Jakarta -
Setiap orang mempunyai langkah berbeda dalam bersikap di tengah lingkungan sosial. Ada orang yang senang mendapat perhatian, ada pula yang justru lebih suka berada di kembali layar lantaran menyukai ketenangan.
Orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian biasanya merasa kewalahan ketika semua mata tertuju padanya. Orang-orang ini bahkan dapat melakukan sesuatu yang tak biasa untuk memastikan tetap berada di luar sorotan.
Tanda seseorang tidak suka menjadi pusat perhatian biasanya dapat dilihat dari kebiasaannya sehari-hari. Memahami tanda-tanda ini bisa sangat krusial untuk membantu kita berkomunikasi dengan orang tersebut.
Tanda-tanda orang yang tidak suka jadi pusat perhatian
Dikutip dari laman Your Tango, berikut tanda orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian dari kebiasaan sehari-hari:
1. Meremehkan prestasi sendiri
Banyak orang senang dirayakan atas kerja keras mereka, tetapi orang-orang yang suka menonjol tidak merasakan perihal yang sama. Mereka bakal menghindari untuk memberi tahu orang lain tentang prestasi mereka agar tidak kudu menghadapi perhatian yang menyertai seremoni tersebut.
Jika orang lain mengetahuinya, maka mereka bakal meremehkan sungguh pentingnya perihal itu. Jika mereka mendapat kenaikan gaji, mereka bakal berpura-pura seolah itu adalah pencapaian biasa dan semua orang mendapatkannya. Hal itu dilakukan untuk mencegah orang lain menyadari pentingnya momen tersebut.
2. Suka mengenakan busana dengan warna netral
Orang condong kurang diperhatikan berasas busana yang mereka kenakan. Jika seseorang mengenakan pemimpin yang sangat cerah, mereka lebih mungkin menarik perhatian daripada jika mereka mengenakan warna netral. Itulah kenapa warna netral menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang menghindari perhatian.
Orang-orang ini pada dasarnya berlindung di tempat yang terlihat jelas setiap kali mereka memilih untuk berbaur dengan orang lain. Pakaian dasar dan netral juga berfaedah tidak banyak perihal spesifik yang dapat dipuji orang lain tentang mereka. Pasalnya, mendapatkan pujian berfaedah mendapatkan perhatian.
3. Tidak suka berkontak mata dengan orang lain
Kontak mata adalah salah satu langkah termudah untuk menarik seseorang ke dalam percakapan. Menurut studi di Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2021 yang berfokus pada pengaruh kontak mata pada hubungan sosial, kontak mata dapat menandai naik turunnya perhatian dalam percakapan.
Orang yang menghindari perhatian dapat tetap tidak terdeteksi dengan tidak melakukan kontak mata dengan orang-orang di sekitar mereka. Mereka bakal memandang sekeliling ruangan sebagai gantinya, mengetahui bahwa jika mereka bertatap muka dengan seseorang, ada kemungkinan besar orang tersebut bakal menghampiri dan memulai percakapan.
4. Suka memberikan jawaban singkat
Orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian biasanya tidak mau terlibat dalam percakapan panjang. Jika terlibat, mereka bakal menjawab dengan sigap agar percakapan melangkah lebih singkat.
Jawaban singkat dapat menyebabkan seseorang kehabisan topik pembicaraan dan mengakhiri hubungan secara tiba-tiba. Mereka mungkin berambisi kawan mereka bakal jenuh dan meninggalkan mereka sendirian.
5. Tidak suka berlama-lama dalam acara
Orang yang tidak suka jadi pusat perhatian dapat meninggalkan pesta secara tiba-tiba. Mereka tidak memberi tahu siapa pun saat pulang lantaran merasa tidak perlu mengucapkan selamat tinggal kepada mereka.
Mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang bisa terasa sangat melelahkan. Cara tersebut juga membikin mereka bisa menghindari perhatian banyak orang.
6. Lebih suka sendirian
Orang yang menghindari perhatian juga condong lebih memilih menghabiskan malam yang tenang di rumah daripada berjumpa teman-teman mereka. Orang-orang yang tidak menyukai perhatian ini biasanya adalah introvert.
Orang yang tidak suka menjadi konsentrasi memerlukan waktu sendirian untuk mengisi ulang daya setelah merasa stres. Mereka juga menikmati tinggal di rumah lantaran memungkinkan mereka untuk menghindari perhatian sepenuhnya. Dalam privasi rumah, mereka tahu tidak ada yang mengawasi. Jaminan itu mungkin juga bakal membantu mereka merasa lebih tenang.
7. Mereka lebih banyak mendengarkan daripada berbicara
Sebagian orang menghindari perhatian dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri ke orang lain. Mereka lebih suka mendengarkan daripada berbicara. Mereka tidak terlalu mempedulikan siapa yang menjadi konsentrasi percakapan lantaran mereka memang tidak menginginkannya.
Ketika orang-orang ini berbicara, kemungkinan besar mereka hanya bakal mengusulkan pertanyaan. Hal itu bakal membikin teman-teman mereka terus berbincang tentang diri mereka sendiri dan lupa untuk mengusulkan pertanyaan balik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·