Jakarta -
Kualitas tidur yang baik rupanya dapat menjadi salah satu kunci krusial untuk menjaga kesehatan mental selama kehamilan. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru dari para peneliti di Washington University in St. Louis yang menemukan bahwa kurang tidur berangkaian erat dengan meningkatnya akibat kekhawatiran pada ibu hamil.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Sleep ini melibatkan sekitar 230 wanita yang dipantau sejak awal kehamilan hingga masa setelah melahirkan. Para peneliti menilai pola tidur, tingkat kecemasan, serta indikasi obsesif-kompulsif (OCD) yang dapat muncul selama periode perinatal, ialah masa kehamilan hingga tahun pertama kehidupan bayi.
Hasilnya menunjukkan bahwa lama tidur yang lebih pendek secara konsisten berangkaian dengan peningkatan kekhawatiran selama kehamilan dan setelah melahirkan. Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa gangguan tidur condong muncul lebih dulu sebelum indikasi kekhawatiran berkembang, bukan sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa tidur sangat krusial bagi ibu hamil?
Menurut para peneliti, kehamilan memang merupakan periode yang rentan terhadap gangguan tidur. Perubahan hormon, ketidaknyamanan bentuk akibat perut yang semakin membesar, sering buang air kecil, hingga kekhawatiran menjelang persalinan dapat membikin Bunda susah mendapatkan tidur yang berkualitas.
Saat tubuh kurang tidur, keahlian otak untuk mengelola stres dan emosi ikut menurun. Akibatnya, ibu mengandung menjadi lebih mudah merasa cemas, cemas berlebihan, alias apalagi mengalami gangguan suasana hati. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa stres, kecemasan, dan kualitas tidur yang jelek sering terjadi secara berbarengan selama kehamilan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa ibu mengandung yang mempunyai keahlian coping alias keahlian menghadapi tekanan dengan baik condong lebih terlindungi dari akibat jelek kurang tidur. Sebaliknya, gangguan tidur dapat memicu kekhawatiran yang lebih berat pada mereka yang merasa kesulitan menghadapi perubahan dan tantangan selama kehamilan.
Cara meningkatkan kualitas tidur saat hamil
Perubahan hormon, ukuran perut yang makin membesar, serta kekhawatiran menjelang persalinan sering membikin ibu mengandung susah tidur nyenyak. Padahal, kualitas tidur yang baik krusial untuk menjaga kondisi bentuk dan emosional selama kehamilan.
Berikut beberapa langkah yang bisa membantu Bunda mendapatkan tidur yang lebih berkualitas:
1. Atur agenda tidur yang konsisten
Cobalah tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Rutinitas ini membantu tubuh membentuk ritme tidur yang lebih stabil.
2. Kurangi penggunaan gadget sebelum tidur
Cahaya biru dari ponsel alias laptop dapat menghalang produksi hormon melatonin yang membantu rasa kantuk. Idealnya, hentikan penggunaan gadget 30–60 menit sebelum tidur.
3. Batasi kafein di sore dan malam hari
Minuman berkafein seperti kopi, teh, alias soda dapat membikin tubuh tetap terjaga lebih lama. Sebaiknya hindari konsumsi kafein setelah siang hari.
4. Gunakan bantal penyangga kehamilan
Bantal unik kehamilan alias bantal tambahan dapat membantu menopang perut, punggung, dan pinggul sehingga posisi tidur menjadi lebih nyaman.
5. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman
Pastikan bilik tidur tenang, sejuk, dan minim cahaya. Lingkungan yang nyaman membantu tubuh lebih sigap rileks dan tertidur.
6. Lakukan relaksasi sebelum tidur
Teknik seperti pernapasan dalam, meditasi ringan, membaca buku, alias mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu menurunkan ketegangan tubuh.
7. Aktif bergerak di siang hari
Olahraga ringan seperti jalan kaki alias senam mengandung (sesuai rekomendasi dokter) dapat membantu memperbaiki kualitas tidur di malam hari.
Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·