Jakarta -
Tinggi fundus menjadi salah satu parameter pengukuran bagi pertumbuhan janin dalam kandungan. Ketahui TFU sesuai usia kehamilan: langkah menghitung dan penyebab tidak bertambah.
Kesehatan janin dalam rahim krusial dipantau secara rutin. Itulah kenapa krusial sekali melakukan kontrol kehamilan setiap bulannya agar master dapat memantau pertumbuhan dan kesehatan janin di dalam kandungan apakah sudah sesuai dengan usia kehamilannya alias belum.
Mengenai TFU berasas usia kehamilan
Tinggi fundus merupakan jarak antara bagian atas rahim dan tulang kemaluan perempuan. Dokter yang memeriksa TFU bakal menggunakannya untuk mengukur apakah pertumbuhan janin sesuai perkembangannya alias tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengukuran, tinggi fundus diukur mulai usia 20 minggu kehamilan. Jika janin berukuran lebih mini alias lebih besar dari rata-rata, bumil bakal diarahkan melalui USG untuk mendapatkan ukuran yang lebih akurat.
TFU sendiri menjadi pedoman bagi master dalam memberikan mereka info krusial mengenai ukuran, pertumbuhan, dan posisi janin di dalam rahim. Selain itu, TFU juga dapat membantu memverifikasi usia kehamilan seseorang, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Setelah 20 minggu kehamilan, tinggi fundus dalam sentimeter semestinya mendekati usia kehamilan Bunda. Misalnya, jika Bunda mengandung 24 minggu, tinggi fundus alias TFU semestinya sekitar 24 sentimeter.
Cara mengukur TFU (tinggi fundus uteri) sesuai usia kehamilan
Dalam mengukur TFU, tim medis bakal mengukur tinggi fundus dengan menemukan simfisis pubis dan fundus. Simfisis pubis adalah sendi tulang rawan yang terletak di antara tulang kemaluan. Sementara fundus adalah bagian atas rahim. Dokter mungkin bakal menekan dan meraba untuk menemukannya.
Ada beberapa langkah mengukur TFU sesuai usia kehamilan yang biasanya dilakukan. Berikut ini di antaranya:
1. Menggunakan caliper
Dalam menggunakan caliper, beberapa langkah yang dilakukan sebagai berikut ya, Bunda:
- Ibu mengandung bakal dipersilahkan berebahan terlebih dahulu
- Temukan titik referensi dan raba untuk menemukan pemisah atas tulang kemaluan (simfisis pubis)
- Raba perut dengan lembut untuk menemukan puncak teratas rahim (fundus)
- Posisikan caliper, letakkan salah satu bagiannya sekitar 0.75 cm di bawah pemisah atas tulang kemaluan. Lalu letakkan bagian lainnya di pemisah teratas fundus di sepanjang garis tengah perut ibu hamil
- Ukur jarak antara kedua titik dan catat nilainya dalam sentimeter
2. Menggunakan pita ukur
- Pastikan perut tidak lunak (tidak berkontraksi)
- Lakukan palpasi perut untuk memungkinkan identifikasi fundus uterus yang akurat
- Rekatkan pita ukur dengan tangan di bagian atas fundus
- Gunakan pita ukur dengan sentimeter di bagian bawah untuk mengurangi bias
- Rekatkan pita ukur di fundus dengan satu tangan
- Ukur hingga bagian atas simfisis pubis (ukur dari bagian tas fundus ke bagian atas simfisis pubis dan pastikan pita ukur bergesekan dengan kulit)
- Ukur sepanjang sumbu longitudinal uterus tanpa mengoreksi ke garis tengah perut
- Plot pada diagram yang disesuaikan dan tulis dalam catatan
3. Menggunakan metode jari
Berikut ini beberapa langkah-langkahnya:
- Biarkan ibu mengandung berebahan telentang
- Ukur tinggi fundus dengan jari. Jika bagian atas rahim berada di bawah pusar, ukur berapa jari di bawah pusar. Jika bagian atas rahim berada di atas pusar, ukur berapa jari di atas pusar.
- Jika bayi tumbuh normal, lebar jari rahim kudu naik pada trimester kedua (3-6 bulan kehamilan alias 15-27 minggu kehamilan)
- Tinggi fundus kudu meningkat sebanyak 6 lebar jari (dua lebar jari setiap bulan) pada trimester kedua seperti dikutip dari laman Open.edu.
