Doa Saat Merasa Kesepian dari Imam An-Nawawi

Bincang Syariah oleh Waktu baca 3 menit 70x dilihat
Doa Saat Merasa Kesepian dari Imam An-Nawawi

Bagikan Postingan

 Tuntunan dari Imam An-Nawawi
Inilah Doa Saat Merasa Kesepian: Tuntunan dari Imam An-Nawawi

Kincai Media– Inilah doa kesunyian yang dianjurkan dibaca oleh Imam An-Nawawi. Kesepian adalah bagiankecil dari pengalaman hidup manusia. Di era modern, ironisnya, ketika manusia semakin terhubung melalui teknologi, banyak yang justru merasa kosong, asing, dan sepi dalam batinnya.

Imam An-Nawawi, dalam buku Al-Adzkar mengatakan kondisi ini sebagai wahsyah, yaitu keadaan ketika hati terasa jauh dari ketenangan, dihantui rasa sepi tanpa karena yang jelas. Dalam Islam, rasa kesunyian tidak dibiarkan tanpa penawar.

Lebih jauh, Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar, memberikan tuntunan elok bagi siapa pun yang dirundung kesunyian. Doa-doa tersebut berasal dari hadis-hadis Nabi yang sahih dan telah diamalkan oleh para sahabat.

Imam An-Nawawi mengutarakan sebuah doa yang diajarkan Rasulullah kepada sahabatnya, Al-Walīd bin Al-Walīd radhiyallāhu ‘anhu, ketika ia mengadukan rasa wahsyah (kesepian). Doa ini hamil permohonan perlindungan kepada Allah dari segala gangguan lahir dan batin.

 أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، ومن هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ

A‘ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min ghadlabihi wa ‘iqābihi wa syarri ‘ibādihi, wa min hamazātisy-syayāthīn wa an yaḥḍurūn.’


Artinya; ‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari hukuman-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan-godaan iblis serta kedatangan mereka.’(Imam An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawiyah, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1994 M), halaman 127).

Tidak cuma doa, Rasulullah juga mengajarkan zikir untuk menghilangkan rasa kesepian. Riwayat ini disebutkan Imam An-Nawawi dalam bab yang sama. Simak klarifikasi berikut;

وروينا فيه عن البراء بن عازب رضي الله عنهما قال: ” أتى رسولَ الله صلى الله عليه وسلم رجلٌ يشكو إليه الوحشة، فقال: أكْثِرْ مِنْ أنْ تَقُولَ: سُبْحانَ المَلِكِ القُدُّوسِ ربِّ المَلائِكَةِ والرُّوحِ، جللت السموات والأرض بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ، فقالها الرجلُ فذهبتْ عنه الوحشة

Artinya; Dan kami meriwayatkan pula dalam buku itu, dari Al-Barā’ bin ‘Āzib radhiyallāhu ‘anhumā, ia berkata: “Seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ mengadukan rasa kesepiannya. Maka beliau bersabda:

‘Perbanyaklah membaca: Subḥānal-Maliki al-Quddūs, Rabbil-Malā’ikati war-Rūḥ. Jal-lalta as-samāwāti wal-arḍa bil-‘izzati wal-jabarūt.’ Maka lelaki itu pun mengucapkannya dan hilanglah rasa sepinya.”

Lantas kenapa Zikir menjadi penawar kesepian? Ulama tasawuf menerangkan bahwa kesunyian sering muncul ketika hati merasa jauh dari Allah. Zikir dan doa bekerja sebagai penghubung batin, yang mengisi ruang kosong di dalam dada dengan cahaya kedekatan spiritual.

Rasa sepi yang menyesakkan sering kali bukan berasal dari ketiadaan orang lain, tetapi karena lemahnya hubungan ruhani dengan Sang Pencipta. Ketika lidah berdzikir dan hati tunduk, seseorang merasakan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh dunia.

Untuk itu, kesunyian adalah gejala manusiawi, tetapi Islam memiliki solusi yang halus dan dalam. Imam An-Nawawi tidak cuma menuliskan doa, tetapi juga merangkum pengalaman ruhani para sahabat Nabi yang telah merasakan langsung obatnya.

Semoga Allah menghilangkan wahsyah dari hati kita, dan menggantinya dengan ketenteraman, kedekatan, dan keteguhan iman. Wallahu a’lam.

Artikel Lainnya Bincang Syariah
↑
Close Right Ads
Close Left Ads