Tingkatan sabuk taekwondo menjadi salah satu perihal yang sering membikin orang tua penasaran ketika anak mulai mengikuti latihan bela diri ini. Setiap warna sabuk yang dikenakan bukan sekadar pelengkap seragam, melainkan menunjukkan tahap perkembangan kemampuan, pengetahuan, serta kedisiplinan yang telah dicapai oleh seorang siswa selama menjalani proses latihan.
Seiring bertambahnya pengalaman dan keterampilan, anak bakal melalui beragam jenjang sabuk dengan warna yang berbeda. Perubahan warna sabuk tersebut menjadi corak apresiasi atas kerja keras sekaligus motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Lalu, apa saja urutan warna sabuk dalam taekwondo dan makna yang terkandung di baliknya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Taekwondo
Mengutip dari ebook Dr. Olahraga: Menjelaskan Jenis Olahraga Olimpiade karya Reza Pahlevi, istilah taekwondo berasal dari tiga kata dalam Bahasa Korea, ialah tae yang berfaedah menendang alias menyerang dengan kaki, kwon yang berfaedah pukulan alias tinju, dan do yang berarti jalan hidup alias seni.
Secara umum, taekwondo dapat dimaknai sebagai seni bela diri yang mengandalkan teknik kaki dan tangan. Selain mengajarkan teknik bertarung, olahraga ini juga menekankan disiplin, pengendalian diri, serta pengembangan karakter para praktisinya.
Dalam taekwondo, warna sabuk berfaedah sebagai penanda tingkat keahlian dan perkembangan seorang siswa selama menjalani latihan. Kenaikan sabuk diperoleh melalui proses latihan yang konsisten, penguasaan teknik, serta dedikasi terhadap seni bela diri ini.
Mengenal sejarah tingkatan sabuk taekwondo
Sistem sabuk dalam taekwondo telah menjadi bagian krusial dari tradisi olahraga bela diri ini. Pada masa awal perkembangannya, taekwondo hanya mengenal beberapa warna sabuk utama, ialah putih, kuning, hijau, cokelat, dan hitam.
Seiring waktu, banyak sekolah dan organisasi taekwondo menambahkan warna lain, seperti oranye, biru, dan merah, untuk memberikan tahapan perkembangan yang lebih rinci bagi para siswa.
Sistem sabuk modern mulai berkembang pada awal 1940-an. Filosofinya sering diibaratkan sebagai pertumbuhan pohon alias perjalanan manusia dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan. Dalam konsep tersebut, sabuk putih melambangkan awal pembelajaran, sedangkan sabuk hitam menandakan pencapaian dasar yang telah diselesaikan setelah melalui proses latihan yang panjang.
Mengutip Way of Martial Arts, warna sabuk taekwondo tidak mempunyai standar yang sama di seluruh bumi sehingga dapat berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh organisasi yang menaunginya.
Sebagai contoh, sistem yang digunakan oleh International Taekwondo Federation (ITF) mempunyai 10 tingkatan sabuk berwarna, sebelum memasuki tingkat sabuk hitam, sedangkan World Taekwondo menerapkan jumlah tingkatan yang sedikit berbeda.
Tingkatan warna sabuk taekwondo dan artinya
Setiap warna sabuk berangkaian dengan tingkatan geup (gup) yang menunjukkan keahlian dan pengalaman taekwondo. Berikut urutan tingkatan sabuk taekwondo dari terendah sampai tertinggi.
1. Sabuk putih (geup ke-10)
Sabuk putih merupakan tingkatan awal bagi siswa yang baru memulai latihan taekwondo. Warna putih melambangkan kemurnian, kepolosan, serta kondisi seorang pemula yang belum mempunyai pengalaman dalam seni bela diri ini. Pada tahap ini, siswa mulai mempelajari dasar-dasar teknik dan filosofi taekwondo.
2. Sabuk putih dengan ujung kuning (geup ke-9)
Tingkatan ini menunjukkan bahwa siswa telah memahami pengetahuan dasar taekwondo dan mulai berkembang dari tahap pemula. Pemegang sabuk putih dengan ujung kuning biasanya mulai mempelajari pola aktivitas dasar sebagai persiapan menuju tingkat berikutnya.
3. Sabuk kuning (geup ke-8)
Sabuk kuning melambangkan tanah tempat bibit ditanam. Warna ini menggambarkan fondasi awal yang menjadi tempat bertumbuhnya keahlian seorang praktisi taekwondo. Pada tahap ini, siswa mulai mempunyai pemahaman yang lebih baik mengenai teknik dasar dan disiplin latihan.
4. Sabuk kuning dengan ujung hijau (geup ke-7)
Sabuk kuning dengan ujung hijau menandai fase perkembangan setelah siswa menguasai dasar-dasar taekwondo. Pada tingkat ini siswa mulai mempelajari teknik yang lebih kompleks sekaligus mempersiapkan diri untuk memasuki level menengah.
5. Sabuk hijau (geup ke-6)
Warna hijau melambangkan pertumbuhan, seperti bibit yang mulai tumbuh menjadi tanaman. Tingkatan ini menunjukkan bahwa keahlian dan pemahaman siswa terus berkembang dari fondasi yang telah dibangun sebelumnya.
6. Sabuk hijau dengan ujung biru (geup ke-5)
Sabuk hijau dengan ujung biru menjadi tahap peralihan menuju level menengah. Pada tingkatan ini siswa mulai menunjukkan peningkatan keahlian teknik, keseimbangan, serta pemahaman yang lebih matang terhadap latihan taekwondo.
7. Sabuk biru (geup ke-4)
Sabuk biru umumnya dianggap sebagai tingkat menengah dalam taekwondo. Warna biru melambangkan langit yang menjadi tujuan pertumbuhan sebuah pohon. Filosofi ini menggambarkan siswa yang terus berkembang dan semakin matang dalam keahlian maupun mentalitas berlatih.
8. Sabuk biru dengan ujung merah
Tingkatan ini merupakan jembatan antara sabuk biru dan sabuk merah. Siswa pada level ini mulai mempersiapkan diri untuk memasuki tahap lanjutan dengan mempelajari teknik yang lebih menantang dan memerlukan penguasaan yang lebih baik.
9. Sabuk merah (geup ke-2)
Sabuk merah melambangkan ancaman dan kewaspadaan. Warna ini menjadi pengingat bahwa keahlian yang semakin tinggi kudu diimbangi dengan pengendalian diri.
Pada tahap ini, siswa telah mempunyai pemahaman teknik yang cukup kuat dan mendekati level tertinggi sebelum sabuk hitam.
10. Sabuk merah dengan ujung hitam (geup pertama)
Sabuk merah dengan ujung hitam merupakan tingkat terakhir sebelum mencapai sabuk hitam. Siswa pada tahap ini dituntut untuk menunjukkan disiplin, kontrol diri, serta kematangan mental yang lebih baik sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
11. Sabuk hitam
Sabuk hitam melambangkan berakhirnya tahap pembelajaran dasar sekaligus awal dari perjalanan panjang menuju penguasaan taekwondo yang sesungguhnya. Berbeda dari dugaan umum bahwa sabuk hitam adalah puncak kemampuan, dalam filosofi taekwondo tingkat ini justru menjadi awal proses belajar yang lebih mendalam.
Berapa lama tingkatan sabuk taekwondo berwarna hitam bisa didapatkan anak?
Waktu yang dibutuhkan anak untuk mencapai sabuk hitam dalam taekwondo, tidak dapat ditentukan secara pasti lantaran setiap peserta mempunyai keahlian dan kecepatan belajar yang berbeda. Kemajuan menuju sabuk hitam umumnya dipengaruhi oleh beberapa aspek penting, antara lain:
- Pengetahuan (knowledge)
- Keterampilan (skill)
- Karakter (character)
Kualitas pembimbing dan metode pembelajaran juga memengaruhi perkembangan anak dalam taekwondo. Bimbingan yang tepat dapat membantu peserta lebih sigap meningkatkan keahlian dan mempersiapkan diri untuk ujian kenaikan tingkat.
Secara umum, anak dapat meraih sabuk hitam dalam waktu sekitar 3–5 tahun dengan latihan rutin sekitar empat jam per minggu. Namun, lamanya waktu tersebut dapat berbeda pada setiap anak, tergantung kemampuan, konsistensi latihan, dan patokan yang bertindak di masing-masing dojang.
Teknik dasar dalam olahraga taekwondo
Mengutip kitab Panduan Komprehensif Tes dan Pengukuran dalam Berbagai Cabang Olahraga karya Poppy Elisano Arfanda, berikut teknik dasar dalam olahraga taekwondo:
1. Seogi (Kuda-kuda)
Seogi alias kuda-kuda merupakan posisi dasar yang berfaedah menjaga keseimbangan tubuh sekaligus membentuk postur yang kuat saat bertanding.
