Topik Obrolan yang Bisa Bikin Makin Nyambung saat First Date

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 503x dilihat
Topik Obrolan yang Bisa Bikin Makin Nyambung saat First Date

Bagikan Postingan

Sudah memilih tempat kencan, sudah menentukan outfit terbaik, tetapi ada satu perihal yang sering bikin panik: “Nanti jika kehabisan bahan obrolan gimana?”

First date memang bisa terasa menyenangkan sekaligus sedikit menegangkan, apalagi jika baru pertama kali berjumpa dan belum terlalu tahu banyak tentang satu sama lain. Sebenarnya, Anda tidak perlu menyiapkan puluhan pertanyaan agar obrolan terus berjalan.

Topik sederhana seperti makanan favorit alias kegemaran bisa menjadi awal percakapan yang kemudian berkembang ke cerita yang lebih personal. Yang penting, jangan hanya sibuk bertanya, tetapi ikut berbagi cerita agar percakapannya terasa seperti ngobrol, bukan wawancara.

Lantas, topik apa yang bisa bikin makin nyambung dan bukan canggung?

1. Makanan dan Tempat Kuliner

Ilustrasi wanita dan tempat kuliner/Freepik: senivpetro

Kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana seperti, “Kalau lagi pengin makan enak, biasanya Anda cari makanan apa?” Dari sana, obrolan bisa berkembang ke restoran favorit, makanan yang mau dicoba, sampai pengalaman kuliner yang pernah dialami.

Dilansir dari The Gottman Institute, topik ringan seperti kegemaran dan kesukaan dapat menjadi awal percakapan saat dating sebelum pembicaraan berkembang menjadi lebih dalam. Mereka juga menyarankan menggunakan pertanyaan terbuka agar musuh bicara mempunyai ruang untuk bercerita lebih banyak.

2. Hobi dan Hiburan

Ilustrasi wanita melakukan hobi/Freepik: magnific

Coba tanyakan apa yang biasanya dia lakukan ketika sedang mempunyai waktu luang. Misalnya, apakah lebih suka menonton film, mendengarkan musik, olahraga, bermain game, membaca, alias sekadar jalan-jalan.

Membicarakan kegemaran dan kehidupan sehari-hari termasuk salah satu langkah untuk mulai mengenal pasangan saat dating. Mereka juga menyarankan pertanyaan lanjutan berasas jawaban musuh bicara agar percakapan tidak terasa seperti daftar pertanyaan.

3. Perjalanan dan Liburan

Ilustrasi liburan/Freepik: magnific

Kamu bisa bertanya, “Kalau bisa liburan sekarang, Anda pengin pergi ke mana?” alias membahas perjalanan paling berkesan yang pernah dilakukan. Dari satu pertanyaan, obrolan dapat berkembang ke makanan, budaya, pengalaman lucu, hingga tempat impian.

Membicarakan pengalaman petualangan dan hal-hal baru yang pernah dilakukan dapat menjadi bahan percakapan untuk mengenal seseorang lebih jauh. Pertanyaan seperti pengalaman paling berkesan juga dapat membantu percakapan berkembang secara alami.

4. Pengalaman Menarik

Ilustrasi pengalaman menarik/Freepik: magnific

Daripada bertanya, “Kamu orangnya seperti apa?”, coba minta dia menceritakan pengalaman tertentu. Misalnya, “Apa perihal paling seru yang pernah Anda lakukan?” Setelah dia menjawab, Anda bisa ikut membagikan pengalamanmu sendiri.

Pertanyaan terbuka dan pertanyaan lanjutan dapat membantu seseorang bercerita lebih banyak tentang pengalaman, pikiran, dan perasaannya. Cara ini juga membikin percakapan terasa lebih natural lantaran Anda mengikuti cerita yang sedang dibahas, bukan sekadar beranjak dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain.

5. Pekerjaan dan Hal yang Sedang Ditekuni

Ilustrasi pekerjaan/Freepik: magnific

Tidak perlu berakhir pada pertanyaan “Kerja di mana?” Kamu bisa melanjutkan dengan pertanyaan seperti, “Bagian yang paling Anda suka dari pekerjaanmu apa?” alias “Belakangan ini lagi sibuk mengerjakan apa?”

Dilansir dari The Gottman Institute, pekerjaan termasuk salah satu topik yang dapat dibicarakan untuk mengenal pasangan lebih jauh, termasuk gimana seseorang memandang pekerjaannya dan gimana dia memandang masa depannya.

6. Impian dan Hal yang Ingin Digapai

Ilustrasi wanita menginginkan sesuatu/Freepik: magnific

Kamu tidak kudu langsung membicarakan pernikahan alias rencana hidup yang sangat serius. Coba mulai dengan, “Ada sesuatu yang mau banget Anda capai beberapa tahun ke depan?” Jawabannya bisa tentang pekerjaan, pendidikan, bisnis, traveling, keluarga, alias perihal sederhana lainnya.

Harapan dan angan termasuk topik krusial dalam membangun hubungan lantaran dapat membantu pasangan memahami apa yang dianggap krusial oleh satu sama lain. Mereka juga menekankan bahwa percakapan yang berarti tidak kudu menunggu hubungan sudah serius

Topik yang Perlu Dihindari:

Ilustrasi introgasi/Freepik: drobotdean

Yang pertama adalah membicarakan mantan sebenarnya bukan topik yang secara absolut dilarang, tetapi mengorek hubungan masa lampau secara mendalam pada first date bisa membikin suasana kurang nyaman. Kamu tidak perlu langsung bertanya argumen putus, membandingkan diri dengan mantan, alias meminta cerita perincian tentang hubungan sebelumnya.

Ada pula tentang politik, agama, keuangan, dan nilai hidup sebenarnya bukan topik yang kudu selalu dihindari, terutama jika tujuannya mencari pasangan serius. Namun, waktu dan langkah membahasnya perlu disesuaikan. Selain itu, jangan sampai first date terasa seperti wawancara kerja. Menanyakan banyak perihal secara berturut-turut tanpa memberikan kesempatan untuk bercerita bisa membikin musuh bicara merasa sedang diperiksa.

Dilansir dari The Gottman Institute, percakapan yang lebih berarti sebaiknya dibangun berasas rasa mau tahu dan kondisi yang membikin kedua orang merasa kondusif dan nyaman untuk berbagi. Karena itu, topik pribadi sebaiknya mengikuti tingkat kenyamanan masing-masing, bukan dipaksakan sejak awal.

__


Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads