Moral berangkaian dengan kepercayaan dan nilai pribadi dalam menentukan perihal yang salah dan benar. Moral bukanlah perihal yang saklek, melainkan bisa berbeda-beda antara satu perseorangan dan perseorangan lain. Perbedaan ini bisa didasari adanya perbedaan pengalaman hidup, wawasan, alias kesulitan yang dihadapi.
Dengan adanya perbedaan tersebut, tingkat moral juga bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Ada orang yang menjalani hidup dengan prinsip moral yang kuat, ada pula yang tidak begitu kuat. Ciri orang beradab tinggi dapat dilihat dari beragam aspek kehidupan, misalnya melalui langkah seseorang bersikap kepada diri sendiri maupun orang lain.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut ini karakter orang beradab tinggi menurut psikologi. Yuk, Bunda, simak info lengkapnya.
1. Memiliki integritas yang kuat
Ciri orang dengan moral tinggi salah satunya adalah hidup dengan integritas yang kuat. Integritas ini berfaedah seseorang memegang teguh moral serta berupaya menerapkan moral tersebut dalam segala perihal yang dilakukan selama hidup.
Integritas sebagai karakter orang dengan moral tinggi telah dibahas dalam beragam penelitian. Salah satunya dalam penelitian berjudul Further Examining the American Dream: Differential Correlates of Intrinsic and Extrinsic Goals yang diterbitkan oleh Society for Personality and Social Psychology.
Dalam penelitian tersebut dipaparkan bahwa orang yang hidup dengan integritas dan memilih untuk konsentrasi pada nilai-nilai intrinsik membawa tingkat nilai diri dan kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada perseorangan yang berfokus pada nilai-nilai ekstrinsik seperti kekayaan.
Menurut Psikolog Jessica Hoehler, Ph. D, ini menunjukkan bahwa kepatuhan pada prinsip-prinsip moral dan etika berkontribusi pada kehidupan yang lebih memuaskan. Hal ini memberikan fondasi yang kuat untuk kesejahteraan secara keseluruhan.
2. Teguh pada pendirian
Hampir sama dengan poin sebelumnya, teguh pada pendirian juga menjadi karakter orang dengan moral tinggi. Pada era penggunaan media sosial yang masif ini, ada beragam tren yang muncul dan diikuti oleh banyak orang. Namun, orang yang mempunyai moral tinggi umumnya tidak mudah terbawa tren dan teguh pada pendirian dan kompas moral yang dimiliki.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University at Buffalo, para peneliti menemukan kebenaran bahwa ketika seseorang berupaya menyesuaikan diri dengan golongan yang sebenarnya tidak sependapat dengannya, tubuh mereka berada dalam ancaman kardiovaskular. Ini semacam kondisi stres, tubuh merespons seolah sedang terancam, meski secara bentuk tidak ada ancaman nyata.
Sebaliknya, ketika seseorang justru berupaya tampil beda dengan tetap mempertahankan keyakinannya di tengah golongan yang beranggapan berbeda, mereka berada dalam kondisi yang disebut challenge state, yang menurut peneliti utama, Mark Seery, digambarkan sebagai rasa antusias yang positif, bukan kewalahan.
3. Mudah Merasa Bersalah
Ketika seseorang mempunyai kompas moral yang kuat, orang tersebut secara alami dapat mempunyai rasa bersalah yang tinggi lantaran tidak bisa memenuhi standar yang ditetapkan.
Psikolog Kesehatan Klinis Marielle Collins, Ph.D. menyampaikan bahwa perihal ini berangkaian dengan proyeksi yang dirancang oleh otak. "Otak kita dirancang untuk bisa mensimulasikan pengalaman emosional orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain," ujarnya.
Meskipun terkadang rasa bersalah itu condong pada emosi negatif dan tidak nyaman, tetapi mempunyai emosi bersalah menjadi salah satu karakter orang dengan moral tinggi. Agar rasa bersalah dapat dikelola dengan baik, seseorang kudu bisa membedakan antara rasa bersalah yang sehat dan tidak sehat.
4. Tidak suka meminta bantuan
Tindakan meminta sesuatu terkadang diasumsikan sama dengan memanfaatkan orang lain, meskipun sebenarnya meminta support bukanlah perihal yang buruk. Namun, orang yang mempunyai moral yang kuat biasanya menghindari untuk terlalu banyak meminta sesuatu pada orang lain.
Profesor Psikologi di Brown University, Joachim I. Krueger, Ph.D. memaparkan alasannya. Ia beranggapan bahwa meminta support menempatkan seseorang berada di posisi lemah dan butuh pihak lain yang memberdayakan.
“Harus meminta support menempatkan Anda dalam posisi yang lemah. Kamu mengungkap defisit (yang semestinya diperbaiki oleh support itu) dan memberdayakan pihak lain untuk membikin keputusan ya-tidak,” tuturnya.
Hal tersebutlah yang biasanya dirasakan oleh orang yang mempunyai moral kuat. Mereka tidak mau berhutang sesuatu pada orang lain. Ada kalanya meminta support memang tepat, tetapi terkadang meminta support juga bisa memperlihatkan kelemahan.
5. Berani menegur orang yang salah
Ketika ada seseorang yang melakukan perilaku yang tidak layak alias menyakiti orang lain, biasanya orang dengan moral kuat tidak hanya tak bersuara saja. Berdasarkan program Harvard’s Diversity, Inclusion and Belonging program, ada dua corak teguran. Calling out adalah tindakan menarik perhatian publik terhadap kata-kata alias perilaku yang merugikan dari seseorang, kelompok, alias organisasi.
Sementara calling in adalah rayuan untuk berbincang empat mata alias dalam golongan kecil, guna menyoroti kata-kata alias perilaku yang merugikan dari seseorang alias kelompok, termasuk bias, prasangka, microaggression, dan diskriminasi.
Baik menegur secara langsung (calling out) alias secara individual (calling in), orang yang mempunyai moral yang tinggi bakal menegur orang lain saat mereka melakukan kesalahan daripada hanya bertindak dengan langkah yang menyenangkan mereka.
Terkadang rasa hormat mudah dilakukan pada pemimpin alias orang yang dianggap penting, tetapi luput dilakukan kepada orang yang kedudukannya dirasa di bawah. Namun, orang yang beradab kuat bakal mengerti sungguh pentingnya memperlakukan semua orang dengan hormat, baik itu tukang semir sepatu maupun CEO.
Cara seseorang memperlakukan orang lain jauh lebih banyak menunjukkan diri sendiri daripada orang yang diperlakukan. Misalnya, saat seseorang memperlakukan orang lain dengan tidak hormat, itu dapat menunjukkan bahwa orang tersebut berpikiran sempit dan kasar.
7. Bertanggung jawab pada diri sendiri
Ketika melakukan salah, terkadang orang lebih mudah menemukan kesalahan orang lain dibanding kesalahan diri sendiri. Namun, orang yang beradab tinggi biasanya bisa bertanggung jawab atas tindakan diri sendiri.
Saat melakukan kesalahan, orang yang mempunyai moral tinggi bertanggung jawab daripada menutupi kesalahannya, Ini menunjukkan bahwa Anda mempunyai kompas moral yang kuat.
8. Menerapkan keadilan dan kesetaraan
Menerapkan keadilan dan kesetaraan menjadi karakter orang beradab tinggi. Hal ini berangkaian dengan langkah memperlakukan semua orang dengan adil, serta memandang semua orang dengan kesetaraan.
Apabila seseorang memberikan kebaikan dan rasa hormat yang sama kepada semua orang di sekitar, ada kemungkinan besar moral orang tersebut lebih kuat daripada kebanyakan orang.
9. Tidak mempunyai ego yang berlebihan
Orang yang mempunyai moral yang kuat bakal memahami pentingnya tetap rendah hati serta tidak mempunyai ego yang berlebihan. Orang yang hidup dengan kerendahan hati daripada ego yang berlebihan bakal mempunyai kejernihan dan sikap positif yang lebih besar. Kejernihan dalam konteks ini berangkaian dengan pemahaman yang lebih jelas tentang diri sendiri.
10. Bertindak sesuai ucapan
Salah satu tanda orang yang beradab tinggi adalah bertindak sesuai ucapan. Ia tidak hanya beranggapan dirinya mempunyai moral tinggi, tetapi juga menjalankan hidupnya sesuai kompas moral yang kuat.
Hal ini menunjukkan kepada orang-orang bahwa seseorang betul-betul percaya pada apa yang dia katakan itu krusial untuk diterapkan. Ini juga menjadi tanda bahwa orang tersebut mempunyai standar moral yang sangat tinggi.
11. Selalu menepati janji
Ciri orang beradab tinggi selanjutnya adalah selalu menepati janji. Ini berangkaian dengan integritas dan kejujuran. Mengingkari janji dapat berpengaruh dalam hubungan dengan orang lain.
Demikian karakter orang yang beradab tinggi menurut psikologi. Ciri orang beradab dapat dilihat dari sikap yang dilakukan, baik sikap yang dilakukan kepada diri sendiri maupun orang lain.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)