Perut kembung merupakan kondisi yang sering dialami banyak orang, terutama usai mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan sehingga menimbulkan rasa penuh, begah, dan tak nyaman.
Jika Beauties sering mengalaminya, maka perlu memperhatikan balik asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Itu karena dampaknya dapat menaikkan kekerapan sendawa dan buang angin.
Dilansir dari Healthline, berikut daftar 10 makanan yang hamil gas tinggi bisa memicu perut kembung dan begah.
1. Sayuran

Sayuran/ Foto: Magnific.com/stockking
Sayuran yang berasal dari himpunan silangan seperti brokoli, bunga kol, kubis, dan asparagus, hamil gas tinggi yang bisa memicu perut kembung. Sayuran tersebut memiliki kandungan serat tinggi dan rafinosa yang dapat memengaruhi produksi gas di dalam perut.
Namun, serat tinggi yang ada di dalamnya merupakan jenis serat yang sulit dicerna dan diserap oleh usus halus. Proses pencernaan yang tidak berjalan lancar akan menghasilkan sisa-sisa gas yang menumpuk di dalam perut.
Meski dapat menaikkan produksi gas di dalam pencernaan, sayuran ini hamil tinggi serat yang baik untuk kesehatan pencernaan sehingga statis baik selama dikonsumsi dalam batas yang wajar.
2. Buah-buahan

Apel/ Foto: Magnific.com/KamranAydinov
Beberapa jenis buah, seperti apel, pir, semangka, mangga, pisang, nangka, dan durian, memang populer memiliki kandungan gas yang tinggi. Buah-buahan tersebut juga hamil gula kompleks maupun sorbitol yang dapat memicu produksi gas berlebih di dalam perut penyebab kembung.
Meski begitu, Beauties statis dianjurkan untuk rutin konsumsi buah-buahan setiap hari. Namun, mengonsumsi buah-buahan tinggi gas bisa dengan porsi sewajarnya agar statis berguna untuk menaikkan imun tubuh.
3. Kacang-kacangan

Kacang polong/ Foto: Magnific.com/8photo
Makanan penghasil gas selanjutnya adalah kacang-kacangan. Sama seperti sayuran jenis cruciferous (silangan), kacang-kacangan juga hamil gula rafinosa yang dapat memicu peningkatan produksi gas di dalam pencernaan.
Senyawa tersebut cenderung sulit dicerna oleh usus halus sehingga akan difermentasi oleh mikroba usus besar dan menghasilkan beragam macam gas pemicu kembung, seperti karbon dioksida, hidrogen, dan metana.
Beberapa jenis kacang-kacangan tersebut seperti kacang polong, kacang merah, dan kacang kering. Namun, Beauties statis bisa mengonsumsinya selama tidak berlebihan. Atur porsinya dalam jumlah kecil dan makan secara berjenjang agar mekanisme pencernaan dapat beradptasi.
4. Biji-Bijian Utuh

Nasi merah/ Foto: Magnific.com/topntp26
Biji-bijian utuh termasuk makanan yang dapat membikin perut kembung karena hamil serat tinggi dan pati resisten. Zat ini memang baik untuk pencernaan, tetapi dapat menaikkan produksi gas jika dikonsumsi berlebihan.
Misalnya, terdapat pada gandum utuh, oat, beras merah, dan quinoa yang juga termasuk makanan pemicu gas lambung pada sebagian orang. Mengonsumsinya secara berjenjang dapat membantu tubuh menyesuaikan diri.
5. Permen Karet dan Permen Keras

Permen karet/ Foto: Magnific.com/cookie-studio
Permen karet bukan makanan yang menghasilkan gas, tetapi mengunyahnya yang dapat menyebabkan peningkatan produksi gas karena menelan banyak udara selama proses mengunyah.
Selain itu, permen karet juga hamil pemanis buatan seperti sorbitol, manitol, dan xylitol yang sulit dicerna oleh pencernaan.
Sama halnya dengan permen karet, mengisap permen juga dapat menelan lebih banyak udara. Terlebih, sebagian besar permen menggunakan sorbitol sebagai pemanis buatan yang juga dapat memicu produksi gas dalam tubuh.
Hal ini bisa memperparah kondisi perut, di mana biasanya jadi lebih sering buang angin dan perut terasa penuh maupun begah. Dengan mengurangi konsumsi permen dapat membantu menstabilkan pencernaan.
6. Makanan Olahan