Penyebab TFU terlalu besar
Tinggi fundus uteri sering kali di luar perkiraan di mana ukurannya lebih besar. Ada banyak argumen kenapa ibu mengandung mengalami perihal tersebut ya, Bunda. Berikut beberapa penyebab TFU terlalu besar:
- Perkiraan tanggal lahir yang salah alias kehamilan yang lebih lanjut dari perkiraan
- Penambahan berat badan ibu yang berlebihan selama kehamilan
- Diabetes gestasional alias glukosuria yang sudah ada sebelumnya yang menyebabkan bayi lebih besar (makrosomia)
- Bayi yang secara alami lebih besar alias lebih panjang (faktor genetik)
- Mengandung bayi kembar alias lebih
- Cairan ketuban yang terlalu banyak (polihidramnios)
- Otot perut yang lebih kendur dari kehamilan sebelumnya
- Fibroid rahim
- Variasi alami dalam corak alias postur tubuh ibu
- Bayi dalam posisi sungsang alias tidak biasa
- Kandung kemih penuh alias sembelit yang sementara meningkatkan ukuran perut seperti dikutip dari laman Pregatips.
Penyebab TFU terlalu kecil
Selain TFU yang terlalu besar, rupanya ada juga janin yang mengalami kasis TFU-nya terlalu kecil, Bun. Berikut beberapa penyebab TFU terlalu mini yang perlu Bunda ketahui:
1. Perkiraan tanggal kelahiran yang salah di mana kehamilan kurang maju dari perkiraan
2. Bayi secara alami lebih mini lantaran genetika orang tua
3. Nutrisi ibu yang jelek alias berat badan yang sangat rendah
4. Kondisi genetik alias kromosom yang memengaruhi pertumbuhan
5. Adanya masalah plasenta alias rahim yang mengurangi aliran darah dan oksigen ke bayi
6. Terdapat riwayat kesehatan ibu seperti tekanan darah tinggi, anemia, infeksi, diabetes, penyakit ginjal, paru-paru, alias jantung
7. Tipe alias corak tubuh ibu (karena beberapa wanita menunjukkan perut yang lebih mini meskipun pertumbuhannya normal).
Cara menangani TFU berasas usia kehamilan yang terlalu besar alias kecil
Berbagai langkah memang perlu dilakukan agar TFU pada janin dapat sesuai standar usia kehamilannya dan tidak terlalu besar alias terlalu kecil. Berikut beberapa penanganan TFU sesuai kasusnya ya, Bunda:
1. Penanganan TFU yang besar
- Tetap aktif
Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga selama kehamilan dapat menurunkan akibat makrosomia janin. Bicarakan dengan master mengenai kegiatan bentuk yang kondusif dilakukan untuk Bunda selama kehamilan.
- Menambah berat badan dengan hati-hati
Menambahkan berat badan selama kehamilan perlu dilakukan dalam jumlah yang standar dan tak berlebihan. Biasanya ialah sekitar 11 hingga 16 kilogram untuk orang yang mempunyai berat badan sehat sebelum kehamilan. Sementara, rang yang mempunyai berat badan lebih saat mengandung mungkin perlu menambah berat badan lebih sedikit.
- Mengelola kondisi glukosuria yang dimiliki
Jika Bunda mempunyai riwayat diabetes, berdiskusilah dengan master untuk mengelola kondisi tersebut. Menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat adalah salah satu langkah terbaik untuk mencegah masalah kesehatan selama kehamilan seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.
2. Penanganan TFU yang kecil
Pada kasus TFU yang kecil, beberapa langkah penanganan yang biasanya dilakukan ialah sebagai berikut:
- Mengonsumsi makanan sehat, seimbang, dan kaya protein
- Minum banyak air agar tetap terhidrasi
- Menghindari merokok dan minum alkohol
- Tidak melewatkan pemeriksaan kehamilan
- Mengelola stres dan mendapatkan tidur yang cukup
- Rajin melangkah kaki alias yoga
Perlu diingat bahwa kehamilan setiap orang bakal berkembang secara unik. Dan, setiap perut bakal bertumbuh secara berbeda-beda dan tidak perlu dikhawatirkan. Tinggi fundus hanyalah salah satu dari banyak tes yang dilakukan master selama kehamilan guna memastikan bayi tumbuh dengan baik.
Jangan mengkhawatirkan berlebihan ketika tinggi fundus Bunda terlalu besar alias mini lantaran master tahu yang terbaik untuk Bunda. Jadi, percayakan pada master dan pastikan Bunda tetap memberikan nutrisi terbaik untuk janin dan diri sendiri.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·