Jarang BAB Bikin Wajah Jerawatan, Benarkah? Ini Kata Dokter

Jerawat biasanya dikaitkan dengan beragam faktor, seperti perubahan hormon, produksi minyak berlebih, hingga kebiasaan merawat kulit. Namun, masalah pencernaan juga kerap disebut-sebut mempunyai kaitan dengan munculnya jerawat.

Salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami adalah konstisipasi alias susah buang air besar (BAB). Ketika BAB tidak lancar, sebagian orang mungkin merasa kondisi tubuh mereka ikut berubah, termasuk pada kesehatan kulit.

Lantas, benarkah jarang BAB dapat menyebabkan wajah berjerawat? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.


Hubungan jarang BAB dan wajah jerawatan

Sebagian besar Bunda mungkin pernah mengalami sembelit. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gangguan yang satu ini?

Meski pengertiannya bisa berbeda-beda, tenaga kesehatan pada umumnya menganggap seseorang mengalami sembelit jika BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu alias tinja yang dikeluarkan keras dan kering.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurang minum air putih, kurang mengonsumsi serat, jarang beraktivitas fisik, alias sering menahan kemauan untuk BAB.

Selain itu, stres dan perubahan rutinitas, seperti berjalan alias mempunyai agenda baru, juga dapat menjadi penyebab. Pada sebagian orang, kondisi kesehatan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar alias gangguan tiroid, juga bisa berperan.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan usus dan kaitannya dengan beragam penyakit kronis serta sistem kekebalan tubuh, hubungan antara kuman baik di dalam usus dan kesehatan kulit juga semakin banyak diteliti.

Dilansir Eating Well, master kulit mengakui bahwa sembelit dan jerawat memang bisa muncul secara bersamaan. Namun, hubungan keduanya rupanya tidak sesederhana itu, Bunda.

Meski mungkin muncul dugaan bahwa masalah pada pencernaan dapat terlihat pada kulit, penelitian sejauh ini belum menemukan bukti bahwa sembelit secara langsung menyebabkan jerawat.

“Konstipasi tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi keduanya bisa mempunyai laktan,” ujar master kulit bersertifikat, Dr. Geeta Yadav.

Menurutnya, pergerakan makanan yang lebih lambat di dalam usus dapat berangkaian dengan perubahan kuman usus dan peradangan ringan yang berpotensi memperparah jerawat.

Sembelit dan jerawat juga sering kali mempunyai aspek pemicu yang sama, seperti stres, kurang minum, kurang serat, kurang tidur, serta pola makan yang tinggi makanan olahan dan ultra-proses.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh master kulit bersertifikat, Caren Campbell, M.D., FAAD. Menurutnya, saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kebiasaan BAB perlu menjadi perihal utama yang diperhatikan ketika menangani jerawat.

Ia lebih memilih berfokus pada perbaikan pola makan lantaran kondisi mikrobioma usus dapat memengaruhi jerawat.

Jadi, perhatian sebaiknya tidak hanya diarahkan pada seberapa sering seseorang BAB, tetapi juga pada pola makan dan kesehatan usus secara keseluruhan.

Cara menjaga sembelit dan kesehatan kulit

Jika mengalami sembelit dan jerawat sekaligus, berita baiknya adalah banyak perubahan style hidup yang sama dapat membantu mengatasi kedua masalah tersebut.

Berikut strategi yang direkomendasikan oleh master kulit yang perlu dipertimbangkan:

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Minum air yang cukup membantu menjaga tinja tetap lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Hidrasi yang tepat juga mendukung kesehatan kulit dengan menjaga kelembapan dan membantu membuang produk limbah.

2. Tingkatkan asupan serat secara bertahap

Serat menambah volume tinja dan melancarkan buang air besar. Usahakan mengonsumsi beragam makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Meningkatkan asupan serat secara perlahan membantu mencegah kembung dan gas.

3. Gerakkan tubuh secara teratur

Aktivitas bentuk merangsang otot-otot di usus Bunda, membantu melancarkan proses pencernaan.

4. Bangun tidur rutinitas bilik mandi yang konsisten

Cobalah untuk pergi ke bilik mandi pada waktu yang sama setiap hari, idealnya setelah makan ketika sistem pencernaan Bunda secara alami lebih aktif. Hindari mengabaikan kemauan untuk buang air mini saat muncul.

5. Fokus pada minuman utuh dan minim pengolahan

Menekankan pada makanan utuh dan minim pengolahan, banyak sayuran, dan protein yang cukup membantu mendukung kebiasaan buang air besar yang teratur dan kadar gula darah yang stabil. Meningkatkan asupan omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan.

6. Hindari mengabaikan rutinitas perawatan kulit

Sambil berupaya meningkatkan kesehatan usus, tetaplah lanjutkan perawatan jerawat yang terbukti efektif,

Dokter merekomendasikan untuk melanjutkan perawatan kulit yang lembut dan obat jerawat berbasis bukti, dan beranjak ke perawatan resep jika diperlukan.

7. Mengelola stres dan prioritaskan tidur

Baik stres maupun kurang tidur dapat mengganggu pencernaan dan memicu jerawat. menemukan langkah sehat untuk mengelola stres, baik melalui olahraga, meditasi, alias waktu berbareng orang terkasih, berfaedah bagi usus dan kulit.

Nah, itulah penjelasan hubungan antara jarang BAB dan wajah jerawatan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya
Jarang BAB Bikin Wajah Jerawatan, Benarkah? Ini Kata Dokter
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting