Jakarta -
Tetap aktif selama kehamilan memang sangat disarankan untuk menunjang kesehatan ibu hamil. Dalam sebuah studi: ibu mengandung yang aktif bergerak berisiko mini alami preeklamsia dan glukosuria gestasional.
Kehamilan memang tidak jadi argumen bagi calon orang tua untuk bersantai-santai saja tanpa aktivitas. Justru, daripada duduk alias tidur berlama-lama, melakukan kegiatan dan tetap aktif selama kehamilan sangatlah direkomendasikan lho, Bunda.
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di West Virginia University dan dua pusat medis hubungan universitas lainnya menemukan adanya signifikansi yang lebih besar dalam kaitannya dengan akibat kehamilan seperti preeklamsia dan glukosuria gestasional pada wanita yang menghabiskan lebih banyak waktu duduk dibandingkan mereka yang beraktivitas ringan dalam kesehariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan besar tersebut adalah wanita yang duduk lebih dari 10 jam sehari mengalami dua kali lebih banyak hasil kehamilan yang merugikan dibandingkan wanita yang duduk dalam waktu yang lebih singkat," kata Bethany Barone Gibss, guru besar dan Chair of the WVU School of Public Health Department of Epidemiology and Biostatistics yang juga menjadi salah satu peneliti di dalamnya.
Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa lebih banyak duduk mungkin kurang sehat selama kehamilan, tetapi besarnya akibat tambahan lebih besar dari yang diduga. "Studi kami mendukung pendapat bahwa pola kegiatan harian dengan banyak duduk berkepanjangan kudu dihindari selama kehamilan.”
Dalam studi yang diterbitkan dalam The Journal of the American Medical Association, dua dari lima wanita yang duduk selama 10 jam alias lebih dalam sehari mengalami hasil kehamilan yang kurang baik. Sementara hanya satu dari lima wanita yang duduk sekitar tujuh jam sehari mengalami hasil kehamilan yang kurang baik alias merugikan.
Hasil kehamilan yang kurang baik dan diukur dalam studi tersebut termasuk di antaranya hipertensi gestasional, preeklampsia, glukosuria gestasional, kelahiran prematur, dan bayi mini yang tidak sesuai dengan usia kehamilannya. Deretan komplikasi kehamilan tersebut diketahui dapat membahayakan ibu dan bayi selama kehamilan serta mempunyai akibat kesehatan jangka panjang.
Seperti salah satu contohnya adalah preeklamsia, akibat ini merupakan gangguan tekanan darah yang serius dan menakut-nakuti jiwa yang bisa terjadi selama kehamilan dan pasca persalinan.
Biasanya, gangguan ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang sigap yang dapat menyebabkan kejang, stroke, kegagalan multi-organ, dan apalagi kematian ibu alias bayi.
Dan, wanita yang pernah mengalami gangguan ini sebelumnya bakal mempunyai akibat lebih besar untuk mengembangkannya menjadi penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Sementara itu, pada akibat lainnya seperti glukosuria gestasional juga bisa berkembang selama kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak didiagnosis menderita penyakit tersebut. Meskipun biasanya lenyap setelah bayi lahir, perihal ini meningkatkan kemungkinan ibu untuk mengembangkan glukosuria jenis 2 di kemudian hari.
“Hasil kehamilan yang merugikan ini, terutama preeklamsia dan hipertensi gestasional, telah menjadi akibat yang lebih umum dalam dua dasawarsa terakhir,” kata Barone Gibbs.
Faktanya, kegiatan seperti olahraga dengan intensitas sedang hingga berat memang dapat menurunkan akibat kehamilan yang buruk. Namun, Barone Gibbs mengatakan bahwa tingkat kegiatan tersebut mungkin bukan pilihan bagi sebagian ibu hamil.
Ia dan rekan-rekannya dalam studi tersebut berdasar bahwa tidak semua ibu mengandung mempunyai sumber daya dan aksesibilitas terhadap jenis rencana olahraga yang tersedia di pusat kebugaran. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan bahwa ibu mengandung mungkin tidak mempunyai daya bentuk untuk mengikuti program olahraga seperti dikutip dari laman Wvutoday.
Di sisi lain, penelitian ini sendiri bermaksud untuk menentukan apakah mengurangi waktu duduk dan lebih banyak bergerak dengan intensitas ringan bakal berasosiasi dengan penurunan risiko.
Gagasan bahwa terlalu banyak duduk dapat memperburuk hasil kehamilan didasarkan pada penelitian beberapa dasawarsa lampau ketika tim medis merekomendasikan rehat total alias pembatasan kegiatan bagi wanita yang mengalami komplikasi kehamilan.
Namun, terlepas dari rekomendasi tersebut, penelitian yang melibatkan para wanita ini menemukan bahwa perubahan tingkat kegiatan yang sangat rendah memang tidak membantu. Dalam beberapa kasus tertentu, justru menyebabkan hasil yang lebih jelek seperti lebih banyak kelahiran prematur dan preeklamsia.
"Karena style hidup modern telah menghilangkan sebagian besar kegiatan bentuk dari keseharian banyak orang. Tanpa disadari, wanita mengandung juga mempunyai kegiatan yang sebenarnya sangat mirip dengan pembatasan kegiatan meskipun tidak diresepkan," kata Barone Gibbs.
Studi ini melibatkan 500 wanita asal West Virginia, Pennsylvania, dan Lowa yang memasuki trimester pertama kehamilan. Dalam studinya, peneliti mencatat pola kegiatan ibu mengandung di setiap trimester sepanjang kehamilan mereka hingga kelahiran bayi untuk menentukan gimana pola kegiatan berkorelasi dengan hasil kehamilan yang buruk.
Barone Gibbs menjelaskan bahwa, meskipun informasi menunjukkan jika ibu mengandung kudu mengurangi duduk dan lebih banyak bergerak, uji klinis yang lebih besar bakal lebih memvalidasi temuan tersebut.
“Temuan kami menunjukkan bahwa tidak kudu selalu olahraga, hanya dengan bangun dan bergerak lebih banyak dapat membantu ibu mengandung menghindari komplikasi kehamilan ini,” katanya.
Ia berambisi bahwa dengan adanya penelitian tersebut nantinya dapat mendorong ibu mengandung memantau jumlah waktu duduk mereka dan jumlah kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya. Dia pun menyarankan perangkat yang dapat dikenakan yang dapat memberikan pengingat dan memantau langkah kaki.
“Sebagian besar perangkat ini bakal memberi tahu ibu mengandung dan juga menjadi pengingat jika ibu mengandung duduk selama satu jam bahwa sudah waktunya untuk bangun dan mulai bergerak sedikit, berjalan-jalan sejenak alias melakukan sesuatu,” katanya.
Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·