Bunda mencari tanaman hias tahan panas outdoor? Ada beberapa referensi tanaman hias outdoor tahan panas yang mudah perawatannya.
Menata area luar rumah dengan tanaman hias bisa menjadi langkah sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih asri dan menyenangkan. Namun memilih tanaman yang tepat menjadi perihal penting, terutama di Indonesia yang mempunyai suasana tropis dengan paparan sinar mentari cukup terik nyaris sepanjang tahun.
Kabar baiknya, Bunda tidak perlu cemas lantaran ada banyak tanaman hias outdoor yang justru tumbuh optimal di bawah sinar mentari langsung. Selain mudah dirawat, beberapa di antaranya juga mempunyai faedah tambahan, mulai dari membantu menyaring udara, mengusir serangga, hingga dimanfaatkan sebagai tanaman herbal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanaman hias tahan panas outdoor yang mudah perawatannya
Mengutip Southern Living, berikut rekomendasi tanaman hias tahan panas outdoor yang bisa mempercantik laman rumah.
1. Lavender
Lavender menjadi salah satu tanaman hias yang cocok ditanam di area terbuka lantaran menyukai sinar mentari penuh. Selama mendapatkan pencahayaan yang cukup dan media tanam mempunyai drainase baik, tanaman ini bisa tumbuh subur tanpa perlu penyiraman berlebihan.
Tak hanya menghadirkan kembang berwarna ungu yang cantik, lavender juga terkenal dengan aromanya yang menenangkan. Kandungan minyak alaminya dipercaya membantu mengusir nyamuk sehingga cocok ditanam di sepanjang pagar, teras, alias dalam pot sebagai penghias rumah.
2. Yucca
Jika Bunda menginginkan taman bergaya minimalis modern, yucca bisa menjadi pilihan menarik. Tanaman ini mempunyai daun panjang, kaku, dan runcing yang memberikan kesan tegas sekaligus eksotis.
Berasal dari daerah beriklim panas dan kering, yucca bisa memperkuat meski ditanam di tanah dengan kandungan nutrisi yang minim. Perawatannya pun tergolong mudah lantaran tidak memerlukan penyiraman terlalu sering maupun pemupukan intensif.
3. Bougainvillea
Bougainvillea alias kembang kertas merupakan tanaman yang identik dengan laman rumah di daerah tropis. Semakin banyak memperoleh sinar mentari langsung, semakin lebat pula bunga-bunganya bermekaran.
Pilihan warnanya sangat beragam, mulai dari merah, ungu, oranye, hingga merah muda yang bisa membikin laman tampak lebih hidup. Selain tahan panas, tanaman ini juga tidak memerlukan penyiraman setiap hari sehingga cocok bagi Bunda yang mempunyai kegiatan padat.
4. Bunga krokot
Meski berukuran mungil, kembang krokot bisa menghadirkan warna cerah yang mempercantik taman. Tanaman ini tumbuh sangat baik di bawah sinar mentari langsung dan tetap memperkuat meski kondisi tanah condong kering.
Kecepatan pertumbuhannya membikin kembang krokot sering dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah maupun pembatas taman. Perawatannya pun sangat sederhana sehingga cocok untuk pemula yang baru mulai berkebun.
5. Sansevieria (Lidah mertua)
Lidah mertua menjadi salah satu tanaman favorit lantaran terkenal handal menghadapi beragam kondisi lingkungan. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dalam maupun luar ruangan serta bisa menyimpan persediaan air pada daunnya sehingga tahan terhadap kekeringan.
Selain tampilannya elegan, Sansevieria juga dikenal sebagai tanaman pembersih udara alami. Kemampuannya menyerap beberapa polutan sekaligus menghasilkan oksigen pada malam hari menjadi nilai tambah bagi Bunda yang mau menghadirkan suasana rumah lebih segar.
6. Kamboja Jepang
Kamboja Jepang mempunyai kembang yang elok dengan corak unik dan warna mencolok. Tanaman ini sangat menyukai cuaca panas sehingga cocok ditempatkan di laman depan yang mendapatkan sinar mentari sepanjang hari.
Batangnya yang tebal bisa menyimpan persediaan air sehingga tetap memperkuat saat musim kemarau. Kombinasi kembang eksotis dan daya tahan tinggi menjadikan kamboja Jepang sebagai salah satu tanaman favorit untuk taman minimalis.
7. Rosemary
Rosemary bukan hanya mempercantik halaman, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. Daunnya sering digunakan sebagai ramuan masakan maupun bahan aromaterapi yang mempunyai aroma unik menyegarkan.
Tanaman ini tumbuh optimal di bawah paparan mentari penuh dan hanya memerlukan penyiraman sesekali. Aroma daunnya juga dipercaya membantu mengusir nyamuk secara alami sehingga memberikan faedah dobel bagi penunggu rumah.
8. Petunia (Bunga terompet)
Petunia menawarkan tampilan kembang yang semarak dengan corak menyerupai terompet. Aneka warna seperti merah, putih, ungu, hingga merah muda membikin taman terlihat lebih ceria.
Meski menyukai matahari, petunia tetap bisa berbunga bagus hanya dengan sekitar 5 jam paparan sinar mentari setiap hari. Untuk itulah, tanaman ini cocok menghiasi pot gantung, balkon, maupun tepian taman.
9. Agave
Sekilas agave tampak menyerupai kaktus, namun mempunyai daun yang lebih besar, tebal, dan tersusun membentuk roset. Karakteristik tersebut membuatnya bisa menyimpan air dalam jumlah cukup sehingga tahan terhadap kekeringan.
Warna daunnya yang bervariasi, mulai dari hijau keabu-abuan hingga biru keperakan, memberikan nuansa modern sekaligus eksotis. Agave sangat cocok dipadukan dengan taman batu alias konsep xeriscape yang minim penggunaan air.
10. Kuping gajah
Kuping gajah dikenal berkah daunnya yang besar dengan corak menarik sehingga bisa menghadirkan nuansa tropis pada laman rumah. Tanaman ini sebenarnya lebih menyukai kondisi lembap dan sedikit teduh.
Meski demikian, kuping gajah tetap dapat tumbuh di area yang terkena sinar mentari asalkan kebutuhan airnya terpenuhi. Selain menjadi tanaman hias, kuping gajah juga diketahui mengandung senyawa yang mempunyai sifat antiradang sehingga kerap dikaitkan dengan faedah kesehatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·