Tubuhnya Ditembus Panas Tiga Kali, Abbad Bin Bisyr Enggan Memutus Bacaan Alquran Saat Sholat

Jul 13, 2026 08:16 PM - 1 hari yang lalu 1643

Kincai Media ,JAKARTA -- Tindakan heroik Abbad bin Bisyr bin Waqasy dalam Perang Dzaturriqa menjadi salah satu kisah yang paling dikenang dalam sejarah Islam. Kisah tersebut diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah al-Anshari melalui sanad Ibn Yasar dari Uqail bin Jabir.

Jabir menceritakan, ketika Rasulullah SAW dan para sahabat berada dalam Perang Dzaturriqa, seorang wanita musyrik terkena anak panah yang dilepaskan oleh salah seorang pasukan Muslim. Setelah pertempuran usai dan Rasulullah SAW kembali ke tempat peristirahatan, suami wanita tersebut mengetahui apa yang menimpa istrinya. Ia pun sangat marah dan berjanji tidak bakal berakhir hingga sukses melukai salah seorang sahabat Nabi hingga darahnya tertumpah.

Malam itu, suami wanita musyrik diam-diam mencari tempat Rasulullah SAW dan para sahabat bermalam.

Sebelum beristirahat, Rasulullah SAW berkata, "Siapa yang bersedia berjaga malam ini?"

Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyr segera menjawab, "Kami, wahai Rasulullah."

Rasulullah kemudian memerintahkan keduanya berjaga di pintu masuk sebuah lembah (Syi'ib), tempat kaum Muslimin bermalam.

Sesampainya di lokasi, Abbad bertanya kepada Ammar, "Engkau mau berjaga pada awal malam alias akhir malam?"

Ammar menjawab, "Aku berjaga pada akhir malam." Setelah itu Ammar berebahan dan tertidur, sedangkan Abbad mulai berjaga sembari mendirikan shalat sunnah.

Pada saat itulah suami wanita musyrik tersebut menemukan Abbad yang sedang intens shalat. Melihat kesempatan itu, dia segera melepaskan anak panah yang mengenai tubuh Abbad.

Meski terluka, Abbad tidak membatalkan shalatnya. Ia hanya mencabut anak panah yang menancap di tubuhnya lampau melanjutkan bacaannya.

Lelaki itu kembali memanah untuk kedua kalinya. Anak panah kembali mengenai tubuh Abbad. Namun, Abbad tetap melanjutkan shalatnya.

Untuk ketiga kalinya, anak panah dilepaskan dan kembali mengenai tubuh Abbad. Setelah mencabut anak panah tersebut, Abbad menyelesaikan shalatnya dengan rukuk dan sujud, kemudian membangunkan Ammar seraya berkata, "Bangunlah, ada seseorang datang."

Ammar terkejut memandang tubuh sahabatnya bergelimang darah. Ia berkata, "Subhanallah! Mengapa engkau tidak membangunkanku ketika terkena panah pertama?"

Selengkapnya