Jakarta -
Bunda, pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran balang di Indonesia, termasuk melalui program vaksinasi bagi golongan berisiko tinggi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah memprioritaskan vaksinasi balang bagi orang dewasa. Pihaknya memprioritaskan vaksinasi tersebut bagi tenaga kesehatan (nakes).
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L.Rizka Andalusia, menyebut langkah ini diambil untuk melindungi garda terdepan yang berisiko tinggi tertular. Adapun sasaran prioritasnya adalah 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nah, tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam perihal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami akibat tinggi,” ujar Rizka, dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (8/5/2026).
Selain tenaga kesehatan, vaksin juga diprioritaskan untuk 28.321 master umum dan master gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia. Total kebutuhan untuk golongan prioritas dewasa ini diperkirakan sekitar 290 ribu dosis, Bunda.
Sementara itu, Rizka mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster SD sebagai langkah pencegahan penularan campak.
BPOM mengeluarkan vaksinasi campak
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia resmi memperluas penggunaan vaksin balang untuk golongan dewasa berisiko sebagai langkah pengendalian KLB balang 2026. Kebijakan ini diumumkan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam konvensi pers pada Rabu (8/4/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah BPOM melakukan pertimbangan ilmiah berbareng World Health Organization, Komite Nasional Penilai Obat, serta meninjau informasi uji klinik dan penggunaan di lapangan.
Berdasarkan hasil kajian, BPOM menyetujui penggunaan vaksin balang produksi Bio Farma untuk golongan dewasa berisiko mulai 7 April 2026.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga minggu ke-11 tahun 2026 terdapat 58 KLB balang di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi. Meski kasus menurun signifikan, pemerintah tetap memperkuat vaksinasi lantaran penularan tetap terjadi, termasuk pada golongan dewasa.
Program vaksinasi ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, dan perseorangan yang kontak erat dengan golongan rentan.
Sementara itu, Kemenkes menyebut stok vaksin balang nasional saat ini mencapai sekitar 9,8 juta dosis dan dinilai cukup untuk mendukung vaksinasi berjenjang sesuai prioritas.
Apa itu penyakit campak?
Dilansir dari laman Mayo clinic, balang merupakan penyakit umum pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang mudah menyebar melalui udara dan menempel pada permukaan.
Sebagian besar orang publik dari balang dalam waktu sekitar 10 hari. Biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.
Namun, balang bisa serius dan apalagi mematikan. Hal ini terutama bertindak untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.
Gejala penyakit campak
Gejala balang kemungkinan muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah kontak dengan virus. Gejala pertama biasanya meliputi:
- Demam, yang bisa mencapai 40 derajat Celsius
- Batuk kering
- Pilek
- Mata merah dan berair
- Lemas dan letih
- Sakit dan nyeri
- Tidak ada selera makan
- Diare alias muntah-muntah
Sekitar 2 hingga 3 hari indikasi tersebut, Bunda mungkin juga memandang bintik-bintik putih mini di dalam mulut, yang disebut bintik Koplik.
Sekitar 3 hingga 5 hari setelahnya, alias sekitar 14 hari kontak dengan virus, ruam biasanya mulai terlihat. Ruam tersebut terdiri dari bintik-bintik besar dan datar serta benjolan mini yang menonjol.
Ruam tersebut dimulai dari wajah alias leher dan menyebar ke bawah tubuh dari dada ke lengan dan kaki.
Oleh lantaran itu, vaksin balang sangat dibutuhkan untuk mencegah penularan ini, Bunda. Semoga bermanfaat, ya.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·