Jakarta -
Sebelum membawa anak untuk ikut naik gunung, ada banyak perihal yang perlu betul-betul dipertimbangkan, termasuk kesiapan bentuk dan kondisi tubuhnya. Sebenarnya, usia berapa anak boleh dibawa naik gunung, ya?
Hal ini semakin jadi perhatian setelah publik sempat dibuat gempar dengan berita seorang balita berumur 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 11 April 2026.
Dikutip dari CNN Indonesia, tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang saat itu tengah bersiaga dalam event Semarang Mountain Race langsung bergerak sigap menuju lokasi. Mereka pun segera menuju area Puncak Bondolan, tempat family tersebut berada untuk memberikan pertolongan.
Pihak Basarnas menyebut bahwa suhu tubuh balita tersebut turun drastis hingga dalam kondisi kritis, Bunda. Petugas pun langsung melakukan penanganan darurat di letak agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Kejadian ini membikin banyak orang tua kembali berpikir ulang soal kesiapan anak saat diajak berkegiatan alam seperti mendaki gunung. Lantas, usia berapa anak boleh dibawa naik gunung?
Usia berapa anak boleh dibawa naik gunung?
Menentukan usia anak untuk ikut mendaki gunung memang tidak bisa disamaratakan, Bunda. Banyak yang kudu dipertimbangkan, mulai dari kondisi fisik, cuaca, hingga pengalaman orang tua saat mendampingi.
Pengelola Basecamp Perantunan Gunung Ungaran, Dwi Purnomo, mengatakan bahwa sejauh ini belum ada patokan soal usia minimal anak untuk mendaki. Namun, anak tetap diperbolehkan selama mendapat pengawasan langsung dari orang tua yang berpengalaman.
"Kalau kita untuk anak-anak, selama ada pendampingan orang tua, awal-awal itu jika ya enggak balita banget lah maksudnya, di usia segitu sebenarnya kita enggak apa-apa, oke, dan asal orang tua itu sudah berpengalaman, sudah pernah diajak ke mana itu kan memang kita perbolehkan," kata Dwi, dikutip dari detikcom.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah sering memberikan edukasi kepada pendaki mengenai kondisi cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, perihal ini agar orang tua lebih waspada sebelum membawa anak ke gunung.
"Sebenarnya sudah kita kasih pengarahan ya bagi para orang tua yang dampingi anak itu, kan kita sudah lihat cuaca nih, cuaca akhir-akhir ini kita sudah sering mengedukasikan jika saat ini cuaca sering tidak bersahabat. Nah, sudah dikasih pengertian seperti itu," ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi menyampaikan bahwa saat ini balita sudah tidak diperbolehkan ikut mendaki di Gunung Ungaran. Ia menyebut bahwa pemisah yang lebih kondusif adalah anak usia Sekolah Dasar (SD) dengan pendampingan dari orang tua.
"Komitmennya sekarang untuk anak kecil, meskipun ada orang tuanya, jika tetap balita ya kita tidak perbolehkan lah. Paling enggak kelak di usia sudah SD dengan pendampingan orang tua itu baru kita perbolehkan," jelasnya.
Bicara soal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut menjelaskan mengenai usia anak dibawa naik gunung agar orang tua bisa lebih memahami batas serta kesiapan anak sebelum melakukan kegiatan pendakian.
Penjelasan IDAI tentang usia anak diajak naik gunung
Pembahasan soal usia anak untuk naik gunung juga dijelaskan oleh IDAI, Bunda. Ketua IDAI Jakarta, Prof. Dr. dr. Rismala Dewi, Sp.A, Subs ETIA(K), mengatakan bahwa setiap anak mempunyai kondisi yang berbeda-beda.
Namun, anak di bawah usia tertentu dinilai jauh lebih rentan saat melakukan kegiatan pendakian.
"Nah, masalahnya jika usia tergantung kesiapan semuanya gitu. Tapi pasti di bawah 5 tahun, di bawah 3 tahun itu sangat rentan," jelasnya, mengutip dari detikcom.
Ia juga menambahkan bahwa pendakian berbareng anak sebenarnya perlu adanya tahapan dan persiapan yang tepat. Orang tua yang sudah berilmu biasanya lebih mengerti tentang pencegahan yang kudu dilakukan selama perjalanan.
"Jadi, yang perlu adalah tahapannya itu seperti apa gitu, ya. Kalau orang-orang yang biasa naik gunung mungkin sebenarnya sudah punya langkah jika ada pelatihan, apalagi orang tua yang sudah melewati pelatihan-pelatihan jika membawa anaknya pasti sudah ada tindakan preventif seperti apa," tuturnya.
Berkaitan dengan ini, dr. Dewi menuturkan bahwa kondisi setiap anak berbeda, sehingga pemisah usia juga tidak bisa disamakan. Anak yang lebih rentan biasanya perlu menunggu sampai kondisinya lebih siap, Bunda.
"Setiap anak juga berbeda, jika anaknya yang memang lebih rentan mungkin kelak bakal lebih besar usianya boleh ikut (naik gunung). Kalau anak yang memang biasa itu mungkin lebih kecil," ungkapnya.
Selain itu, dia menegaskan kembali bahwa tidak ada patokan usia yang pasti untuk anak boleh mendaki gunung. Namun, anak di bawah usia 3 tahun dianggap sangat rentan, sehingga perlu perhatian ekstra dalam persiapannya.
"Jadi, enggak ada umur unik boleh umur berapa gitu. Tapi yang kudu kita tahu di bawah 3 tahun itu memang sangat rentan, jadi persiapannya kudu lebih banyak lagi. Kalau tidak bisa memenuhi itu ya jangan dahulu," ujarnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·