3 Cara Mengenali Ginjal Bermasalah dari Rumah

Jul 13, 2026 11:05 AM - 1 bulan yang lalu 19429

Mengenali tanda-tanda ginjal bermasalah dapat membantu Bunda mencari perawatan medis tepat waktu dan menghindari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Ginjal memainkan peran krusial dalam menyaring limbah, menyeimbangkan cairan, dan mengatur tekanan darah. Namun, banyak orang tidak menyadari ada sesuatu yang salah sampai kerusakannya sudah parah.

Kabar baiknya, tubuh bakal memberikan peringatan lembut sebelum penyakit menjadi serius. Dengan begitu, Bunda dapat mengatasi masalah kesehatan ini dengan lebih sigap dan tepat.


3 Cara mengenali ginjal bermasalah di rumah

Jika seseorang menderita penyakit ginjal kronis alias dicurigai ada kerusakan ginjal, perangkat uji albumin dan perangkat kajian urine rumahan yang terhubung dengan ponsel tersedia untuk memeriksa kegunaan ginjal di rumah.

Dilansir MedicineNet, berikut beberapa tes yang mungkin dapat Bunda lakukan untuk mengenali ginjal bermasalah:

1. Tes urine sederhana

Biasanya, albumin tidak terdapat dalam urine. Kit tes ini praktis dan dapat mendiagnosis albuminuria secara akurat. IQ (adanya albumin dalam urine), yang merupakan tanda kerusakan ginjal.

Seseorang dapat mencatat tingkat albuminuria dan merencanakan kunjungan ke master sesuai dengan kondisi tersebut.

2. Perangkat kajian urine rumahan yang diaktifkan oleh ponsel

Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan tes kajian urine di rumah dan membagikan hasilnya dengan dokter.

3. Gejala klinis

Seperti warna urine, adanya darah, alias aroma tak sedap, dan edema tubuh secara umum, dapat dipantau berbarengan dengan pengukuran tekanan darah secara berkala.

Gejala penyakit ginjal

Gejala penyakit ginjal kronis condong berkembang perlahan dari waktu ke waktu. Hilangnya kegunaan ginjal dapat menyebabkan penumpukan cairan alias limbah dalam tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan penumpukan asam, kalium, dan fosfat dalam darah.

Gejala penyakit ginjal sering kali tidak jelas. Sebagian besar penderita penyakit ginjal tidak menunjukkan indikasi hingga stadium akhir penyakit ginjal. Ini dikenal sebagai penyakit ginjal lanjut.

Ketika penyakit ginjal kronis menjadi stadium lanjut, hilangnya kegunaan ginjal dapat menyebabkan beberapa perihal berikut ini:

1. Selalu merasa lelah

Dilansir WebMD, ginjal menyaring limbah dari darah dan membuangnya melalui urine. Ketika ginjal tidak berfaedah dengan baik, racun dapat menumpuk.

Salah satu tanda umum adalah kelelahan. Mungkin pasien bakal merasa lemas, lemah, alias kesulitan berkonsentrasi. Ginjal menghasilkan hormon yang memberi tahu tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Jika mempunyai lebih sedikit sel darah merah, darah tidak dapat mengantarkan oksigen sebanyak yang dibutuhkan ke otot dan otak.

2. Kurang tidur

Penelitian menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara apnea tidur dan penyakit ginjal kronis, yang seiring waktu merusak organ tubuh dan dapat menyebabkan kandas ginjal.

Apnea tidur dapat merusak ginjal sebagian dengan mencegah tubuh mendapatkan oksigen yang cukup. Penyakit ginjal kronis pada gilirannya dapat menyebabkan apnea tidur dengan mempersempit tenggorokan, penumpukan racun, dan langkah lainnya.

3. Kulit gatal

Hal ini dapat terjadi jika ginjal tidak dapat membuang racun dan menumpuk di dalam darah. Itu menyebabkan kulit ruam alias gatal di seluruh tubuh.

Seiring waktu, ginjal mungkin tidak bisa menyeimbangkan mineral dan nutrisi dalam tubuh. Hal ini menyebabkan penyakit mineral dan tulang, yang dapat membikin kulit menjadi kering.

4. Wajah dan kaki bengkak

Ketika ginjal tidak dapat membuang natrium dengan baik, cairan bakal menumpuk di dalam tubuh. Hal itu dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, pergelangan kaki, tungkai, alias wajah.

Bunda mungkin bakal memandang pembengkakan terutama pada kaki dan pergelangan kaki. Protein yang bocor melalui urine dapat terlihat sebagai pembengkakan di sekitar mata.

5. Kram otot

Kram pada kaki dan bagian tubuh lainnya bisa menjadi tanda kegunaan ginjal yang buruk. Keseimbangan kadar natrium, kalsium, kalium, alias elektrolit lainnya dapat mengganggu langkah kerja otot dan saraf.

6. Tidak nafsu makan

Penyakit ginjal juga dapat menyebabkan mual alias muntah dan gangguan perut. Hal itu dapat membikin Bunda kehilangan nafsu makan. Terkadang, bisa menurunkan berat badan.

7. Sesak napas

Ketika menderita penyakit ginjal, organ tidak memproduksi cukup hormon yang disebut eritropoietin. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah.

Tanpa hormon tersebut, Bunda bisa mengalami anemia dan merasa sesak napas. Penyebab lainnya adalah penumpukan cairan. Bunda mungkin bakal kesulitan bernapas.

Kapan kudu menemui dokter?

Jika mempunyai kondisi kesehatan yang terus-menerus meningkat akibat penyakit ginjal, master mungkin mau memantau kesehatan ginjal. Tekanan hipertensi yang berkepanjangan, diabetes, alias penyakit autoimun seperti lupus dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Pemeriksaan rutin untuk memantau seberapa baik kegunaan ginjal dapat mencakup tes darah dan tes untuk memeriksa protein dalam urine.

Bunda mungkin bisa menemui master setiap 6 hingga 12 bulan untuk tes-tes tersebut. Jika hasil tes menunjukkan kemungkinan masalah ginjal, Bunda bakal dirujuk ke master ahli dalam penyakit ginjal.

Nah, itulah langkah mengenali masalah ginjal di rumah hingga beberapa gejalanya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya