Jakarta -
Artis Tasya Kamila mengungkap kegemaran baru anak pertamanya Arrasya. Seperti diketahui, Arrasya selama ini mempunyai satu kegemaran unik yang sudah disukainya sebelum masuk sekolah dasar, percaya mengoleksi kipas.
Belakangan, kegemaran baru Arrasya bertambah. Menurut Tasya, putranya itu sekarang kegemaran melakukan beragam kegiatan bentuk di luar ruangan.
"Arrasya itu lagi aktif-aktifnya lantaran sudah masuk sekolah. Dia lagi suka tenis, main di monkey bar, dan berenang," ungkap Tasya dalam kegiatan Moms Community & Media Gathering berbareng MILO, di Karawang, Jawa Barat, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak tanggung-tanggung, untuk mendukung kegemaran anak pertamanya, Tasya sampai mendaftarkan Arrasya les tenis yang terjadwal. Tasya mengaku putranya menyukai kegemaran barunya ini, Bunda.
Keputusan Tasya untuk mengenalkan kegiatan bentuk ke Arrasya bermulai dari saran pembimbing di sekolah. Tasya diminta untuk mendukung perkembangan motorik putranya yang sempat tumbuh di masa-masa pandemi.
"Anak saya itu adalah toodler yang ada di masa pandemi. Jadi di awal-awal itu memang agak galau lantaran jarang keluar rumah," ujar Tasya.
"Tapi rupanya krusial ya kegiatan bentuk untuk anak. Kalau kurang, kelak motorik halusnya jadi susah dan anak susah fokus. Jadi ketika Arrasya masuk TK, ibu gurunya bilang ke saya untuk banyak-banyakin kegiatan bentuk di luar," sambungnya.
Tasya memahami pentingnya mengenalkan kegiatan bentuk untuk menyalurkan daya putranya yang aktif. Bunda dua anak ini mengaku memberikan lama hingga lima jam bagi sang putra untuk melakukan kegiatan fisik, termasuk menjalani kegemaran barunya.
"Menurut aku, kegiatan bentuk untuk anak saya itu krusial untuk mendukung fokusnya, bertumbuh, dan kepintaran dia di masa depan," ujar Tasya.
"Bagaimana anak itu tumbuh aktif juga enggak hanya nutrisi dan tidur cukup, tapi kegiatan bentuk diperlukan. Jadi jika aku, anak ini perlu banget dikasih sehari lima jam (untuk kegiatan fisik), bisa dilakukan di rumah, di sekolah, alias di waktu bermainnya."
Cara untuk mengenali potensi anak
Selain kegiatan fisik, Tasya juga mengenalkan beragam kegiatan positif ke Arrasya. Perempuan 33 tahun ini percaya bahwa potensi putranya bisa terlihat setelah dikenalkan dengan beragam aktivitas.
"Aku mempersiapkan yang terbaik di jalur akademis, kesenian, dan olahraga. Tapi sebagai orang tua, saya tetap kasih kesempatan anak saya untuk menggali potensinya sendiri," ujarnya.
"Di usia 8 -9 tahun kelak sepertinya saya juga sudah bisa kita lihat ke mana arah potensinya anak ini," lanjutnya.
Bicara soal kegiatan fisik, mahir gizi Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, mengatakan bahwa mengenalkan kegiatan ke anak memang penting. Tapi, Bunda jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan energinya ya.
Menurut Esti, kebutuhan daya yang cukup dapat menyeimbangkan kegiatan anak-anak yang padat. Nah, dengan pemenuhan daya yang tepat dari makanan bernutrisi dan kegiatan fisik, anak diharapkan bisa tumbuh optimal.
"Anak-anak yang aktivitasnya padat memerlukan asupan gizi yang cukup agar tetap konsentrasi dan bisa mendukung pertumbuhan optimal," kata Esti.
"Orang tua juga perlu ingat, kebutuhan daya anak itu berbeda, tergantung dari usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitasnya," sambungnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·