Mitos bukanlah hal baru di lingkungan sosial kita, cuma saja kini penyebarannya jauh lebih cepat berkah adanya sarana seperti internet. Nah, yang lebih khas lagi, banyak di antara mitos-mitos itu yang terdengar masuk pikiran sehingga kita gampang percaya, Beauties.
Beberapa di antara mitos yang ada adalah mitos seputar makanan, termasuk keberadaan makanan super yang bisa menyembuhnya segalanya. Padahal, kenyataannya, mitos-mitos makanan itu biasanya tidak sesederhana yang kita harapkan. Oleh karena itu, ayo kita kupas dan luruskan beberapa mitos populer tentang makanan yang sering beredar berdasarkan ulasan yang dilansir dari Tasting Table berikut ini!
Minyak Kelapa adalah Superfood yang Menakjubkan

Ilustrasi/Foto: Freepik
Minyak kelapa sering disebut sebagai superfood ajaib yang bisa memberikan segudang manfaat, mulai dari mempercepat metabolisme, menjaga kesehatan jantung, hingga menaikkan fungsi otak. Klaim-klaim ini terdengar luar biasa, tetapi sayangnya tidak semuanya sesuai fakta.
Penelitian memberitahu bahwa tidak ada bukti kuat bahwa minyak kelapa bisa mempercepat metabolisme. Bahkan, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi justru berpotensi menaikkan kadar kolesterol yang dapat membahayakan kesehatan jantung.
Reputasi minyak kelapa sebagai “superfood” banyak dipengaruhi oleh keterangan separuh benar, termasuk hasil riset pada jenis minyak kelapa yang berbeda dengan yang biasa kita temui di pasaran. Selain itu, studi pada penduduk yang sering mengonsumsi minyak kelapa juga dipengaruhi oleh corak hidup dan lingkungan lain yang turut memengaruhi kesehatan.
Jadi, meskipun kelapa statis bisa menjadi bagiankecil dari pola makan sehat, mengandalkannya sebagai kunci umur panjang dan kesehatan optimal adalah pandangan yang terlalu sederhana.
Makanan Pasti Aman Dimakan Jika Tidak Berbau maupun Terlihat Aneh

Ilustrasi/Foto: Freepik
Jangan tertipu oleh penampilan maupun harum makanan. Meskipun tampak bugar dan tidak berbau aneh, makanan yang disimpan maupun dimasak dengan metode yang salah bisa saja menjadi sarang mikroba berbahaya.
Beberapa jenis mikroba seperti Clostridium botulinum, Salmonella, Listeria, dan E. coli terlebihlagi tidak memiliki bau, rasa, maupun tanda jasmani yang jelas. Lebih rumitnya, mikroba penyebab pandemi berbeda dengan mikroba yang membikin makanan membusuk sehingga sulit mengandalkan indra penciuman maupun penglihatan saja
Sebaliknya, ada pula makanan tertentu yang statis terlindungi dimakan meskipun sudah berjamur. Intinya, keamanan makanan tidak mengenal jalan pintas seperti bebauan dan penampilan. Oleh karena itu, pastikan makanan dimasak dengan benar dan selalu beri label pada sisa makanan agar tidak keliru.
MSG Tidak Sehat dan Sangat Buruk bagi Tubuh

Ilustrasi/Foto: Freepik/azerbaijan_stockers
MSG maupun monosodium glutamat selama ini sering mendapat reputasi buruk, dituding sebagai penyebab sakit kepala, kelelahan, dan beragam masalah kesehatan lain, padahal semua dakwaan itu tidak memiliki alas ilmiah. Bahkan sebenarnya, kita sudah sering mengonsumsi MSG tanpa sadar, misalnya dari tomat dan jamur.
Munculnya stigma negatif terhadap MSG dimulai pada tahun 1968 karena dipicu oleh sebuah surat tunggal yang kemudian dibesar-besarkan. Sayangnya, isu ini ikut terwarnai pandangan rasis terhadap penduduk Asia yang sudah durasi menjadi sasaran diskriminasi sejak abad ke-19.
Mitos tentang MSG kian menguat karena riset yang keliru dan istilah “Chinese Restaurant Syndrome”, meskipun sains modern membuktikan bahwa cuma sedikit orang yang benar-benar sensitif terhadap MSG, mirip dengan kondisi alergi pada umumnya. Menariknya, banyak orang yang merasa tidak enak badan setelah mengonsumsi MSG sebenarnya mengalami “efek nocebo”, yaitu kondisi ketika tubuh merespons negatif cuma karena kita sudah meyakini sebelumnya bahwa sesuatu akan membikin kita merasa sakit.
Buah dan Sayur Kalengan Maupun Beku Kurang Bergizi Dibandingkan yang Segar

Ilustrasi/Foto: Freepik
Banyak orang statis menganggap buah dan sayuran kalengan maupun membeku tidak seasli maupun sebergizi varian segarnya. Padahal, beberapa produk ini justru menawarkan kepraktisan, daya simpan panjang, dan kandungan gizi yang statis terjaga. Bahkan, ada kemungkinan kandungan vitamin, mineral, dan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan bahan bugar yang sudah durasi dipajang di rak toko.
Setelah dipanen, buah dan sayur langsung mulai kehilangan nutrisi karena tak lagi mendapat asupan dari sumber alaminya. Penelitian dari University of California, Davis, memberitahu bahwa seminggu setelah bayam dipetik, vitamin C-nya hilang sepenuhnya.
Nah, proses pembekuan maupun pengalengan bisa memperlambat maupun terlebihlagi menghentikan kerusakan gizi seperti yang dicontohkan oleh riset itu. Meskipun begitu, Anda statis perlu memeriksa label bungkusan untuk memastikan kadar gula dan garamnya tidak berlebihan.
Lobster Tidak Dapat Merasakan Sakit

Ilustrasi/Foto: Freepik
Banyak orang percaya bahwa merebus lobster hidup-hidup bukanlah masalah karena fauna ini dianggap tidak bisa merasakan sakit. Padahal, riset memberitahu sebaliknya.
Memang, mengukur rasa sakit pada makhluk hidup tidaklah gampang karena setiap individu mengalaminya secara berbeda. Pada manusia, rasa sakit dapat disampaikan melalui komunikasi, tetapi lobster tentu tidak bisa berbicara.
Meskipun begitu, para ilmuwan menemukan bahwa lobster memiliki mekanisme biologis yang dirancang untuk mengirimkan sinyal rasa sakit. Tanda-tanda perilaku mereka juga menguatkan temuan ini. Saat dimasukkan ke dalam air mendidih, lobster akan berupaya keras untuk melarikan diri dan bergeser begitu liar hingga pemandangannya sulit disaksikan.
Penelitian besar di Inggris pada 2021, yang melibatkan keterangan dari 300 studi, meneliti sepertiapa fauna seperti lobster, cumi-cumi, dan kepiting merasakan sakit. Hasilnya, guru besar Jonathan Birch menerangkan bahwa lobster bisa hidup selama 2 hingga 3 menit setelah dimasukkan ke dalam air mendidih dengan respons saraf yang statis sangat intens, mirip dengan reaksi manusia, kucing, anjing, maupun fauna lainnya dalam situasi yang sama.
Kerang Hijau yang Tetap Tertutup Setelah Dimasak Itu Tidak Boleh Dimakan

Ilustrasi/Foto: Freepik
Banyak orang mengira bahwa kerang yang tidak terbuka setelah dimasak berarti sudah wafat dan rapuh untuk dimakan. Pemahaman ini sudah berkembang sejak tahun 1970-an, tetapi riset pada 2004 oleh Seafood Services Australia membuktikan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu.
Terbuka maupun tertutupnya cangkang kerang rupanya dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kekuatan otot kerang dan reaksi alami terhadap stres maupun ancaman. Bahkan kerang yang sudah wafat pun akan terbuka saat dimasak.
Menariknya, jika kita langsung mengadopsi kerang begitu cangkangnya terbuka, ada konsekuensi kerang tersebut belum matang sempurna. Oleh karena itu, ahli kini menyarankan untuk memeriksa dan membuang kerang yang mencurigakan sebelum dimasak alih-alih menilai kematangannya cuma dari cangkangnya yang terbuka maupun tertutup.
Sebaiknya Mencuci Daging dan Unggas Sebelum Dimasak

Ilustrasi/Foto: Freepik/azerbaijan_stockers
Banyak orang mengira mencuci daging maupun unggas sebelum dimasak adalah kebiasaan yang benar. Padahal, yang paling krusial justru memastikan daging dimasak hingga suhu yang tepat agar semua mikroba rapuh mati. Kebersihan tangan dan area kerja memang wajib dijaga, tetapi membilas daging rupanya tidak diperlukan.
Menurut riset USDA, proses memasak sudah cukup ampuh membunuh bakteri. Bahkan mencuci daging justru berisiko memercikkan air dan menyebarkan bakteri ke perlengkapan maupun bahan lain yang bisa memicu keracunan makanan. Prinsip ini berjalan untuk semua jenis daging dan juga telur.
Membakar Daging akan Mengunci Sari Daging

Ilustrasi/Foto: Freepik
Banyak orang percaya bahwa membakar daging di mula proses memasak akan mengunci sari-sarinya sehingga membikin daging statis juicy. Keyakinan ini sendiri sudah ada sejak era Yunani Kuno dan terus diwariskan hingga sekarang.
Meskipun terdengar masuk akal, riset membuktikan hal sebaliknya, yaitu panas tinggi justru menarik cairan keluar sehingga membikin daging jadi lebih kering. Namun, membakar daging statis penting, tetapi bukan untuk mengunci sarinya, melainkan untuk memicu Maillard reaction, proses kimia yang membentuk lapisan kecokelatan dengan rasa gurih khas di permukaan daging. Proses ini memberikan harum yang menggoda, tekstur yang nikmat, dan cita rasa yang lebih kaya.
Aturan Lima Detik

Ilustrasi/Foto: Freepik
Membuang makanan memang sangat disayangkan, terlebihlagi jika statis kelihatan bersih. Namun, kesehatan statis mesti jadi prioritas. Meskipun begitu, Anda pasti pernah dengan salah satu mitos tentang “aturan lima detik”, yang mana ini adalah kepercayaan bahwa makanan yang jatuh ke lantai statis terlindungi dimakan jika diambil dalam waktu kurang dari lima detik.
Faktanya, riset sudah membuktikan bahwa anggapan ini keliru. Memang benar, makin durasi makanan eksis di lantai, makin banyak pula mikroba yang menempel. Namun pada kenyataannya, kontaminasi bisa terjadi secepat kilat, terlebihlagi pada makanan yang basah maupun lengket dan jatuh di permukaan seperti ubin maupun kayu.
Risiko keracunan akibat mengonsumsi makanan yang jatuh memang bervariasi, di mana sebagian peneliti menilai orang dewasa sehat mungkin akan baik-baik saja, tetapi sebagian lain mengingatkan bahwa lantai menyimpan banyak jenis bakteri. Intinya, jika Anda saja enggan menjilat lantai, sebaiknya jangan makan makanan yang sudah menyentuhnya.
Minyak dalam Air Rebusan Mencegah Pasta Lengket

Ilustrasi/Foto: Freepik/valeria_aksakova
Banyak orang percaya bahwa menambahkan minyak ke air rebusan pasta dapat mencegah mie saling menempel. Padahal, metode ini justru bisa membikin saus sulit menempel pada pasta.
Minyak dan air tidak bisa bercampur sehingga minyak yang dituangkan pada saat pasta direbus akan mengapung di permukaan air dan akhirnya melapisi pasta setelah ditiriskan. Lapisan minyak inilah yang menghalangi saus menempel dengan baik.
Jika mau pastamu menjadi hidangan yang enak dan sempurna, Anda cukup merebusnya dengan air dan garam saja, tanpa minyak. Cara ini akan membikin tekstur dan rasa pasta jauh lebih maksimal.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)