Persiapan Persalinan, Ini 8 Tips Agar Bayi Tidak Tertukar Di Rumah Sakit

Apr 17, 2026 04:30 PM - 1 jam yang lalu 36

Jakarta -

Insiden bayi nyaris tertukar belum lama ini terjadi di di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kejadian ini menjadi viral lantaran ibu bayi tersebut menceritakan pengalamannya di media sosial.

Fenomena bayi tertukar di rumah sakit memang tetap ditemukan, Bunda. Padahal, kejadian tersebut bisa dicegah.

Dari sisi orang tua, pencegahan dapat dilakukan dengan membikin perencanaan persalinan sejak masa kehamilan. Perencanaan ini juga dapat melibatkan family dan pihak rumah sakit.

Lantas, seperti apa persiapan persalinan agar bayi tidak tertukar saat melahirkan di rumah sakit?

Simak penjelasan Bubun berikut ini ya!

Tips agar bayi tidak tertukar di rumah sakit

Catat ya, berikut 8 tips agar bayi tidak tertukar di rumah sakit usai dilahirkan, melansir dari beberapa sumber:

1. Sudah memilih rumah sakit sebelum melahirkan

Sebelum melahirkan, Bunda dan Ayah sebaiknya sudah memilih rumah sakit yang dituju ya. Dikutip dari laman The Herald Times, prioritaskan untuk mencari rumah sakit dengan sistem keamanan yang baik.

Perlu diketahui, setiap rumah sakit pasti mempunyai sistem keamanan. Tetapi Bunda dapat mengurangi kekhawatiran dengan memastikan bahwa rumah sakit dan staf yang bekerja di sana juga telah mempunyai langkah-langkah keamanan yang ketat.

2. Melakukan 'tur' ke rumah sakit

Bila memungkinkan, Bunda dan Ayah dapat mengunjungi rumah sakit yang dituju alias melakukan 'tur' singkat di sana. Selain mengetahui seluk beluk rumah sakit, Bunda juga dapat mengenal staf dan rutinitas umum yang terjadi di tempat tersebut. Saat melakukan 'tur', jangan ragu untuk bertanya tentang prosedur keamanan di rumah sakit ya.

3. Ikut memeriksa gelang yang digunakan di bayi

Rumah sakit biasanya mempunyai sistem untuk memastikan bayi tetap berbareng ibu yang tepat. Misalnya, ibu dan bayi bakal mendapatkan gelang yang sama.

Setiap kali bayi bakal dibawa kepada Bunda, perawat bakal memeriksa apakah nomor di gelang untuk mengetahui kecocokan. Saat melakukan perihal tersebut, Bunda juga dapat memeriksa ulang untuk memastikan kecocokan.

4. Mengambil foto bayi setelah lahir

Memiliki foto bayi yang baru lahir juga dapat meredakan kekhawatiran. Saat mengambil foto, Bunda dapat mempelajari dan mengenal fitur-fitur wajah Si Kecil sehingga kita dapat mengidentifikasi secara visual maupun melalui gelang identitas. Selain itu, perhatikan juga tahi lalat alias tanda lahir unik yang ada di tubuh bayi.

5. Meminta family untuk mengawasi bayi

Jika Bunda tidak dapat menemani bayi selama di rumah sakit, minta personil family untuk menemani. Misalnya, mintalah suami untuk datang saat perawat memandikan bayi dan ketika bakal menjalani tes lain yang tidak dapat dilakukan di bilik perawatan.

Setelah melahirkan, mintalah suami alias personil family lain mengawasi bayi untuk memastikan dia tidak tertukar dengan bayi lain. Sekali lagi, keamanan dan protokol rumah sakit semestinya mencegah perihal ini terjadi, tetapi mengambil tindakan pencegahan ekstra dapat menenangkan pikiran kita sebagai Bunda.

6. Ketahui informasi kesehatan bayi

Setiap kali bayi dikembalikan ke Bunda, periksa gelang identitasnya dan verifikasi datanya. Pastikan untuk mengecek jenis kelamin, warna rambut, dan karakter unik lainnya. Bunda juga dapat meminta agar bayi diukur dan ditimbang sebelum dan setelah keluar ruang perawatan.

7. Verifikasi identitas staf rumah sakit

Memeriksa identitas setiap orang yang menangani bayi juga krusial ya, Bunda. Pastikan untuk menghafal nama dan memastikan foto identitas staf sesuai dengan wajah mereka.

Untuk menghindari bayi tertukar, Bunda dapat meminta staf lain untuk memeriksa ulang apakah perawat yang datang memang betul bekerja di rumah sakit, dan bukan sukarelawan alias orang asing. Jangan merasa bersalah lantaran terlalu waspada lantaran ini semua dilakukan untuk menjaga keselamatan bayi.

8. Gunakan kain yang mudah dikenali

Bayi baru lahir biasanya dibungkus dengan kain bedong. Nah, untuk mencegah bayi tertukar, Bunda bisa menggunakan kain bedong yang mudah dikenali dan unik. Bunda juga perlu mengingat warna dan motif kain tersebut ya.

Demikian 8 tips agar bayi tidak tertukar di rumah sakit. Semoga info ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya