Supaya anak laki-laki tumbuh dengan karakter yang baik hati dan peduli, ada beberapa kalimat yang bisa rutin Bunda ucapkan untuknya sejak dini. Apa saja?
Pada dasarnya membesarkan anak laki-laki bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama lantaran umumnya mereka memerlukan waktu lebih lama untuk memahami patokan dalam bersosialisasi.
Anak laki-laki perlu diberitahu bahwa menangis, merasa takut, sedih, alias kecewa adalah perihal yang wajar. Dengan memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan, Bunda dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri sekaligus bisa memahami emosi orang lain.
Jangan lupa untuk selalu memberikan contoh melalui sikap sehari-hari. Ajarkan anak untuk berani mencoba, tidak takut melakukan kesalahan, meminta maaf ketika keliru, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Demikian dikutip dari Baby Center.
Sering kali anak laki-laki 'ditahan' untuk tidak menangis, lantaran ini dianggap cengeng. Padahal kebiasaan memendam kemarahan dapat membikin mereka jadi lebih susah mengenali dan mengendalikan emosi.
Jika anak sudah tenang, Bunda bisa mengajaknya berbincang tentang apa yang dia rasakan dan apa yang membuatnya merasa demikian. Bantu anak mengenali dan memberi label pada emosinya, apakah itu sedih alias marah.
Jangan lupa juga untuk selalu menyampaikan pada anak bahwa Bunda menghargai usahanya untuk belajar mengendalikan diri. Dengan begitu, anak bakal lebih bisa menghargai emosi orang lain dan dirinya sendiri.
Kalimat yang perlu didengar anak laki-laki
Lalu apa saja kalimat-kalimat yang perlu didengar anak laki-laki agar mereka berpotensi tumbuh menjadi sosok baik hati dan peduli? Berikut penjelasannya, Bunda:
1. "Kamu luar biasa"
Dikutip dari Your Tango, mendapatkan apresiasi dari orang terdekat dapat membikin anak merasa sangat berharga.
Kalimat seperti ini juga bisa memberikan akibat positif terhadap nilai diri dan rasa percaya diri anak, terutama jika pujian tersebut diberikan dengan tulus dan spesifik.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua pujian memberikan akibat yang sama. Penelitian pada tahun 2024 menjelaskan bahwa pujian sebaiknya dikaitkan dengan tindakan dan upaya yang dilakukan anak, bukan hanya dengan identitasnya sebagai 'anak laki-laki'.
2. "Kamu berani"
Menunjukkan bahwa anak sudah berani ketika melakukan hal-hal kecil, seperti pangkas rambut alias pergi ke master gigi, dapat membantunya menguatkan diri ketika merasa takut dan sendirian.
Bahkan pada saat sudah memasuki usia remaja pun, anak laki-laki tetap mempunyai ketakutan dan kekhawatiran. Oleh karena itu, mereka juga tetap memerlukan dorongan untuk menghadapi ketakutan tersebut dan melewatinya.
Ia bakal mengingat apa yang Bunda yakini tentang dirinya dan menjadikannya kepercayaan terhadap dirinya sendiri saat perlu.
3. "Kamu pasti bisa"
Kata-kata ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, sehingga dia mau berupaya melakukan sesuatu yang perlu dipelajari, dicapai, dicoba, alias dilakukan kembali.
Mengatakan kepada anak laki-laki bahwa dia bisa melakukan hal-hal yang menantang juga dapat memberikan akibat positif terhadap kepercayaan mereka bakal keahlian dirinya.
Meski begitu, para mahir menekankan bahwa pesan tersebut perlu disampaikan secara tulus dan tidak digunakan untuk memperkuat dugaan bahwa 'anak laki-laki memang begitu'.
Terlalu mengandalkan kalimat seperti ini tanpa memberikan support emosional dan ruang untuk mengekspresikan beragam macam perasaan, justru dapat memberikan akibat negatif.
4. "Kamu boleh cerita apa saja kepada Bunda/Ayah"
Kalimat sederhana ini mengingatkan anak bahwa dia bakal selalu kondusif secara emosional berbareng Bunda. Mereka dapat mempercayai orang tua untuk mendengarkan pikiran serta perasaannya.
