Jakarta -
Tekanan hipertensi pada ibu mengandung menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak ditemukan. Data terbaru menunjukkan bahwa kasus hipertensi selama kehamilan mengalami peningkatan di beragam daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian lantaran tekanan hipertensi selama kehamilan tidak hanya dapat berakibat pada kesehatan ibu, tetapi juga meningkatkan akibat komplikasi bagi bayi.
Kasus tekanan hipertensi pada ibu mengandung meningkat
Mengutip laman Axios, menurut laporan yang dirangkum dari informasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari satu dari 10 ibu yang melahirkan pada 2024 mengalami hipertensi gestasional, golongan kondisi yang mencakup preeklamsia.
Data menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dalam kasus hipertensi gestasional selama beberapa tahun terakhir.
Pada 2016, sekitar 6 persen ibu yang melahirkan mengalami hipertensi gestasional. Angka tersebut meningkat menjadi 10,4 persen pada 2024. Artinya, terjadi peningkatan sekitar 73 persen dalam kurun waktu tersebut.
Meski menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan, nomor tersebut kemungkinan belum menggambarkan seluruh kasus yang terjadi.
CDC menyebut bahwa informasi yang digunakan berasal dari akta kelahiran. Dokumen tersebut tidak selalu mencatat setiap kasus hipertensi gestasional yang dialami ibu selama kehamilan.
Dengan demikian, jumlah sebenarnya ibu mengandung yang mengalami tekanan hipertensi kemungkinan lebih tinggi daripada nomor yang tercatat dalam laporan.
Bagaimana hipertensi memengaruhi ibu mengandung dan janin?
Mengutip laman American College of Obstetricians & Gynecologists, saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika tekanan darah meningkat selama kehamilan, kondisi ini dapat memberikan tekanan tambahan pada jantung dan ginjal.
Hal tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke. Tekanan hipertensi selama kehamilan juga meningkatkan akibat preeklamsia, kelahiran prematur, solusio plasenta ialah kondisi serius ketika plasenta mulai terlepas dari tembok rahim. Kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat medis dengan persalinan melalui operasi caesar.
Selain itu, tekanan hipertensi dapat mengurangi aliran darah ke plasenta. Akibatnya, janin mungkin tidak mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk tumbuh.
Penyebab meningkatnya tekanan hipertensi pada ibu hamil
Secara medis, peningkatan usia ibu saat mengandung dan Index Massa Tubuh (BMI) yang tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. Namun, informasi terbaru menunjukkan bahwa lonjakan kasus terjadi pada semua golongan usia dan semua rentang BMI yang diteliti. Hal ini menandakan bahwa aspek usia dan berat badan saja tidak bisa sepenuhnya menjelaskan kejadian lonjakan ini.
Meskipun laporan resmi CDC belum menentukan penyebab spesifiknya, para peneliti mulai mengalihkan konsentrasi pada aspek lingkungan:
1. Paparan polusi udara dan lingkungan
Polusi udara yang jelek berpotensi memicu peradangan sistemik dan gangguan pada pembuluh darah, yang dapat memengaruhi aliran darah menuju plasenta.
2. Mikroplastik
Peneliti sedang mendalami akibat akumulasi mikroplastik di dalam tubuh manusia. Paparan partikel lembut ini diduga berpotensi mengganggu kegunaan sistem kardiovaskular dan hormonal selama masa kehamilan.
Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Jane van Dis (dokter ahli kebidanan dan kandungan), paparan unsur kimia dan lingkungan yang tercemar menjadi asumsi kuat di kembali meningkatnya beragam penyakit kronis pada pasien mengandung saat ini.
Dampak tekanan hipertensi pada ibu hamil
Meskipun masalah tekanan hipertensi pada ibu mengandung membaik setelah melahirkan, dampaknya dapat berjalan seumur hidup. Perempuan yang mengalami hipertensi gestasional alias preeklamsia mempunyai akibat lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan penyakit ginjal di kemudian hari.
Semua master yang menangani, bukan hanya master kandungan, sebaiknya mengetahui jika Bunda pernah mengalami tekanan hipertensi alias preeklamsia selama maupun setelah kehamilan. Informasi ini krusial untuk disampaikan kepada tim jasa kesehatan, baik mereka menanyakannya maupun tidak.
Cara mencegah hipertensi dalam kehamilan
Hipertensi dalam kehamilan sebetulnya dapat dicegah andaikan ibu mengandung menerapkan style hidup sehat, seperti:
- Olahraga dengan teratur, menyesuaikan saran dari master kandungan
- Menjaga pola makan, misalnya dengan konsumsi biji-bijian, buah-buahan dan sayuran hijau
- Mengurangi penggunaan garam untuk konsumsi
- Menghindari paparan asap rokok
- Melakukan pemeriksaan rutin, salah satunya cek tekanan darah
- Melakukan konseling selama kehamilan untuk mengatasi stres
Semoga info tentang tekanan hipertensi pada ibu mengandung dan penyebabnya sudah terjawab dan berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·