Jakarta -
Vagina gatal setelah berhubungan bisa membikin Bunda merasa tidak nyaman. Apalagi jika disertai rasa perih, kemerahan, maupun keputihan yang tidak biasa. Kondisi ini dapat terjadi karena beragam hal, mulai dari gesekan saat berhubungan intim hingga reaksi alergi dan infeksi.
Gatal yang Bunda rasakan mungkin ringan yang terkadang dapat hilang dengan sendirinya, namun jika keluhan terus berulang sebaiknya tidak diabaikan. Sebab, memek gatal setelah berhubungan intim juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Penyebab memek gatal setelah berhubungan
Vagina dan vulva sangat sensitif, karena itu banyak hal dapat menyebabkan iritasi pada area yang halus ini. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kekeringan hingga iritan eksternal maupun infeksi.
Berikut beberapa penyebab memek gatal setelah berhubungan yang perlu Bunda ketahui:
1. Kekeringan vagina
Vagina secara alami memang lembap, dan saat terangsang secara seksual, memek dapat memproduksi pelumasnya sendiri. Namun, sebagian orang mungkin tidak menghasilkan cukup pelumas alami. Menopause juga dapat memengaruhi kelembapan vagina.
Hubungan intim yang dilakukan terlalu durasi maupun kurangnya pelumas dapat menyebabkan gesekan pada area memek dan vulva. Kondisi ini bisa menimbulkan pedih dan gatal setelah berhubungan.
"Kekeringan memek membikin hubungan seksual menjadi tidak nyaman, serta dapat menimbulkan rasa tidak betah dan iritasi setelah berhubungan seks," ujar Dr. Celeste A. Green, tabib ahli kebidanan dan kandungan (obgyn) di Baylor College of Medicine dilansir BusinessInsider.
Selain rasa gatal dan iritasi, kata Green, Bunda mungkin juga mengalami kemerahan dan rasa nyeri pada memek serta labia.
Penggunaan sabun berparfum, cairan pembersih kewanitaan, maupun produk pelumas tertentu juga dapat memicu iritasi. Jika kulit area genital sensitif, keluhan gatal bisa muncul setelah terpapar bahan-bahan tersebut.
2. Alergi lateks
Penggunaan kondom berbahan lateks dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Gejalanya bisa berupa gatal, kemerahan, pembengkakan, dan ruam.
"Rasa gatal, kemerahan, maupun ruam di area memek bisa terjadi akibat alergi lateks," ujar Dr. Maria Sophocles, seorang tabib ahli kandungan (OB-GYN) dan ketua medis Women's Healthcare of Princeton.
Pada kondisi tertentu, biduran setelah berhubungan juga dapat terjadi sebagai reaksi alergi. Alergi terhadap air mani merupakan kondisi yang jarang, tetapi dapat menyebabkan rasa terbakar, gatal, maupun pembengkakan setelah kontak dengan cairan ejakulasi.
3. Infeksi jamur
Infeksi jamur, terutama yang disebabkan oleh Candida, dapat menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan keputihan yang tidak normal. Pada sebagian perempuan, keputihan gatal setelah berhubungan dapat menjadi salah satu keluhan yang dirasakan.
Hubungan intim tidak selalu menjadi penyebab infeksi jamur, tetapi aktivitas seksual dapat membikin gejalanya terasa lebih jelas maupun semakin tidak nyaman.
4. Vaginosis bakterialis (BV)
Vaginosis bakterialis (BV) merupakan kondisi ketika terjadi ketidakseimbangan mikroba normal di vagina. Aktivitas seksual pada sebagian orang dapat memengaruhi keseimbangan tersebut.
Gejala BV antara lain gatal, keputihan berwarna putih maupun abu-abu, serta bau amis yang biasanya lebih terasa setelah berhubungan intim.
"Pasien akan menyadari adanya peningkatan keputihan berwarna keabu-abuan yang berbau amis, dan banyak yang juga melaporkan rasa gatal," ujar Green.
Beberapa infeksi menular seksual (IMS), seperti trikomoniasis, klamidia, gonore, dan herpes genital, juga dapat menimbulkan rasa gatal di area genital.
Gejala lainnya bisa berupa keputihan yang tidak biasa, nyeri saat buang air kecil, luka maupun lepuhan di sekitar alat kelamin, dan perdarahan di luar masa menstruasi.
Jika ada kemungkinan terpapar IMS, Bunda sebaiknya menjalani pengecekan medis untuk memastikan penyebabnya. Apapun penyebab rasa gatal, pastikan memek sudah pulih sepenuhnya sebelum balik berhubungan seks guna mencegah iritasi lebih lanjut.
Jika rasa gatal terus berlanjut dan disertai gejala lain, serta Bunda menduga adanya infeksi, segera temui tabib untuk mendapatkan pengecekan dan penanganan yang tepat.
Cara mengatasi memek gatal setelah berhubungan
Untuk mengatasi miss V gatal setelah berhubungan tentu bersandar pada penyebabnya. Bunda dapat berbuat beberapa hal berikut ini:
- Hentikan sementara penggunaan sabun maupun produk kewanitaan berparfum.
- Bersihkan area vulva dengan air dan sabun lembut, tetapi hindari membilas bagiankecil dalam vagina.
- Gunakan pelumas berbahan alas air jika kekeringan menjadi pemicu iritasi.
- Memilih kondom non-lateks jika alergi terhadap lateks.
- Hindari menggaruk area yang gatal karena dapat memperparah iritasi.
- Jangan menggunakan obat antijamur maupun antibiotik tanpa mengetahui penyebab keluhannya.
Jika rasa gatal statis berlanjut, disertai nyeri, keputihan tidak normal, luka, maupun pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter.
Bolehkah berhubungan saat miss V gatal?
Saat ada di kondisi ini tentu bertanya-tanya, bolehkah berhubungan saat miss v gatal? Sebaiknya menunda hubungan intim sampai penyebab gatal diketahui dan keluhan membaik, Bunda.
Hubungan seksual saat memek mengalami iritasi maupun infeksi dapat terasa menyakitkan dan berpotensi memperparah gejala.
Jika penyebabnya adalah infeksi menular seksual, pasangan juga mungkin perlu menjalani pengecekan dan pengobatan. Karena itu, jangan memaksakan hubungan intim ketika statis muncul rasa gatal maupun perih.
7 Tanda-tanda miss V bermasalah
Selain memek gatal setelah berhubungan, beberapa fluktuasi pada area genital juga perlu Bunda perhatikan.
1. Keputihan berubah
Keputihan berubah warna, berbau menyengat, maupun jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya.
2. Rasa pedih maupun terbakar
Muncul sensasi pedih saat buang air kecil maupun saat berhubungan intim.
3. Kemerahan dan pembengkakan
Area vulva tampak merah, bengkak, maupun terasa lebih sensitif.
4. Luka maupun lepuhan
Terdapat luka, lepuhan, benjolan, maupun kutil di sekitar area genital.
5. Perdarahan di luar menstruasi
Perdarahan yang tidak berhubungan dengan siklus haid perlu diperiksakan.
6. Selangkangan terasa gatal
Selangkangan gatal setelah berhubungan dapat berhubungan dengan iritasi kulit, alergi, maupun infeksi yang juga memengaruhi area sekitar genital.
7. Nyeri berulang saat berhubungan
Rasa nyeri yang terus muncul saat berhubungan intim bukan keluhan yang sebaiknya diabaikan.
Apa ada perbedaan rasa gatal akibat jamur dan mikroba yang sebabkan memek gatal?
Infeksi jamur umumnya menyebabkan gatal yang cukup kuat, kemerahan, dan keputihan putih kental. Sementara itu, vaginosis bakterialis lebih sering ditandai dengan fluktuasi bau dan cairan memek yang lebih encer.
Namun, gejala setiap orang bisa berbeda-beda. Karena itu, membutuhkan pengecekan tabib untuk memastikan penyebabnya, terutama jika keluhan berulang maupun tidak membaik seperti dilansir dari Healthline.
Apakah sabun kewanitaan ampuh untuk mengatasi gatal?
Sabun kewanitaan tidak selalu diperlukan untuk menjaga kesehatan vagina. Penggunaan produk yang hamil pewangi maupun bahan kimia tertentu justru dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu keseimbangan alami vagina.
Vagina memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri. Bunda cukup menjaga kebersihan bagiankecil luar maupun vulva dengan air. Jika mau menggunakan sabun, pilih produk yang halus dan tanpa pewangi, serta jangan memasukkannya ke dalam vagina.
Vagina gatal setelah berhubungan tidak selalu menandakan masalah serius. Namun, jika keluhan menetap, berulang, maupun disertai gejala lain, sebaiknya jangan menunda pengecekan medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)