Sebelum anak masuk SD, orang tua perlu mengajarkan beberapa persiapan penting. Ini bukan hanya soal baca, tulis, hitung alias calistung lho, Bunda.
Hal ini merupakan salah satu perubahan besar dalam kehidupan anak, sehingga wajar jika mereka mungkin perlu waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu.
Di momen ini, Bunda bisa lebih sering membujuk anak mengobrol dan berbagi perasaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, jangan lupa untuk mempersiapkan beberapa perihal agar proses belajar anak di sekolah jadi lebih menyenangkan. Demikian dikutip dari Raising Children.
Tanda-tanda anak siap masuk SD
Sebelum mengajarkan tentang kebiasaan-kebiasaan baik di sekolah, Bunda juga perlu memperhatikan terlebih dulu tanda anak siap masuk SD.
Hal ini tak hanya dari segi usia saja, tapi juga beberapa aspek lain seperti motorik kasar, motorik halus, kognitif, sosial emosional, bahasa dan literasi.
1. Motorik kasar
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk usia sekolah, tanda keahlian motorik kasar meliputi seperti melangkah di garis lurus, berdiri dengan satu kaki, berlari, naik turun tangga sendiri, melompat jauh dan mendarat dengan dua kaki bersamaan.
Selain itu, anak diharapkan sudah bisa melempar, menendang dan menangkap bola, serta sudah dapat mengayuh sepeda roda tiga.
2. Motorik halus
Dari segi keahlian motorik halus, tanda anak siap masuk SD meliputi dapat memegang pensil dengan baik (tripod posisi), dapat menggambar corak dasar seperti lingkaran, kotak dan segitiga, serta dapat mewarnai di dalam garis pembatas.
Anak diharapkan juga sudah bisa menggunting pola corak dasar, bermain menyusun balok tiga dimensi, serta berdikari untuk bisa melepas dan memakai baju berkancing, celana dengan ritsleting, kemudian memakai sepatu dan kaos kaki.
3. Kognitif
Tanda siap masuk SD dari segi kognitif termasuk seperti dapat menjelaskan persamaan dan perbedaan suatu benda, dapat mengelompokkan barang sesuai dengan pengelompokkan sederhana, dan menyelesaikan puzzle sederhana sekitar 5-6 keping.
Akan lebih baik juga jika anak sudah dapat memahami pola berurutan dari deret corak alias warna, mengenal corak dan warna, mengetahui konsep waktu seperti hari, bulan dan tahun.
4. Sosial emosional
Kemampuan lain yang tidak kalah krusial adalah keahlian sosial emosional. Tanda anak siap masuk SD dari segi ini misalnya dia sudah bisa mengetahui nama, umur dan jenis kelamin diri sendiri.
Anak juga sepatutnya sudah mengerti tentang konsep mengantre dan bisa melakukannya. Bersama teman-teman, anak sudah dapat bermain berbareng dan belajar berbagi.
Selain itu, perhatikan juga keahlian anak dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, mengungkapkan dan mengontrol emosi, sudah dapat berdikari saat buang air mini dan air besar, dan mau meminta pertolongan kepada orang dewasa saat membutuhkan.
5. Bahasa dan literasi
Dari segi perkembangan bahasa, ada bahasa reseptif (pemahaman) maupun bahasa ekspresif (kata-kata yang diucapkan).
Untuk bahasa reseptif, tanda kesiapan anak di antaranya seperti memahami dan mengikuti dua petunjuk bersamaan, memahami konsep dasar seperti arah, preposisi, ukuran dan perbandingan.
Lalu untuk keahlian berkata ekspresif meliputi dapat membikin kalimat lengkap, artikulasinya jelas, dan dapat menceritakan kembali dengan urutan yang logis.
Dari segi literasi, anak setidaknya dapat menulis namanya sendiri, membedakan dan menulis huruf besar dan huruf kecil, serta mudah memahami kata-kata yang sering dilihat.
5 Hal yang perlu diajarkan ke anak sebelum masuk SD
Ilustrasi/Foto: Getty Images/goc
Supaya proses belajar anak di jenjang SD bisa melangkah dengan lancar, ada beberapa perihal yang dapat diajarkan sebagai corak persiapan. Berikut penjelasannya, Bunda:
1. Sopan santun
Sopan santun merupakan dasar krusial dalam pembentukan karakter positif. Sikap ini perlu diperkenalkan sedini mungkin, termasuk saat anak mulai masuk sekolah.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orang tua dapat mulai mengajarkan anak tentang etika dan sopan santun sebelum mereka berumur 9 tahun.
"Adab dan sopan santun sebaiknya diperkenalkan sejak awal dan ditegakkan setiap hari hingga menjadi kebiasaan," kata master etika dan penulis Posh Overnight: The 10 Pillars of Social Etiquette, Maryanne Parker, seperti dikutip dari Forbes.
2. Bersosialisasi
Dibandingkan saat TK, anak di sekolah SD bakal lebih banyak mulai mengenal langkah berkawan dan berinteraksi dengan kawan sebaya.
Selain main bersama, sosialisasi juga termasuk mau berbagi, menunggu giliran dan berbicara baik dengan teman.
Bunda bisa mengajarkan dan membiasakan anak untuk memulai percakapan dengan baik, termasuk dengan kawan maupun guru.
3. Mandiri
Salah satu masalah yang umum dialami anak pada tahap awal perkenalan sekolah ialah tidak mau ditinggalkan oleh orang tua.
Jadi, jangan lupa untuk mengajarkan anak kemandirian sejak dini. Ini termasuk salah satu corak persiapan yang patut dimiliki anak saat mau masuk SD.
4. Fokus dan mendengarkan guru
Saat belajar di sekolah, anak perlu mendengarkan petunjuk guru. Untuk itu, anak diharapkan juga sudah bisa konsentrasi dan konsentrasi pada satu perihal saja.
Bunda bisa melatih konsentrasi anak di rumah, salah satunya dengan membujuk anak membaca kitab bersama. Biasakan juga agar anak mendengarkan sampai orang lain selesai bicara.
5. Menaati patokan dan bertanggung jawab
Lingkup sekolah nantinya bakal memperkenalkan anak pada patokan sederhana, seperti tidak terlambat masuk kelas, memakai seragam yang sesuai, ikut upacara, antre, dan membereskan peralatan sekolah usai dipakai. Aturan-aturan ini dapat melatih rasa tanggung jawab anak nantinya.
Bunda bisa memperkenalkan tentang patokan dan tanggung jawab mulai dari rumah, salah satunya dengan memberi agenda tugas harian sederhana.
Misalnya seperti melipat selimut, meletakkan piring kotor setiap selesai makan, membereskan mainan, dan mematikan televisi tiap selesai ditonton.
Kebiasaan-kebiasaan ini bakal membantu anak menjadi lebih disiplin dan memahami rutinitas sekolah nantinya.
Itulah penjelasan tentang hal-hal yang perlu diajarkan ke anak sebelum masuk SD. Dengan pendampingan dan persiapan yang tepat, anak diharapkan nantinya bisa lebih siap menghadapi pengalaman baru di sekolah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·