Tantri Syalindri tengah menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman pahit yang baru saja dialami. Ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh rekan bisnisnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Tantri melalui akun IG pribadi. Ia menjelaskan awalnya mereka berkawan lantaran pelaku adalah ibu dari kawan sekolah anaknya. Bahkan, Tantri menyebut juga menjalani hubungan yang baik.
“Hai Mih, Anda di mana? Aku mengenalmu sejak sekitar tahun 2021 lantaran anak-anak kita berguru di tempat yang sama. Selama ini saya mengenalmu sebagai kawan yang baik. Kita saling membantu dan saling mendukung saat ada kesulitan,” ujar Tantri, dikutip dari laman IG @tantrisyalindri, Senin (29/6/2026).
Seiring berjalannya waktu, hubungan pertemanan mereka berkembang menjadi kerja sama bisnis. Tantri mengatakan ditawari untuk menjadi pemodal dalam pembelian suatu produk.
Meski sempat ragu lantaran cemas urusan upaya dapat memengaruhi hubungan pertemanan, Tantri akhirnya menerima tawaran tersebut lantaran kepercayaan yang telah dibangun.
“Di tahun 2025, Anda menawarkan sebuah kerja sama yang Anda jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya saya ragu lantaran cemas urusan upaya bakal memengaruhi pertemanan,” tutur Tantri.
Tantri menjelaskan bahwa kerja sama tersebut awalnya melangkah tanpa hambatan selama sekitar satu tahun. Namun, setelah transaksi terakhir dilakukan pada 19 Juni 2026, dia mengaku tidak lagi bisa menghubungi rekan bisnisnya itu.
“Kurang lebih satu tahun semuanya terlihat baik-baik saja. Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak lagi dapat dihubungi,” ujar Tantri.
Bahkan, Tantri juga sudah mengunjungi tempat tinggal dan orang tua pelaku. Namun, tak kunjung mendapatkan jalan keluar.
“Aku berambisi Anda datang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini meletakkan kepercayaan dengan mati-matian sama kamu,” tuturnya.
Tantri ungkap banyak korban penipuan rekan bisnisnya
Dalam unggahan yang sama, Tantri mengaku baru mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Ia menyebut ada banyak orang lain yang mengaku mengalami kerugian, termasuk personil family pelaku.
“Ternyata, banyak sekali orang-orang yang sudah dirugikan sejak lama. Ini baru beberapa. Ternyata salah satu orang yang dirugikan adalah family sendiri,” ungkap Tantri.
Tantri mengatakan para korban sekarang saling berkomunikasi untuk saling berganti informasi. Berdasarkan info yang diterimanya, nilai kerugian yang diklaim oleh seluruh pihak diduga mencapai sekitar Rp10 miliar.
“Menurut info yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya lantaran itu kami semua intens komunikasi. Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang tentunya tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut,” tuturnya.
Meski mengalami kejadian yang menyakitkan, Tantri memilih mengambil hikmah dari pengalaman tersebut. Ia berambisi peristiwa ini tidak hanya menjadi luka bagi dirinya, tetapi juga menjadi pembelajaran agar orang lain lebih waspada.
“Sesuatu yang mungkin tidak baik dalam kehidupan saya, semoga enggak berakhir menjadi luka semata, tapi bisa dijadikan pembelajaran bagi banyak orang,” ungkap Tantri.
Tantri juga bermohon agar setiap rezeki yang diperoleh melalui kerja keras dan langkah yang legal senantiasa membawa keberkahan bagi keluarga.
“Semoga apa pun yang kita peroleh dari kerja keras dan upaya yang halal, Allah limpahkan menjadi rezeki yang berkah, cukup untuk keluarga, menenangkan hati, dan membawa kebaikan dalam hidup,” tutur Tantri.
Ia turut mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan.
“Dan semoga kejadian ini menjadi pengingat untuk kita semua agar lebih berhati-hati, lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta enggak mudah tergiur oleh sesuatu yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan,” ungkapnya.
Tantri berambisi pengalaman yang dialaminya dapat menjadi pelajaran berbobot sehingga tidak ada lagi orang yang mengalami kejadian serupa.
“Jika ada satu perihal baik yang bisa lahir dari pengalaman ini, semoga itu adalah pelajaran yang menyelamatkan orang lain agar tidak mengalami perihal yang sama. Semoga menjadi pelajaran untuk banyak orang,” pungkasnya.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·