Sering Pakai Tusuk Gigi? Waspadai Risiko yang Bisa Merusak Gusi

Aug 13, 2026 01:10 PM - 1 jam yang lalu 5

Jakarta -

Apakah Bunda termasuk yang kerap menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan? Waspada, penggunaan tusuk gigi yang terlalu kuat alias berulang dapat menyebabkan tekanan langsung pada jaringan gusi lho.

Tusuk gigi menjadi salah satu barang yang sering digunakan setelah makan. Bentuknya yang mini dan mudah dibawa membikin tusuk gigi dianggap praktis untuk membersihkan sisa makanan di sela gigi. Namun, kebiasaan ini rupanya perlu diperhatikan lantaran langkah penggunaan tusuk gigi dapat memengaruhi kondisi gusi.

Ujung tusuk gigi yang keras dan runcing berisiko menggores alias melukai gusi, terutama jika digunakan dengan aktivitas menusuk dan mencongkel. Luka mini yang terjadi berulang dapat menyebabkan gusi mengalami iritasi dan perdarahan.


Tidak hanya langkah penggunaannya, corak tusuk gigi juga menjadi perihal yang perlu diperhatikan. Tusuk gigi umumnya mempunyai ujung yang runcing dan tidak dirancang unik untuk mengikuti corak jaringan di antara gigi. Ketika dipaksakan masuk ke sela gigi, ujungnya dapat mengenai papila interdental, ialah bagian gusi yang berada di antara dua gigi.

Penggunaan tusuk gigi secara terus-menerus juga dapat memberikan tekanan berulang pada jaringan tersebut. Akibatnya, jaringan gusi dapat mengalami perubahan alias menjadi lebih mudah mengalami iritasi. Risiko tersebut semakin besar andaikan tusuk gigi digunakan sebagai kebiasaan setiap kali selesai makan.

Selain tusuk gigi, floss pick alias benang gigi bertangkai dapat menjadi pilihan untuk membersihkan sela gigi. Bentuknya sudah dirancang praktis dengan benang yang terpasang pada gagang, sehingga lebih mudah digunakan tanpa perlu melilitkan benang pada jari.

Cara penggunaannya cukup dengan memasukkan benang secara perlahan ke sela gigi, lampau menggerakkannya naik-turun dengan lembut mengikuti permukaan gigi.

Pilihan lainnya adalah sikat interdental, ialah sikat mini unik untuk sela gigi yang lebih terbuka. Ukurannya perlu disesuaikan dengan jarak antar gigi, kemudian dimasukkan secara perlahan dan digerakkan keluar-masuk untuk membersihkan sisa makanan dan plak.

Kedua perangkat ini dirancang unik untuk membersihkan area di antara gigi tanpa corak yang runcing seperti tusuk gigi, sehingga lebih minim akibat melukai gusi. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan ukuran sela gigi masing-masing.

Mulai sekarang, biasakan membersihkan sela gigi dengan langkah yang lebih kondusif agar kesehatan gusi tetap terjaga dalam jangka panjang.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya