Jakarta -
Manfaat menyusui memang sangat luas baik untuk ibu dan khususnya bayi. Bahkan, tak haya beri nutrisi, menyusui rupanya bisa tinggalkan jejak pada gen bayi.
Menurut para ilmuwan, menyusui diketahui dapat meninggalkan jejak biologis yang memperkuat lama pada bayi, Bunda. Hal tersebut disampaikan para intelektual yang kemudian mendapatkan sambutan hangat dari para ibu.
Dalam penelitiannya tersebut, para peneliti dari University of Exeter, di Devon, mengidentifikasi adanya jejak darah anak-anak yang hanya disusui yang tetap terdeteksi bertahun-tahun kemudian. Hal tersebut dirilis dalam sebuah studi dunia yang melibatkan ribuan anak.
Dengan adanya temuan tersebut tentunya menangkap adanya jejak-jejak menyusui yang mengenai dengan perubahan epigenetik, yang kemudian dapat memengaruhi perilaku gen tanpa mengubah gen itu sendiri seperti dikutip dari laman BBC.
Menyusui rupanya bisa tinggalkan jejak pada gen bayi
Hasil temuan itu tentunya menjadi bukti lebih lanjut bahwa menyusui rupanya dapat membantu perkembangan pada bayi yang sehat. Di luar temuan tersebut, studi yang dilakukan tersebut juga menyoroti bahwa menyusui hanyalah salah satu aspek yang meningkatkan hasil di masa kanak-kanak.
Studi yang dipimpin oleh Barcelona Institute for Global Health dan University of Bristol tersebut melibatkan nyaris 3.500 anak dari lahir hingga usia 12 tahun di 11 negara termasuk AS, Afrika Selatan, dan Spanyol.
Ini adalah studi yang sangat signifikan, menurut Dr Doretta Caramaschi dari University of Exeter, yang merupakan penulis berbareng penelitian ini.
"Kami sukses mengidentifikasi perbedaan pada anak-anak yang hanya disusui secara eksklusif, apalagi bertahun-tahun setelah pengalaman menyusui," katanya.
Ditambahkan Dr Caramaschi bahwa sekarang ini, para peneliti memilki sedikit lebih banyak bukti bahwa memang ada beberapa proses biologis akibat menyusui yang membantu perkembangan sehat pada anak, khususnya mengenai kekebalan dan proses perkembangan lainnya.
Terkait banyaknya faedah menyusui, salah seorang ibu, Rebecca Bates dari Honiton yang mempunyai tiga anak dan semuanya disusui mengatakan bahwa dirinya merasa beruntung bisa menyusui setiap anaknya. Karena sebenarnya banyak wanita yang menginginkan perihal tersebut, mengingat menyusui tidak memungkinkan bagi setiap ibu.
"Saya memandang teman-teman yang tidak mampu, alias pernah kesulitan, jadi saya sangat beruntung lantaran semuanya sukses bagi saya. Memang, setiap perjalanan dari masing-masing anak bakal berbeda," katanya.
Menyusui tetap menjadi tantangan bagi sebagian Bunda
Bates yang saat ini sedang libur melahirkan mengatakan bahwa temuan studi mengenai faedah menyusui tersebut bakal mendorongnya untuk terus menyusui.
Meskipun diakuinya bahwa menyusui bisa menjadi perihal yang sulit, bisa menyakitkan, melelahkan, dan terkadang enggan melakukannya. Tetapi, temuan tersebut jadi membuatnya berpikir, bahwa sebenarnya perihal ini baik untuk bayinya dalam jangka panjang.
"Saya pikir sangat brilian bahwa mereka meneliti mengenai menyusui dan menemukan bahwa sebenarnya mungkin ada faedah besar darinya."
Studi ini sendiri berfokus pada anak-anak yang memang menysui dalam jangka panjang, alias minimal diperkirakan menyusui selama tiga bulan.
Ya, meskipun menyusui terlihat mudah dilakukan, kenyataannya belum sepenuhnya para ibu di bumi turut ambil bagian di dalamnya. Menurut Unicef, diperkirakan sekira 17 persen wanita di Inggris khususnya hanya menyusui pada usia tiga bulan. Persentase tersebut sudah naik dari sebelumnya hanya 13 persen saja di 2025. Namun, nomor tersebut tetap saja tetap dalam level tingkat menyusui terendah di dunia.
Badan PBB tersebut mengatakan bahwa 80 persen bayi disusui saat lahir, namun mengakui banyak pertimbangan yang memengaruhi apakah mereka kudu tetap bertahan, lantaran ada tantangan yang dihadapinya termasuk support keluarga, dan pilihan pribadi.
Para peneliti di kembali studi ini menekankan bahwa faktor-faktor selain menyusui telah menyoroti aspek yang berkontribusi pada perkembangan anak.
Dr Caramaschi mengatakan: "Kami sebenarnya mengharapkan memandang lebih banyak perbedaan antara bayi yang disusui dan yang tidak."
Dijelaskannya lebih lanjut bahwa perihal tersebut menunjukkan bahwa ada banyak aspek lain yang terlibat dalam perkembangan anak yang sehat. "Jadi jelas bagi para ibu yang tidak bisa menyusui, ada banyak langkah lain untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan langkah untuk menunjang kesehatan anaknya."
Nah, rupanya faedah menyusui yang begitu positif bagi anak dalam jangka panjang menjadi temuan hangat yang membikin para ibu jadi lebih antusias mengASIhi bayi mereka. Walau sedianya menyusui memang tidaklah mudah, tetapi tentunya bakal sebanding dengan faedah yang didapatkan anak baik jangka pendek ataupun jangka panjang.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda. Tetap semangat, Bunda. Setiap tetes ASI adalah corak kasih sayang terbaik untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)