Dengan kuda-kuda yang tepat, atlet dapat bergerak lebih stabil dan tidak mudah kehilangan keseimbangan. Beberapa jenis kuda-kuda dalam taekwondo meliputi:
- Naranhi Seogi, ialah posisi kaki sejajar
- Juchum Seogi, alias kuda-kuda duduk
- Ap Seogi, ialah kuda-kuda pendek
- Ap Koobi, ialah kuda-kuda panjang
- Dwit Koobi, kuda-kuda berbentuk huruf L
- Moa Seogi, posisi kaki rapat alias tertutup
- Dwi/Ap Koa Seogi, posisi kaki menyilang.
2. Makki (Tangkisan)
Makki adalah teknik memperkuat yang digunakan untuk menghalau alias mematahkan serangan lawan. Dalam taekwondo, terdapat beragam jenis tangkisan yang disesuaikan dengan arah datangnya serangan, antara lain:
- Arae Makki, tangkisan ke arah bawah menggunakan kepalan tangan.
- Momtong An Makki, tangkisan dari arah luar menuju bagian tengah tubuh dengan lengan bawah.
- Eolgul Makki, tangkisan ke arah atas untuk melindungi area kepala.
- Sonnal Momtong Makki, tangkisan menggunakan sisi tangan alias pisau tangan ke arah tengah.
- Batang Son Arae Makki, tangkisan bawah menggunakan telapak tangan.
- Bakkat Makki, tangkisan ke arah tengah dengan bagian dalam lengan bawah.
3. Jireugi (Pukulan)
Jireugi merupakan teknik serangan menggunakan kepalan tangan yang diarahkan ke bagian tubuh tertentu lawan. Teknik ini mempunyai beberapa variasi, yaitu:
- Yeop Jireugi, pukulan ke arah samping dengan posisi tubuh menghadap sasaran.
- Eolgul Jireugi, pukulan yang ditujukan ke area kepala.
- Arae Jireugi, pukulan yang diarahkan ke bagian bawah tubuh.
- Momtong Jireugi, pukulan ke area tengah tubuh lawan.
- Chi Jireugi, pukulan dari bawah ke atas yang umumnya mengarah ke dagu.
4. Chagi (Tendangan)
Chagi alias tendangan merupakan teknik yang paling identik dengan taekwondo. Sebagian besar serangan dalam olahraga ini memanfaatkan kekuatan dan kelincahan kaki. Beberapa jenis tendangan dasar yang umum digunakan antara lain:
- Ap Chagi (Tendangan Depan)
Tendangan lurus ke depan dengan dorongan lutut. Bagian kaki yang digunakan untuk mengenai sasaran adalah alas telapak kaki bagian depan. - Dollyo Chagi (Tendangan Melingkar)
Tendangan yang mengandalkan putaran pinggul untuk menghasilkan tenaga lebih besar. Sasaran umumnya dikenai menggunakan punggung kaki alias alas telapak kaki. - Yeop Chagi (Tendangan Samping)
Tendangan ke arah samping yang memanfaatkan dorongan kuat dari tubuh untuk menghasilkan daya serang maksimal. - Dwi Chagi (Tendangan Belakang)
Teknik tendangan dengan memutar tubuh sekitar 180 derajat sebelum menghantam sasaran menggunakan tumit. - Narae Chagi (Tendangan Kapak)
Tendangan yang dilakukan dengan mengangkat kaki tinggi lampau mengayunkannya ke bawah seperti aktivitas mencangkul. - Twio Yeop Chagi
Variasi tendangan samping yang dilakukan sembari melompat sehingga menghasilkan daya jangkau dan kekuatan lebih besar
5. Area sasaran dalam taekwondo
Dalam pertandingan taekwondo, terdapat dua area utama yang diperbolehkan menjadi sasaran serangan, yaitu:
- Badan, ialah bagian tubuh yang dilindungi pelindung dada (body protector). Serangan dapat dilakukan menggunakan teknik tangan maupun kaki pada area yang diperbolehkan sesuai peraturan pertandingan.
- Kepala, yang mencakup seluruh bagian kepala dan hanya boleh diserang menggunakan teknik tendangan.
Itulah penjelasan komplit mengenai tingkatan sabuk taekwondo dan artinya yang dapat membantu orang tua memahami olahraga bela diri ini. Semoga bermanfaat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·