3 Nasihat Nabi Isa yang Diabadikan Para Ulama Turun Menurun, Pengingat Sepanjang Masa

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 98x dilihat
3 Nasihat Nabi Isa yang Diabadikan Para Ulama Turun Menurun, Pengingat Sepanjang Masa

Bagikan Postingan

Kincai Media, JAKARTA— Dalam beragam nasihatnya, Nabi Isa AS mengajarkan pelajaran bermutu tentang sepertiapa menjalani hayat dengan bijaksana.

Manusia diingatkan agar tidak terpedaya oleh berkilau bumi yang fana, tidak gampang menghakimi kesalahan orang lain, serta senantiasa menjaga hati dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Nasihat-nasihat tersebut membujuk kita untuk lebih mawas diri, menyadari kekurangan sebagai manusia, dan tidak membiarkan urusan bumi melalaikan kita dari mengingat Allah.

Sebab, kebahagiaan sejati tidak cuma diukur dari apa yang berhasil diraih di dunia, tetapi juga dari kejernihan hati, kerendahan diri, dan kedekatan kita kepada Allah SWT sebagai bekal menuju hayat akhirat.

Berikut ini tiga nasihat Nabi Isa AS yang diabadikan para ulama dalam sejumlah karya mereka:

Pertama, celakalah orang yang statis terikat dengan dunia, kenapa mereka tidak belajar dari orang-orang yang telah pergi?

Pada suatu hari, Nabi Isa AS sedang berjalan. Tiba-tiba, beliau melihat seorang perempuan tua yang ompong, tidak memiliki gigi, tetapi mengenakan beragam macam perhiasan.

Nabi Isa AS pun bermaksud menutupi wajahnya agar tidak melihat perempuan tersebut. Namun, perempuan itu berkata, “Singkaplah wajahmu! Aku bukanlah seorang perempuan, melainkan dunia.”

Nabi Isa AS bertanya, “Apakah engkau memiliki suami?”

Perempuan itu menjawab, “Aku memiliki banyak suami.”

Beliau balik bertanya, “Apakah mereka semua menceraikanmu?”

Perempuan itu menjawab, “Tidak. Aku justru telah membunuh mereka semua.”

“Apakah engkau berduka atas kematian salah seorang dari mereka?” tanya Nabi Isa AS.

Perempuan itu menjawab, “Merekalah yang berduka karena diriku, sedangkan aku tidak berduka atas kepergian mereka. Mereka menangisiku, sementara aku tidak menangisi mereka.”

Nabi Isa AS kemudian berkata:

بُؤْسًا لأَزْوَاجِك الْبَاقِينَ، كَيْفَ لا يَعْتَبِرُونَ بِالْمَاضِينَ؟ كَيْفَ تُهْلِكِينَهُمْ وَاحِدًا وَاحِدًا وَلَا يَكُونُونَ مِنْكِ عَلَى حَذَرٍ

“Celakalah para suamimu yang statis tersisa! Mengapa mereka tidak memungut pelajaran dari orang-orang yang telah mendahului mereka? Bagaimana engkau membinasakan mereka satu demi satu, tetapi mereka tidak juga berjaga-jaga terhadapmu?”

Kisah ini dinukilkan Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Al-Zuhd, Imam al-Ghazali dalam Ihya, dan Ibn al-Qayyim dalam Wa’dat ash-Shabirin wa Dzakhirat asy-Syakirin.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads