Jakarta -
Bunda, pernah membayangkan mengetahui diri sedang mengandung hanya beberapa jam sebelum melahirkan? Hal inilah yang dialami oleh seorang wanita berumur 20 tahun berjulukan Charlotte Summers.
Charlotte tidak pernah menyangka bahwa keluhan yang membawanya ke master justru mengungkap kebenaran mengejutkan. Saat itu, dia datang untuk memeriksakan masalah kesehatan yang diduganya berangkaian dengan sensitivitas gluten. Namun, master menyarankan untuk melakukan tes kehamilan sebagai bagian dari pemeriksaan.
Hasilnya membikin Charlotte dan pasangannya terkejut. Tes tersebut menunjukkan bahwa dia sedang hamil. Tak lama kemudian, pemeriksaan USG mengungkap bahwa usia kehamilannya sudah mencapai 38 minggu 4 hari, alias nyaris memasuki waktu persalinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang lebih mengejutkan lagi, Charlotte melahirkan bayi laki-lakinya hanya 17 jam setelah mengetahui dirinya hamil.
Datang ke master lantaran keluhan lain, pulang membawa berita kehamilan
Charlotte mengaku tidak pernah mencurigai dirinya sedang mengandung. Selama berbulan-bulan, dia menjalani kegiatan seperti biasa dan tidak mengalami indikasi kehamilan yang menurutnya cukup jelas.
Memang ada beberapa perubahan yang dia rasakan, seperti berat badan yang bertambah dan ukuran pakaiannya yang meningkat. Namun, dia menganggap perihal tersebut sebagai akibat stres dan perubahan pola hidup.
“Saya sedikit bertambah gemuk,” katanya dikutip dari People.
Saat master menyampaikan hasil tes kehamilan, Charlotte mengaku sangat terkejut hingga susah mempercayainya.
Charlotte mengatakan bahwa dia tetap mengalami menstruasi dan sedang mengonsumsi pil KB, mengunjungi master umum pada tanggal 6 Juni untuk membahas kemungkinan alergi gluten, dan selama kunjungan tersebut, dokternya melakukan beberapa tes rutin salah satunya adalah tes kehamilan.
Setelah menjalani USG, master menemukan bahwa kehamilan Charlotte sudah memasuki usia cukup bulan. Bahkan, ditemukan kondisi pada plasenta yang membikin tim medis memutuskan untuk segera melakukan pemantauan lebih lanjut di rumah sakit. Tak lama kemudian, Charlotte memasuki ruang persalinan dan melahirkan bayi laki-laki yang sehat.
Mengapa Charlotte tidak menyadari dirinya hamil?
Kisah Charlotte mungkin terdengar susah dipercaya. Namun, para mahir menyebut kondisi ini bisa terjadi pada sebagian perempuan.
Charlotte mengaku tetap mengalami perdarahan yang dia kira sebagai menstruasi selama masa kehamilan. Selain itu, dia tetap menggunakan perangkat kontrasepsi sehingga tidak pernah berpikir bahwa dirinya mungkin sedang hamil.
Ia juga tidak merasakan aktivitas janin yang begitu kuat. Menurut Charlotte, master menjelaskan bahwa posisi plasenta yang berada di bagian depan rahim alias anterior placenta dapat membikin tendangan dan aktivitas bayi terasa lebih samar dibandingkan kehamilan pada umumnya.
Karena gejalanya sangat minim, Charlotte tidak pernah merasa perlu melakukan tes kehamilan.
“Saya betul-betul tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Saya tidak tahu gimana lagi menjelaskannya. Itu betul-betul pengalaman yang gila,” kata Charlotte.
Apa itu cryptic pregnancy?
Kondisi yang dialami Charlotte dikenal sebagai cryptic pregnancy alias kehamilan tersembunyi. Ini adalah kondisi ketika seorang wanita tidak menyadari dirinya mengandung hingga usia kehamilan sudah sangat lanjut, apalagi ada yang baru mengetahui saat persalinan dimulai.
Meski jarang terjadi, kondisi ini memang diakui dalam bumi medis.
Dikutip dari Cleveland Clinic, sekitar 1 dari setiap 2.500 kehamilan tidak terdeteksi hingga persalinan. Mereka yang paling berisiko mengalami kehamilan tersembunyi alias kehamilan tanpa disadari adalah mereka yang menggunakan kontrasepsi, berada dalam masa perimenopause, perempuan dengan PCOS, dan wanita yang baru saja melahirkan.
Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ menyebut bahwa sekitar 1 dari 475 kehamilan tidak terdeteksi hingga usia kehamilan 20 minggu, sementara sekitar 1 dari 2.500 kehamilan baru diketahui saat persalinan berlangsung.
Kehamilan tersembunyi dapat terjadi lantaran beberapa faktor, seperti:
- Menstruasi yang tidak teratur alias tetap terjadi perdarahan ringan.
- Gejala kehamilan yang sangat ringan alias tidak khas.
- Penggunaan perangkat kontrasepsi sehingga kehamilan tidak dicurigai.
- Gerakan janin yang kurang terasa.
- Bentuk tubuh yang membikin perubahan ukuran perut tidak terlalu terlihat.
Gejala kehamilan tidak selalu sama pada setiap Bunda
Kisah Charlotte menjadi pengingat bahwa setiap kehamilan bisa memberikan tanda yang berbeda-beda. Sebagian Bunda mungkin langsung merasakan mual, muntah, dan perubahan pada tetek sejak awal kehamilan. Namun pada sebagian lainnya, indikasi bisa sangat ringan sehingga susah dikenali.
Karena itu, jika Bunda mengalami perubahan siklus haid, kenaikan berat badan tanpa karena yang jelas, mudah lelah, alias merasakan perubahan pada tubuh yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan kehamilan sejak awal krusial dilakukan agar kesehatan Bunda dan Si Kecil dapat dipantau dengan baik sepanjang masa kehamilan.
Meski pengalaman Charlotte tergolong langka, kisah ini menunjukkan bahwa tubuh setiap wanita dapat memberikan sinyal yang berbeda selama kehamilan. Oleh lantaran itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri andaikan ada perubahan yang membikin Bunda merasa tidak percaya dengan kondisi tubuh sendiri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·