Konflik As-iran Kembali Memanas, Ketum Pbnu: Hentikan Kekerasan!

Jul 14, 2026 05:56 PM - 10 jam yang lalu 482

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berpidato saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Munas dan Konbes tersebut diantaranya memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026 dengan letak yang tetap menunggu keputusan resmi PBNU.

Kincai Media ,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyerukan agar seluruh masyarakat internasional mendesak penghentian kekerasan. Karena, bentrok yang terjadi telah membikin susah seluruh bangsa.

Hal ini disampaikan Gus Yahya seiring meningkatnya eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS). Kedua negara saling melancarkan serangan rudal dan drone sepanjang akhir pekan hingga Senin (13/7/2026). 

"Saya juga sejak awal menyerukan masyarakat internasional seluruhnya untuk berkonsollidasi mendesak semua pihak menghentikan kekerasan," ujarnya saat konvensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

"Saya mau menyampaikan masyarakat internasional dan pemimpin bumi untuk berbincang kepada kedua belah pihak," ucapnya.

Ia meminta agar Amerika Seikat dan Israel menghentikan kekerasan yang selama ini diperbuat mereka lantaran merugikan masyarakat internasional. Ia pun meminta bumi Islam, Arab, dan Timur Tengah untuk juga mengusung perdamaian demi keselamatan dan kemaslahatan bersama.

"Marilah kita bicara tentang perdamaian, keselamatan, dan kesejahteraan bersama," katanya.

"Hentikan kekerasan sekarang juga! Semuanya kudu berakhir dari kekerasan yang selama ini diperbuat!" ucapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan pertemuannya dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk memberikan penghormatan terhadap pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagaiman dipesankan Presiden Prabowo Subianto, dia menyampaikan angan agar ke depan persoalan yang dipertentangkan di dalam bentrok diproses melalui jalan tenteram di meja perundingan. 

"Itu yang kami sampaikan," katanya.

Namun, menurut Gus Yahya, Ketua Parlemen Iran Ghalibaf belum bisa serta merta mengiyakan angan Indonesia ini. "Tetapi jelas ini perlu iktikad dan inisiatif dari kedua belah pihak, perlu inisiatif dua arah," kata Gus Yahya.

Selengkapnya