Jakarta -
Bagi pencinta hewan, tidur ditemani anabul mungkin sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Rasanya bilik jadi lebih nyaman dan suasana hati juga lebih tenang.
Namun ternyata, kebiasaan tidur berbareng hewan piaraan bukan sekadar soal kenyamanan. Ada sisi psikologis yang disebut bisa terlihat dari kebiasaan sederhana ini, Bunda.
Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Dr. Leah Kaylor, Ph.D., menjelaskan bahwa kebiasaan tidur berbareng hewan piaraan dapat berangkaian dengan karakter dan kebutuhan emosional seseorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidur berbareng hewan piaraan adalah kebiasaan umum yang tidak hanya mencerminkan kenyamanan dan persahabatan, tetapi juga sifat psikologis yang lebih dalam," ujar Kaylor, dikutip dari laman Parade.
"Orang mungkin mengizinkan hewan piaraan mereka berbagi tempat tidur untuk support emosional, rutinitas, kehangatan, alias rasa aman. Tetapi di luar logistik alias kasih sayang, pilihan ini dapat memberikan wawasan tentang kepribadian, style keterikatan, dan apalagi perilaku tidur," tambahnya.
Menariknya lagi, para psikolog menilai kebiasaan ini dapat menggambarkan sisi kepribadian dari seseorang. Nah, seperti apa penjelasannya? Yuk, kita simak!
10 Ciri kepribadian orang yang tidur dengan hewan peliharaan
Berikut beberapa karakter kepribadian orang yang terbiasa tidur berbareng hewan peliharaan, seperti dilansir dari Parade.
Tidak semua orang mudah merasa nyaman saat berada di posisi yang rentan, Bunda. Namun, orang yang terbiasa tidur berbareng hewan piaraan biasanya lebih bisa menerima sisi emosional dalam dirinya.
Psikolog dan penasihat media Hope for Depression Research Foundation, Dr. Michele Goldman, Ph.D., mengatakan tidur merupakan kondisi saat seseorang berada dalam keadaan paling rentan.
Karena itu, tidur berbareng hewan menunjukkan adanya rasa percaya dalam hubungan tersebut.
"Tidur berbareng orang lain, baik itu manusia alias hewan peliharaan, berfaedah kita mempunyai kepercayaan dalam hubungan tersebut dan kita dapat berada dalam kondisi paling rentan namun tetap kondusif dan terlindungi," ungkap Goldman.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh psikolog Kaylor. Menurutnya, hewan piaraan memberikan rasa nyaman, sehingga pemiliknya lebih mudah merasa kondusif secara emosional.
"Bagi banyak orang, hewan piaraan memberikan kehadiran tanpa penghakiman, menciptakan rasa kondusif secara psikologis yang memudahkan keterbukaan emosional, terutama saat beristirahat," katanya.
2. Tidak mudah risih dengan kedekatan fisik
Hewan piaraan suka sekali tidur dekat dengan pemiliknya, Bunda. Ada yang tidur di samping, memeluk kaki, apalagi mengambil sebagian tempat di kasur.
Orang yang terbiasa tidur berbareng hewan piaraan tidak mudah merasa terganggu dengan sentuhan bentuk seperti ini. Mereka justru merasa terbiasa dengan kehadiran anabul yang selalu mau dekat.
Psikolog Goldman menjelaskan bahwa kebiasaan ini menunjukkan seseorang cukup bisa menerima kontak bentuk dalam kesehariannya. Ia menuturkan bahwa pemilik hewan piaraan biasanya menikmati kedekatan tersebut.
"Tidur berbareng hewan piaraan memastikan bakal ada peningkatan kontak fisik. Hewan piaraan mempunyai kesadaran yang sangat jelek tentang ruang pribadi, dan pemilik hewan piaraan umumnya menyukai perihal ini pada hewan piaraan mereka," kata Goldman.
"Namun, disentuh secara bentuk di siang hari dan kemudian terus disentuh secara bentuk di malam hari menunjukkan toleransi yang kuat terhadap kontak fisik," lanjutnya.
3. Memiliki empati yang tinggi
Bagi sebagian orang, tidur berbareng hewan piaraan bukan hanya lantaran mau ditemani. Ada juga yang melakukannya lantaran merasa anabul mereka bakal lebih tenang saat tidur dekat pemiliknya.
Kebiasaan ini dinilai bisa menunjukkan seseorang mempunyai rasa empati yang cukup tinggi. Mereka memikirkan kenyamanan makhluk lain, termasuk hewan piaraan di rumah.
Psikolog Kaylor menjelaskan bahwa banyak pemilik hewan mengizinkan anabul tidur berbareng lantaran percaya hewan tersebut merasa lebih aman, Bunda.
"Mengizinkan hewan piaraan tidur di tempat tidur sering kali berakar dari kepercayaan bahwa hewan piaraan tersebut juga merasa lebih kondusif alias lebih senang di sana," kata Kaylor.