Penelitian yang diterbitkan oleh The Center for Male Psychology menjelaskan bahwa pendekatan seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan emosional anak laki-laki secara signifikan, sekaligus mendorong mereka untuk lebih terbuka mengenai emosi dan pengalaman yang mereka alami.
Memberikan ruang untuk berbincang tentang emosi juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, sekaligus memperkuat hubungan antara anak dan orang tua.
5. "Maaf, ya"
Sama seperti anak perempuan, anak laki-laki juga perlu mendengar orang tuanya meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai manusia, orang tua mungkin bisa kehilangan kendali dan melampiaskan emosi melalui perilaku yang kurang baik.
Nah, ketika orang tua menyadari telah melewati pemisah dan mau meminta maaf, anak pun bakal belajar melakukan perihal yang sama.
6. "Tidak apa-apa melakukan kesalahan"
Mengatakan kepada anak laki-laki bahwa setiap orang terkadang melakukan kesalahan bakal mengajarinya bahwa tidak apa-apa mencoba dan gagal. Misalnya, ketika dia tidak sengaja menumpahkan susu saat mencoba mengisi mangkuk serealnya.
Hal yang paling krusial adalah gimana dia belajar dari kesalahan tersebut dan berkembang menjadi lebih baik.
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan kesempurnaan bukanlah tujuan utama. Bunda dapat mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas kesalahannya, misalnya dengan menunjukkan di mana letak tisu agar dia bisa membersihkan susu yang tumpah.
7. "Tidak apa-apa jika Anda mau menangis"
Anak laki-laki perlu tahu bahwa setiap orang mempunyai emosi, termasuk senang dan sedih, marah dan takut. Gejolak emosi ini sangat wajar terjadi, termasuk pada anak laki-laki maupun laki-laki dewasa.
Menangis juga merupakan salah satu langkah yang dapat membantu membikin emosi terasa lebih lega.
8. "Bunda bangga padamu"
Kalimat ini adalah corak apresiasi yang sangat dibutuhkan setiap anak laki-laki, sebagai corak rasa bangga Bunda terhadap dirinya dan menerima dirinya apa adanya.
9. "Bunda bakal selalu ada untukmu"
Tak sekadar fisik, makna kalimat ini jauh lebih besar lho, Bunda. Anak mungkin belum sepenuhnya memahaminya sekarang, tetapi dia bakal mengingat bahwa Bunda pernah mengatakan perihal tersebut.
Hal ini merupakan corak agunan keamanan secara psikologis. Apa pun dinamika hubungan antara orang tua, pastikan Bunda betul-betul bersungguh-sungguh dan membuktikan kalimat ini melalui tindakan.
Orang tua memang tidak bisa dan tidak semestinya menyelesaikan semua masalah anak. Namun, Bunda bisa datang untuk membantu mereka mencari tahu gimana langkah menyelesaikan masalah tersebut sendiri.
10. "Bunda mencintaimu apa pun yang terjadi"
Untuk kalimat yang satu ini, jangan hanya mengatakannya, tetapi tunjukkan juga melalui tindakan yang nyata ya, Bunda.
Jika sudah sering diucapkan, anak lama-kelamaan dapat mulai meragukan cinta orang tua saat dia merasa alias mengetahui bahwa dirinya telah melewati batas.
Karena itu, ketika orang tua perlu memberikan akibat atas perilaku anak, sangat krusial untuk menjelaskan kenapa akibat tersebut diberikan, misalnya untuk melindungi alias mencegah sesuatu.
Jelaskan juga bahwa perilaku alias pilihan yang dia lakukan tidak mengubah rasa sayang Bunda kepadanya.
Kalimat ini membantu membujuk anak memandang situasi dari perspektif pandang orang lain. Misalnya, ketika dia tidak sengaja merebut mainan temannya, Bunda dapat bertanya, 'Kalau mainanmu diambil tanpa izin, kira-kira Anda merasa bagaimana?'.
Bukan sekadar meminta anak mengatakan maaf, tapi dengan kalimat ini Bunda juga membantu anak memahami kenapa tindakannya dapat memengaruhi emosi orang lain.
Itulah penjelasan tentang kalimat perlu didengar anak laki-laki agar mereka tumbuh baik hati dan peduli. Pastikan untuk selalu menyediakan waktu untuk datang di keseharian anak ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)