3 Bahaya Tidur Setelah Ashar

Bincang Syariah oleh Waktu baca 4 menit 70x dilihat
3 Bahaya Tidur Setelah Ashar

Bagikan Postingan

3 Bahaya Tidur Setelah Ashar
3 Bahaya Tidur Setelah Ashar

Kincai Media-Tidur telah menjadi tabiat dari setiap manusia. Bahkan, Nabi Muhammad Saw pun juga memiliki tabiat ini. Tetapi, meskipun tidur telah menjadi tabiat, kita tidak boleh sembarangan tidur. Karena, ada waktu-waktu yang tidak diperkenankan untuk tidur. Tulisan ini akan membahas pandangan Islam mengenai ancaman tidur di sore hari maupun setelah Ashar.

Ulama Islam, telah menerangkan bahwa tidur di sore hari memiliki akibat yang tidak baik pada kesehatan mental kita. Nah, berikut adalah beberapa akibat buruk dan ancaman tidur di sore hari setelah Ashar:

1. Hilangnya Akal

Sebab tidur di sore hari, pikiran kita akan terganggu maupun tidak berguna semestinya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku al-Adzab al-Syar’iyyah, juz III, halaman 285:

ويكره النوم بعد العصر للخبر أنه يختلس عقله.

“Dan dimakruhkan tidur setelah ashar, karena ada histori Nabi yang menerangkan kemakruhannya. Dan karena tidur setelah ashar dapat menggelapkan akal.”

Hal yang paling memungkinkan kenapa berakibat kepada pikiran kita adalah bahwa waktu sore hari bukan waktu yang tepat untuk mengistirahatkan otak. Jadi, jika kita tidur maka akan berakibat kepada kesehatan otak. Pada biasanya bekerja, tetapi dibuat istirahat oleh kita.

Selain itu, melihat arti harfiah dari ihktalasa yang artinya menggelapkan, maka aku berkesimpulan bahwa ketika seseorang tidur di sore hari, akalnya akan kesulitan dalam mencerna suatu permasalahan maupun sulit menemukan suatu ide.         

2. Menimbulkan sikap was-was

Sebagaimana dijelaskan dalam buku al-Muhadharat wa al-Muhawarat, halaman 122:

وأخرج عن مكحول أنه كان يكره النوم بعد العصر, وقال يخاف على صاحبه منه الوسواس.

“Dan mengeluarkan (Waqi’) dari Makhul bahwa makruh hukumnya tidur setelah ashar, dan ia mengatakan jika statis tidur setelah ashar maka akan menimbulkan was-was.”

Dalam buku al-Majmu’ Syarah al-Muhaddzab,juz 9, halaman 343, Imam Nawawi menganalogikan tentang was-was yaitu:

ولو إمتنع من أكل طعام حلال لكونه حمله كافر أو فاسق بالزنا أو بالقتل ونحوه لم يكن هذا ورعا بل هو وسواس

“Seandainya ada orang yang enggan untuk memakan suatu makanan yang sudah jelas halal. Lantaran cuma dibawa oleh orang kafir maupun orang fasik dengan zina maupun membunuh maka hal itu bukanlah disebut sebagai sikap yang wara’, melainkan was-was.”

Dari perumpamaan beliau tentang was-was bahwa ia memiliki sikap yang kurang percaya, padahal sudah jelas-jelas sesuatu yang ia miliki halal. Ini berhubungan dengan poin yang pertama yaitu ketika seseorang tidur setelah ashar, akalnya akan terhalangi maupun digelapkan. Maka, mengenai akalnya tidak bisa berpikir jernih, ia was-was akan hal yang sudah jelas. 

3. Menyebabkan pandemi mabuk dan pandemi gila

Sebagaimana dijelaskan dalam buku al-Tadzkiroh al-Hamduniyyah, juz II, halaman 245:

والنوم على أنواع ثلاثة: نومة الخرق….ونومة الخلق….ونومة الحمق: النوم بعد العصر, لا ينامها إلا سكران أو مجنون.

“Tidur ada tiga macam: Tidur al-Khorq….tidur al-Kholq….dan tidur al-Humq: yaitu tidur setelah ashar, yang mana cuma orang mabuk dan edan tidur setelah ashar.”

Dalam buku al-Najmu al-Wahhaj fi Syarh al-Minhaj, juz I, halaman 269 dijelaskan bahwa:

الجنون, وهو: مرض يزيل الشعور من القلب, مع بقاء القوة والحركة في الأعضاء.

“Gila adalah sebuah pandemi yang menghilangkan persepsi dari hati, disamping tetapnya kekuatan dan pergerakan pada personel badannya.”

Berdasarkan klarifikasi itu, seseorang yang tidur setelah ashar, akan menderita pandemi gila. Karena, sekali lagi ini berhubungan dengan poin pertama yang berakibat pada akal. Maka, orang yang edan hatinya tidak memiliki persepsi dan dari hati inilah kemudian juga memberi respon negatif pada akal, yaitu juga tidak memiliki persepsi.

Mengenai mabuk, juga dijelaskan dalam buku al-Najmu al-Wahhaj fi Syarh al-Minhaj, juz I, halaman 269 bahwa:

السكر وهو خبل في العقل, مع طرب, واختلاط نطق.

“Mabuk adalah rusaknya akal, disamping merasakan keriangan, dan bicaranya tidak jelas.” 

Berdasarkan arti mabuk ini maka juga sesuai dengan akibat pertama tadi (berdampak pada akal). Artinya, dengan seseorang tidur setelah ashar, maka akan gampang mabuk.

Dampak Lain Bahaya Tidur Setelah Ashar

Selain akibat 3 di atas, tidur setelah ashar secara kesehatan jasmani juga berakibat negatif. Sebagaimana dijelaskan oleh website hellosehat.com bahwa tidur setelah ashar memiliki empat akibat negatif: 

Pertama, ritme sirkadian, yaitu jam biologis maupun agenda alami tubuh untuk mengatur waktu tidur dan beraktivitas. Jika ritme sirkadian terganggu maka salah satu efeknya adalah terjangkit obesitas. Kedua, insomnia. Seseorang yang tidur setelah ashar akan mengalami pandemi insomnia. Yaitu pandemi sulit untuk tidur malam. 

Ketiga, peningkatan konsekuensi pandemi kronis. Penyakit ini mencakup pandemi kencing manis jenis dua, pandemi jantung, hingga depresi. Keempat, penurunan fungsi kognitif. Termasuk dari fungsi kognitif ini adalah gangguan fokus dan daya ingat kita yang melemah.

Dengan demikian, marilah kita hindari tidur setelah ashar, agar kesehatan mental dan jasmani kita selalu sehat. Ketika jasmani dan mental sudah sehat maka, untuk beraktivitas tidak akan lemas, dan sebaliknya, akan semangat dalam menjalani aktivitas keseharian kita. Sekian, klarifikasi tentang akibat tidur setelah ashar.

Demikian klarifikasi akibat ancaman tidur setelah Ashar menurut ulama. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam. [Baca juga: Apakah Benar Tidur Setelah Shalat Ashar Dilarang?]

Artikel Lainnya Bincang Syariah
↑
Close Right Ads
Close Left Ads