"Ini mencerminkan pola pikir yang empatik, pola pikir yang mempertimbangkan kebutuhan emosional orang lain, termasuk hewan, dan berupaya untuk memenuhinya," sambungnya.
4. Menghargai hubungan yang dekat dan tulus
Selanjutnya, tidur bareng hewan piaraan juga bisa menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat. Kedekatan seperti tidur berbareng kerap membikin hubungan dengan anabul terasa semakin spesial.
Perasaan empati, rasa percaya, dan kenyamanan dari kebiasaan ini membikin seseorang lebih menghargai hubungan dengan orang lain, Bunda.
5. Lebih dekat dengan hewan piaraan daripada orang lain
Ternyata, ada lho orang yang merasa lebih nyaman menghabiskan waktu dengan hewan piaraan dibandingkan dengan banyak orang. Kehadiran hewan dianggap bisa memberi rasa tenang.
Psikolog berlisensi sekaligus pembawa kegiatan Mind Matters with Dr. Michele menjelaskan bahwa sebagian pencinta hewan merasa anabul lebih bisa dipercaya dan lebih menarik daripada manusia.
"Para pencinta hewan piaraan mungkin menganggap hewan piaraan mereka lebih dapat dipercaya alias lebih menarik daripada manusia. Mereka mau hewan piaraan mereka datang saat mereka tertidur lantaran mereka dapat menceritakan kembali hari mereka tanpa dihakimi," ujarnya.
6. Merasa kesepian
Bagi sebagian orang, tidur berbareng hewan piaraan bisa membikin malam terasa lebih hangat. Kehadiran anabul di dekat tempat tidur membantu mengurangi rasa sunyi saat sedang sendiri.
Meski begitu, kita tetap perlu membangun hubungan dengan orang lain di sekitar. Jika rasa kesenyapan terasa cukup mengganggu, tidak ada salahnya Bunda mencoba berjumpa dengan orang baru.
7. Mudah stres alias resah di malam hari
Saat malam hari, sebagian orang justru lebih sering memikirkan banyak hal. Mulai dari pekerjaan, masalah pribadi, hingga perihal mini yang membikin pikiran susah untuk beristirahat.
Psikolog Kaylor mengatakan bahwa bagi sebagian orang, hewan piaraan dapat memberi rasa tenang saat sedang resah alias susah tidur.
"Bagi sebagian orang, hewan piaraan berfaedah sebagai selimut pengaman hidup yang mengurangi kewaspadaan berlebihan, terutama bagi orang-orang dengan riwayat trauma alias kesulitan tidur," kata Kaylor.
"Kehadiran mereka dapat membantu mengurangi rangsangan fisiologis dan psikologis yang mengenai dengan insomnia alias mimpi buruk, yang umum terjadi pada perseorangan dengan sensitivitas stres yang tinggi," lanjutnya.
8. Terlalu protektif
Ada orang yang merasa lebih tenang saat hewan peliharaannya tidur dekat dengan mereka. Dengan begitu, mereka bisa memastikan anabul tetap kondusif dan baik-baik saja sepanjang malam.
Kebiasaan ini juga bisa menunjukkan sifat yang cukup protektif terhadap hewan peliharaan. Sebagian orang mudah merasa cemas dan memikirkan kemungkinan jelek yang bisa terjadi pada hewan piaraan mereka.
9. Lebih elastis soal kebiasaan tidur
Orang yang tidur berbareng hewan piaraan condong lebih elastis soal patokan tidur, Bunda. Mereka tidak mempermasalahkan jika hewan piaraan bergerak, membikin suara, alias tidur dengan posisi yang berubah-ubah.
Kaylor menjelaskan bahwa kebiasaan ini menunjukkan seseorang mempunyai pendekatan yang cukup terbuka dan elastis terhadap rutinitas tidur.
"Banyak orang yang tidur berbareng hewan piaraan mereka menunjukkan pendekatan yang santuy terhadap struktur dan kebersihan tidur," ungkap Kaylor.
"Meskipun mereka mungkin menyadari bahwa tidur berbareng hewan piaraan dapat mengganggu tidur, lantaran gerakan, kebisingan, alias waktu tidur yang tidak konsisten, mereka rela mengorbankan tidur optimal demi kenyamanan emosional alias hubungan," jelasnya.
10. Mudah menyesuaikan diri dalam beragam situasi
Berikutnya, orang yang tidur berbareng hewan piaraan biasanya tidak hanya elastis saat malam hari saja. Mereka juga lebih mudah menyesuaikan diri dengan beragam situasi dalam kesehariannya.
Kebiasaan berbagi tempat tidur dengan anabul membikin mereka jadi terbiasa menghadapi perubahan saat beristirahat. Mulai dari posisi tidur yang berubah hingga agenda tidur hewan piaraan yang tidak selalu sama.
Itulah beberapa karakter kepribadian orang yang terbiasa tidur berbareng hewan peliharaan. Apakah Bunda termasuk salah satunya?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·