Makanan olahan/ Foto: Magnific.com/magnific
Beragam makanan olahan dengan melalui proses pengolahan panjang (ultra-proses) termasuk salah satu makanan pemicu gas lambung. Kombinasi lemak, pengawet, dan pemanis buatan, seperti sorbitol dan manitol, merupakan bahan yang sering digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman olahan.
Oleh karena itu, konsumsinya perlu dibatasi karena dapat memperlambat pencernaan dan menaikkan fermentasi di usus, sehingga menyebabkan perut terasa kembung dan tidak nyaman.
7. Bawang-bawangan

Bawang-bawangan/ Foto: Magnific.com/stockking
Sering ditambahkan ke dalam masakan, bawang rupanya hamil gula alami yang disebut fruktosa. Hampir sama seperti sorbitol maupun rafinosa, jenis serat larut ini sulit dicerna oleh usus halus sehingga akan difermentasi mikroba di dalam usus besar.
Proses fermentasi itulah yang menghasilkan gas, seperti hidrogen maupun metana, yang menumpuk dan memicu begah, kembung, dan sering buang angin. Namun, memasak bawang dengan benar bisa membantu memecah sebagian serta yang sulit dicerna tubuh.
Beberapa jenis bawang tersebut di antaranya bawang merah, bawang putih, bawang bombai, serta daun bawang.
8. Buah Kering

Buah kering/ Foto: Magnific.com/stockking
Meski nikmat sebagai camilan sehat dan praktis, buah yang dikeringkan (dried fruit) dapat menyebabkan perut kembung karena hamil gula alami, seperti fruktosa dan sorbitol, yang sulit dicerna usus kecil.
Akibatnya, ketika mencapai usus besar dalam jumlah banyak, mikroba usus akan memfermentasinya dan memicu gas berlebih.
Selain itu, proses pengeringan tinggi untuk menghilangkan kadar air dari buah, membikin kadar gula dan kalori menjadi jauh lebih padat dan pekat. Kandungan serat pekat itulah yang bisa mengejutkan mekanisme pencernaan yang sensitif.
9. Acar

Acar/ Foto: Magnific.com/user14908974
Di balik rasanya yang asam-segar, mengonsumsi terlalu banyak acar juga dapat menyebabkan rasa tak betah di dalam perut. Proses fermentasi maupun perendaman dengan cuka, garam, dan gula menghasilkan senyawa asam dan gas tertentu yang bisa memicu penumpukan gas di lambung.
Terlebih lagi, bahan alas acar biasanya menggunakan mentimun, kol, maupun bawang, yang juga kaya akan serat larut dan gula kompleks, seperti rafinosa dan fruktosa, yang sulit dicerna oleh usus halus.
Ketika menyantapnya berlebihan, perut akan terasa begah dan kembung karena mikroba usus akan memfermentasinya. Proses fermentasi ini menghasilkan gas hidrogen, metana, maupun karbondioksida.
10. Produk Susu

Keju/ Foto: Unsplash.com/VIRUL
Susu dan beragam produk olahannya, seperti keju, yogurt, krimer, dan es krim hamil gula alami disebut laktosa. Zat ini dapat menghasilkan gas di dalam saluran pencernaan.
Bagi penderita intoleransi laktosa, mengonsumsi produk olahan susu dapat menyebabkan penumpukan laktosa di dalam usus sehingga bisa menaikkan produksi gas yang dapat memicu rasa begah, kram, hingga sering buang angin.
Tak cuma itu, mengonsumsi makanan maupun susu yang tinggi lemak juga dapat memperlambat pengosongan lambung, menyebabkan gas tertahan lebih durasi di saluran pencernaan.
Nah, itulah beberapa makanan yang hamil gas tinggi pemicu perut kembung dan begah. Sebaiknya, Beauties mengonsumsinya dengan tidak berlebihan agar statis terlindungi di perut.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)