3 Fakta Niu Lai, Film Animasi China yang Dianggap Jelek tapi Malah Viral dan Raup Rp44 Miliar

Belum lama ini animasi China Niu Lai menarik perhatian publik. Ketika pertama rilis pada 5 Agustus 2026 di bioskop China, Niu Lai dinilai sebagai movie terburuk 2026 di media sosial. Tidak sedikit yang melayangkan kritik tajam atas visual, pengisi suara, dan plot cerita movie ini.

Namun, kritik tersebut tidak membikin movie Niu Lai tenggelam. Justru membikin ketenaran movie ini melejit ke panggung internasional usai viral di sosial media.

Tidak hanya itu, meskipun dianggap jelek, movie Niu Lai meraup pendapatan box office yang fantastis. Bahkan, jumlahnya menyaingi movie The Oddysey yang jadi salah satu movie terkenal tahun 2026 ini.


Niu Lai berkisah tentang seekor anak sapi meninggalkan perlindungan kawanannya setelah mengikuti seekor burung skylark. Ia memasuki bumi mimpi surealis tempatnya menghadapi tema-tema keberanian, kehidupan, dan kematian.

Ini dia 3 fakta Niu Lai, film animasi China yang dianggap jelek tapi malah viral

Viralnya movie Niu Lai menyimpan fakta-fakta yang menarik untuk diketahui. Ini dia kebenaran selama perilisan movie Niu Lai.

1. Film Niu Lai dibuat oleh tim Bunda dan anak

Produksi movie Niu Lai melalui proses yang sederhana. Film ini dikerjakan oleh dua orang yang merupakan tim Bunda dan anak, ialah sutradara Xin Yumeng dan penulis skenario Sun Lifang.

Sun Lifang berkedudukan dalam penulisan skenario secara otodidak serta menjadi pengisi suara  seluruh karakter perempuan. Sementara itu, Xin Yumeng berkedudukan sebagai sutradara dan pengisi bunyi karakter laki-laki.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan Entrepreneurial Youth Talk, Yumeng menyampaikan bahwa dia dan sang Bunda lebih mau memfokuskan kepada cerita yang mau disampaikan. Mereka tidak mau kesempurnaan visual mengalahkan cerita.

Visual animasi menjadi salah satu sorotan dalam movie Niu Lai. Tidak sedikit warganet yang menilai bahwa visual Niu Lai jelek.

Namun, meskipun banyak kritik terhadap visual movie yang berdatangan, ada juga yang memuji Niu Lai yang tidak menggunakan kepintaran buatan (AI) dalam proses produksinya.

Dikutip laman BBC, banyak netizen yang membagikan klip yang memuji metode "buatan tangan" Niu Lai. Sebuah referensi terhadap kualitas animasi yang jelek sebagai bukti bahwa para penciptanya tidak menggunakan AI.

"Itu adalah hasil karya yang luar biasa," tulis seorang pengguna Weibo.

Apresiasi ini datang di tengah ramainya algoritma media sosial yang penuh dengan konten AI. Sehingga, keberadaan movie Niu Lai dianggap sebagai angin segar, terlepas dari visualnya yang kontroversial.

2. Niu Lai raih box office Rp44 miliar, saingi movie besar seperti The Odyssey

Film Niu Lai disutradarai oleh Xin Yumeng, serta diproduksi oleh Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media. Film ini diproduksi dengan jumlah biaya produksi yang tidak banyak. Bahkan, Niu Lai tidak mempunyai poster resmi untuk menarik perhatian penonton. Hal ini juga membikin pihak bioskop membikin poster sendiri untuk movie Niu Lai.

Pada awal penayangannya, movie ini hanya meraih pendapatan  sekitar 10.000 yuan alias Rp26 juta di box office dalam 10 hari pertama setelah rilis.

Kemudian, Niu Lai ramah diperbincangkan di media sosial dan berakibat signifikan pada pendapatannya. Melansir laman Euronews, pendapatan box office Niu Lai melonjak menjadi 8,2 juta yuan alias Rp21 miliar. Total pendapatan box office-nya telah mencapai 17,1 juta yuan alias sekitar Rp44 miliar.

Dengan demikian, movie Niu Lai bisa menyaingi The Odyssey karya Christopher Nolan. Bahkan, sekarang termasuk dalam sepuluh movie animasi terlaris di China pada tahun 2026. Tidak sedikit juga bioskop yang meminta tambahan penayangan movie ini.

3. Di kembali kesuksesan Niu Lai, ada pro dan kontra

Kehadiran movie Niu Lai memunculkan dua sisi penilaian. Netizen terbelah menjadi pihak yang mengapresiasi Niu Lai, serta ada juga yang memberi kritik tajam.

Apresiasi terhadap Niu Lai datang dari aspek produksi yang tidak menggunakan AI. Selain itu, titel movie juga dinilai menyiratkan angan baik terhadap pasar saham China.

Hal ini dikarenakan penggunaan istilah Niu Lai yang menggunakan karakter yang sama dengan pasar saham naik. Sehingga, diharapkan keberadaan movie ini bisa menjadi simbol atas kenaikan pasar saham.

Meskipun demikian, tidak sedikit pula warganet yang tidak setuju dengan ketenaran movie ini. Dikutip laman BBC, sebuah komentar dari media milik negara, Beijing News, memperingatkan bahwa bioskop berisiko kehilangan kepercayaan penonton jika mereka terus menurunkan standar dengan pemutaran tambahan movie Niu Lai.

Dengan merujuk pada film-film sebelumnya yang diejek lantaran kualitasnya yang buruk, Niu Lai sekali lagi menurunkan standar ekspektasi penonton terhadap film-film berbobot rendah.

Pernyataan itu mendesak bioskop sebagai garda terdepan penonton untuk secara tegas menolak film-film yang  tidak memenuhi standar, alih-alih membiarkan film-film seperti Niu Lai.

Itu dia, Bunda, fakta-fakta seputar movie Niu Lai. Berbagai aspek dalam movie ini menghadirkan beragam tanggapan warganet. Sehingga, movie ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya
3 Fakta Niu Lai, Film Animasi China yang Dianggap Jelek tapi Malah Viral dan Raup Rp44 Miliar
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting