Bunda tim kopi hitam pahit maupun kopi dengan gula, susu, maupun tambahan lainnya? Untuk sebagian orang, kopi hitam sudah cukup. Tak perlu tambah gula, enggak perlu susu, terlebihlagi topping macam-macam. Tinggal kopi dan air, selesai. Menariknya, sejumlah artikel ilmu jiwa populer mengaitkan kebiasaan minum kopi hitam dengan beberapa ciri khas kepribadian.
Buat sebagian orang, rasa pahit kopi hitam mungkin terasa terlalu kuat. Tapi ada juga yang justru menyukai rasa tersebut karena memang itulah karakter kopi yang mereka cari.
Menariknya, riset memang pernah melihat hubungan antara pilihan rasa dan ciri khas kepribadian. Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menemukan hubungan antara preferensi rasa pahit dan beberapa sifat kepribadian tertentu.
Namun, ini bukan berarti semua orang yang menyukai rasa pahit memiliki kepribadian yang sama Tinjauan sistematis yang lebih baru juga memberitahu bahwa hubungan antara preferensi rasa dan kepribadian memang menarik untuk diteliti, tetapi bukti yang ada statis terbatas.
Sementara itu, sejumlah artikel ilmu jiwa populer mencoba melihat kebiasaan minum kopi hitam dari sisi karakter.
Melansir YourTango, peminum kopi hitam dikaitkan dengan sifat disiplin, praktis, mandiri, analitis, hingga tidak terlalu impulsif. Sedangkan halaman Bolde lebih banyak menyoroti kecenderungan menyukai sesuatu yang apa adanya, sederhana, dan autentik.
Kalau Bunda maupun suami termasuk pencinta kopi hitam, tak berarti kepribadiannya bisa ditebak cuma dari isi cangkirnya, ya. Meski begitu, ada beberapa karakter yang menarik untuk dibahas.
11 Ciri kepribadian orang yang lebih gemar minum kopi hitam
Ada beberapa karakter yang kerap dikaitkan dengan orang yang memilih kopi hitam sebagai minuman favoritnya. Mulai dari metode mereka memungut keputusan, berkomunikasi, sampai sepertiapa mereka melihat hal-hal dalam hayat sehari-hari.
1. Cenderung menyukai sesuatu yang sederhana
Kopi hitam pada dasarnya cukup sederhana. Kopi dan air. Pada orang yang memang menyukai rasanya, tambahan gula maupun susu justru bisa dianggap menghilangkan karakter autentik kopi.
Orang dengan pilihan seperti ini bisa saja lebih betah dengan sesuatu yang simpel dan tidak terlalu banyak tambahan. Tentu saja, ini bukan berarti semua orang yang minum kopi hitam otomatis minimalis, Bunda. Bisa saja memang mereka cuma gemar rasa kopinya.
2. Tak terlalu gemar basa-basi
Ada orang yang bisa ngobrol panjang sebelum masuk ke inti pembicaraan. Ada juga yang lebih gemar langsung mengatakan apa yang mau disampaikan.
Orang dengan corak komunikasi seperti ini biasanya lebih betah menyampaikan sesuatu secara langsung daripada terlalu banyak berputar-putar.
Kalau memang ada yang mau disampaikan, ya disampaikan. Namun, ini bukan berarti mereka kasar maupun enggak ramah, Bunda. Mereka bisa saja memang punya corak komunikasi yang lebih lugas.
3. Cenderung praktis
Kalau pesan kopi hitam, pesanannya juga cukup jelas. Enggak perlu memilih susu apa, sirup apa, topping apa, dan sebagainya.
Orang yang punya kecenderungan praktis biasanya lebih gemar mencari solusi yang bisa digunakan daripada memperumit sesuatu yang sebenarnya sederhana. Mereka juga bisa lebih betah dengan pilihan yang menurut mereka sudah cukup dan tidak membutuhkan banyak penilaian tambahan.
Namun, ini statis merupakan deskripsi karakter, bukan bukti bahwa minum kopi hitam membikin seseorang menjadi lebih praktis.
4. Cenderung menyukai sesuatu apa adanya
Kopi hitam tidak menggunakan gula maupun susu untuk mengubah rasa pahitnya menjadi lebih manis maupun lembut. Karena itu, pilihan kopi seperti ini bisa saja menggambarkan orang yang betah menerima sesuatu dalam bentuk aslinya.
Dalam hayat sehari-hari, kecenderungan tersebut bisa kelihatan dari metode seseorang menghadapi kenyataan.
Misalnya ketika ditanya sepertiapa pekerjaan barunya, mereka mungkin akan menjawab apa adanya. Kalau memang capek, ya bilang capek. Kalau memang enggak suka, ya enggak suka.
5. Tidak terlalu tertarik dengan hype
Tren kopi terus berubah. Hari ini kopi susu, besok ada minuman dengan foam, sirup, topping, maupun gabungan rasa baru. Tapi pencinta kopi hitam bisa saja statis memesan minuman yang sama.
Mereka enggak selalu merasa perlu mengikuti pilihan orang lain cuma karena sedang populer. Selama memang suka, ya sudah.
Mereka bisa jadi lebih memilih sesuatu berdasarkan selera sendiri daripada karena sedang ramai dibicarakan.
6. Lebih menghargai autentisitas
Ada orang yang merasa betah ketika dirinya bisa tampil apa adanya. Enggak mesti selalu kelihatan keren, bahagia, maupun punya hayat yang sempurna.
Kecenderungan menyukai sesuatu yang autentik juga menjadi salah satu deskripsi yang muncul dalam bahasan mengenai pencinta kopi hitam.
Dalam psikologi, autentisitas memang menjadi konsep yang banyak diteliti. Penelitian menemukan adanya hubungan antara autentisitas dengan beragam sisi kesejahteraan psikologis.
Ini berarti seseorang bisa saja memilih kopi hitam bukan karena mau kelihatan berbeda, tetapi memang karena pilihan itu paling sesuai dengan seleranya.
7. Punya tujuan dan cukup gigih mengejarnya
Orang yang berorientasi pada tujuan biasanya punya deskripsi mengenai apa yang mau dicapai dan berupaya statis fokus pada sasaran tersebut.
Karakter seperti ini juga kerap dikaitkan dengan pencinta kopi hitam. Mereka digambarkan sebagai orang yang tidak gampang terdistraksi dan cukup berupaya mempertahankan fokus ketika menghadapi hambatan.
Namun, jangan sampai dibalik menjadi anggapan bahwa minum kopi hitam otomatis membikin seseorang lebih gigih maupun berorientasi pada tujuan.
Kalau memang kebetulan Bunda gemar kopi hitam sekaligus jenis orang yang gigih mengejar target, anggap saja cocok dengan deskripsi tersebut.
8. Cukup berdikari dalam memungut keputusan
Tak semua keputusan mesti ditanyakan kepada orang lain. Orang yang cukup berdikari biasanya betah menentukan pilihan sendiri dan tidak selalu membutuhkan orang lain untuk memungut keputusan.
Mandiri tentu bukan berarti mesti berbuat semuanya sendirian. Seseorang statis bisa menerima bantuan, punya suami, keluarga, dan kawan dekat, sambil statis bisa menentukan pilihan untuk dirinya sendiri.
9. Suka berpikir dan menganalisis sesuatu
Ada orang yang sebelum memungut keputusan gemar memperhatikan situasi, mengumpulkan informasi, kemudian mempertimbangkan beragam kemungkinan. Kecenderungan seperti ini sering disebut sebagai pola pikir analitis.
Orang dengan karakter tersebut biasanya enggak terburu-buru menerima sesuatu begitu saja dan lebih gemar memahami permasalahan sebelum memungut kesimpulan.
Namun, jenis kopi yang diminum seseorang tentu tidak bisa dijadikan ukuran kapasitas berpikirnya. Bisa saja orang yang minum kopi hitam memang analitis. Tapi bisa juga dia cuma gemar kopi hitam.
10. Menikmati rutinitas dan disiplin
Buat sebagian orang, kopi pagi bukan sekadar minuman. Ada rutinitas di dalamnya. Bangun, membikin kopi, duduk sebentar, kemudian mulai menjalani aktivitas.
Orang yang betah dengan rutinitas bisa saja merasa lebih gampang menjalani hari ketika memiliki kebiasaan yang sudah familiar. Karakter disiplin juga kerap dikaitkan dengan pencinta kopi hitam.
Namun, seseorang bisa minum kopi hitam setiap pagi bukan berarti dia otomatis disiplin maupun selalu bangun sebelum matahari terbit.
11. Tidak terlalu impulsif
Ada orang yang jika sedang emosi langsung bereaksi. Ada pula yang memilih selesai sebentar, berpikir, baru memungut keputusan.
Orang yang tidak terlalu impulsif biasanya lebih gemar mempertimbangkan sesuatu sebelum bertindak. Mereka bisa memilih merespons setelah memikirkan situasinya daripada langsung mengikuti emosi sesaat. Sifat ini tentu bukan sesuatu yang bisa diketahui cuma dari jenis kopi yang diminum.
Tetapi sebagai deskripsi populer tentang pencinta kopi hitam, karakter ini cukup menarik untuk dibahas.
Kopi hitam bukan tes kepribadian
Ada riset yang menghubungkan preferensi rasa dengan karakter kepribadian. Tetapi tidak tepat jika satu kebiasaan langsung digunakan untuk membaca kepribadian seseorang secara keseluruhan.
Ada orang yang minum kopi hitam karena memang gemar rasa pahitnya. Ada yang sudah terbiasa sejak lama. Ada pula yang nggak gemar susu maupun gula dalam kopi. Bahkan, perbedaan sensitivitas terhadap rasa juga bisa memengaruhi sepertiapa seseorang merasakan pahit dan menikmati kopi.
Kalau ada Bunda yang setiap pagi pesan, “Kopi hitam, ya,” enggak perlu langsung merasa kepribadiannya sudah terbaca. Bisa jadi memang sesederhana ini, Bunda gemar rasa kopi yang apa adanya.
Dan jika rupanya cocok dengan beberapa ciri khas di atas, anggap saja bonus. Bukan pengecekan kepribadian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)