Tentu kita sepakat bahwa mengasuh anak bukan hanya tugas seorang Bunda. Penelitian menemukan langkah Ayah berinteraksi dengan bayi rupanya berpengaruh pada kesehatannya di kemudian hari.
Menurut peneliti di Penn State College of Health and Human, pola asuh ayah terhadap anak bakal memengaruhi kesehatan fisik, seperti penanda peradangan dan kontrol gula darah Si Kecil. Penelitian yang dirilis di Health Psychology ini juga menyebut jika hubungan ayah yang hangat dan mendukung perkembangan bayi bakal menunjukkan parameter kesehatan bentuk yang lebih baik saat anak berumur tujuh tahun.
Peran Ayah dalam menjaga kesehatan anak
Namun bukan berfaedah peran Bunda tidak krusial dalam membangun kesehatan anak. Peranan Ayah dan Bunda saling melengkapi support untuk tumbuh kembang Si Kecil.
"Setiap personil family sangat penting. Bunda seringkali menjadi pengasuh utama, sehingga anak-anak bisa mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, " kata Alp aytuglu, peneliti pascadoktoral di Departemen Kesehatan Biobehavioral.
Dilansir laman Penn State University, peran Ayah dalam family bakal memengaruhi lingkungan dengan langkah mendukung kesehatan anak selama beberapa tahun mendatang.
Penelitian lain memandang bahwa anak-anak yang dibesarkan di rumah penuh bentrok alias tidak stabil, berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan. Di antaranya rentan mengalami peradangan, keahlian tubuh untuk mengatur gula darah dan obesitas pun terbilang lemah.
Dampak ayah kurang peka terhadap pengasuhan anak
Para peneliti mengawasi sesi bermain singkat yang melibatkan bunda, ayah, dan anak. Kemudian diteliti melalui tes darah.
Mereka menemukan bahwa ayah yang kurang peka saat mengasuh bayi, sering kesulitan dalam mengasuh anak bersama. Di kemudian hari, beberapa Ayah menarik diri dan sebagian lainnya bersaing dengan ibu untuk mendapat perhatian anak.
Dampak pada kesehatannya mungkin bakal mulai terasa saat anak berumur di usia yang lebih dewasa. Mereka berisiko mempunyai kadar HbA1c dan CRP yang lebih tinggi ketika berumur tujuh tahun. Kedua parameter ini dapat mencerminkan kondisi kesehatan, seperti kontrol gula darah dan tingkat peradangan dalam tubuh.
Peneliti mengatakan bahwa ketika perilaku ayah dalam hubungan tiga arah berkarakter negatif, maka berpotensi menyebar ke seluruh keluarga. Pada akhirnya berakibat pada kesehatan anak.
Penilaian dilakukan dengan metode lain. Peneliti memelajari video yang menampilkan sesi bermain berdurasi 18 menit. Tim peneliti kemudian memberi skor kepada orang tua berasas kepekaan, perilaku positif, dan kebiasaan pengasuhan berbareng seperti menarik diri dan bersaing.
Kemudian, saat anak-anak tersebut berumur 7 tahun, para peneliti menguji empat penanda kesehatan menggunakan sampel yang diambil dari ujung jari. Dua pola yang muncul:
- Para ayah yang lebih perhatian sejak dini, condong melakukan pengasuhan berbareng dengan lebih baik.
- Anak-anak dari family tersebut mempunyai tingkat peradangan yang lebih rendah dan kadar gula darah yang lebih sehat.
Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat berkontribusi pada terciptanya pola pengasuhan berbareng yang positif, yang kemudian berangkaian dengan kesehatan bentuk anak.
Nah, saatnya Ayah mulai peka dalam mengasuh anak sedari awal untuk membantu menjaga kesehatannya di masa datang. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·