengapa dosis kopi berlebihan justru bisa memicu akibat stres? 

Meskipun bermanfaat, dosis kopi yang terlalu tinggi justru bisa berakibat negatif. Konsumsi kopi lebih dari 5 cangkir per hari dikaitkan dengan peningkatan akibat gangguan mental, Bun.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa faedah kopi bisa lenyap jika diminum berlebihan. Bahkan, minum terlalu banyak justru bisa bikin stres dan rasa resah makin meningkat.

Kafein dalam kadar yang sangat tinggi dapat memicu kegelisahan dan gangguan tidur seseorang. Kondisi ini justru memperburuk kesehatan mental seseorang andaikan mengonsumsi kopi dengan dosis yang terlalu banyak. 

Hal ini menunjukkan pentingnya minum kopi secukupnya, ya, Bunda. Kalau dosis kopi tidak dijaga, manfaatnya bisa lenyap dan malah berakibat kurang baik untuk kesehatan tubuh.

Ilustrasi kopiIlustrasi kopi/ Foto: Getty Images/Kateryna Kukota

Pola J-Shaped: Kunci krusial dalam menentukan dosis kopi yang tepat

Para peneliti dari studi yang sama menemukan pola unik yang disebut J-shaped dalam hubungan dosis kopi dan kesehatan mental. Artinya, faedah kopi baru terasa jika diminum dalam jumlah yang pas, tidak terlalu sedikit dan tidak berlebihan.

Kalau minumnya terlalu sedikit alias malah kebanyakan, faedah kopi jadi tidak terasa maksimal. Bahkan, di dua kondisi itu justru bisa meningkatkan akibat bagi tubuh.

“Hubungan J-shaped diidentifikasi antara konsumsi kopi dan gangguan mental, menunjukkan bahwa asupan kopi dalam jumlah cukup mungkin berfaedah bagi kesehatan mental,” tulis para peneliti dalam penelitian yang mereka publikasikan.

Pola ini menunjukkan bahwa keseimbangan adalah kunci utama. Dosis kopi yang cukup dan tidak berlebihan bisa menjadi titik paling menguntungkan dalam perihal tersebut. 

Dengan memahami pola ini, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam mengonsumsi kopi. Menentukan dosis kopi yang tepat menjadi langkah awal yang sangat krusial demi menjaga kesehatan mental. 

Kandungan dalam kopi yang bisa cegah stres

Kopi mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif yang berfaedah bagi tubuh. Senyawa ini berkedudukan dalam pengaruh positif dari dosis kopi yang pas terhadap kesehatan mental. 

Kafein menjadi komponen utama yang memengaruhi sistem saraf pusat. Zat ini membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa capek pada tubuh. 

Selain itu, terdapat antioksidan seperti polifenol dan chlorogenic acid. Kandungan ini mempunyai pengaruh antiinflamasi yang mendukung kesehatan otak.

Kafein juga bekerja melalui sistem reseptor otak seperti A1R dan A2AR. Mekanisme ini membantu mengurangi akibat stres pada sistem saraf manusia. 

Kombinasi beragam senyawa inilah yang membikin dosis kopi yang cukup bakal terasa berfaedah bagi kesehatan mental dan tubuh seseorang. Namun, efeknya tetap tergantung dari seberapa banyak kopi yang dikonsumsi setiap harinya.

Apakah semua jenis kopi memberikan pengaruh yang sama pada dosis kopi?

Masih dari penelitian yang sama, para peneliti juga meneliti beragam jenis kopi dalam kaitannya dengan dosis kopi. Hal ini termasuk kopi instan, kopi bubuk, dan kopi tanpa kafein. 

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pola faedah tetap konsisten di beragam jenis kopi. Artinya, efeknya tidak hanya terbatas pada satu jenis kopi tertentu. 

Namun, beberapa temuan menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein tidak selalu memberikan faedah yang sama. Hal ini menandakan peran krusial kafein dalam kopi untuk pengaruh tersebut. 

Meski begitu, aspek lain seperti antioksidan juga ikut berperan. Jadi, dosis kopi tetap menjadi aspek utama dibanding jenis kopinya mengenai kesehatan mental seseorang. 

Kesimpulannya, jenis kopi memang berpengaruh, tetapi tidak dominan. Yang paling krusial tetap menjaga dosis kopi dalam pemisah yang wajar dan cukup untuk dikonsumsi. 

Bunda, itulah pentingnya memahami dosis kopi yang tepat agar manfaatnya terasa tanpa menimbulkan pengaruh samping. Semoga info ini membantu Bunda lebih bijak mengatur konsumsi kopi demi menjaga suasana hati tetap tenang dan stabil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya