Sering kali, ayah dikenal sebagai sosok yang kocak dalam keluarga. Ketika ayah membujuk anak bercanda, meski candaan tersebut terdengar receh alias apalagi garing, rupanya bisa memperkuat hubungan dengan anak.
Bagi anak, sosok ayah yang senang berbual dan menikmati waktu berbareng dapat menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Dari hubungan tersebut, rasa nyaman dan kedekatan emosional antara ayah dan anak pun dapat tumbuh secara alami.
Momen bermain dan berbual berbareng anak bukan hanya langkah untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga dapat membantu mempererat hubungan dalam keluarga. Hal ini sejalan dengan studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Child Psychology yang menemukan bahwa ibu dan ayah menggunakan strategi bermain serupa, untuk membikin anak-anak prasekolah tertawa.
Meski begitu, tawa yang muncul dalam hubungan berbareng ayah diketahui mempunyai peran krusial dalam membangun ikatan emosional yang kondusif antara ayah dan anak. Dalam teori keterikatan, hubungan emosional antara anak dan pengasuh merupakan salah satu aspek krusial dalam membentuk rasa aman.
Dengan ikatan yang kuat bisa menjadi landasan bagi anak untuk lebih percaya diri saat mengenali lingkungan di sekitarnya, sekaligus belajar mengelola beragam emosi. Selama ini, penelitian lebih banyak menyoroti gimana orang tua merespons anak ketika mereka berada dalam kondisi tertekan, seperti saat bayi menangis, merasa takut, alias memerlukan kenyamanan.
Studi ungkap faedah ayah sering berbual bagi hubungan dengan anak
Seorang guru besar di Universitas Ottawa sekaligus penulis studi, Jean-Francois Bureau menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh dua hal. “Motivasi untuk penelitian ini berasal dari dua sumber,” ungkapnya, seperti dikutip dari PsyPost.
"Pertama, sebagian besar intervensi dalam pengasuhan selama ini lebih banyak diarahkan untuk mengurangi perilaku anak yang dianggap bermasalah. Padahal, menjadi orang tua yang baik tidak hanya berangkaian dengan gimana mencegah alias mengatasi perilaku negatif. Membangun hubungan yang positif, menciptakan kedekatan, dan menikmati waktu berbareng anak juga menjadi bagian krusial dalam pengasuhan. Hal inilah yang kemudian mendorong para peneliti untuk memandang lebih jauh sisi positifnya pada hubungan antara orang tua dan anak."
“Kedua, ada perdebatan mengenai peran ibu dan ayah dalam mengasuh anak. Aktivitas bermain, seperti bercanda, bermain secara aktif, hingga membikin anak tertawa, kerap dianggap lebih identik dengan sosok ayah. Namun, dugaan tersebut belum tentu sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memandang apakah perbedaan peran tersebut betul-betul didukung oleh bukti ilmiah,” ucapnya, seperti dikutip dari sumber yang sama.
Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa dugaan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bureau juga menambahkan, “Salah satu hasil krusial penelitian kami menunjukkan bahwa ibu dan ayah umumnya menerapkan langkah yang nyaris sama untuk membikin anak tertawa. Metode yang paling sering digunakan adalah menggelitik dan mengejar anak, dan kedua langkah tersebut terbukti sama efektifnya bagi ibu maupun ayah,” ungkapnya, seperti dikutip dari PsyPost.
Selain itu, kebiasaan ayah membujuk anak berbual dan tertawa juga mempunyai beberapa faedah yang dikutip dari The Positive Psychology People. Simak selengkapnya.
1. Tertawa sorong emosi positif dan menjadi langkah untuk mengatasi masalah
Ketika tertawa dilakukan berbareng dalam golongan dapat menciptakan rasa kebersamaan, kepedulian, serta memperkuat hubungan dan ikatan emosional. Bagi anak-anak dan remaja, kegiatan bermain yang disertai tawa juga dapat membantu mengurangi rasa kesenyapan dan emosi terasing dari lingkungan sosial.
2. Menambah buahpikiran kegiatan fisik
Saat ini anak-anak condong kurang bergerak lantaran banyak menghabiskan waktu dengan ponsel dan permainan digital. Selain itu, mereka juga kerap dituntut untuk duduk dalam waktu lama dan berkonsentrasi sejak usia dini. Kondisi tersebut dapat membikin kegiatan bentuk anak semakin terbatas.
Tertawa berbareng anak, menjadi salah satu kegiatan yang dapat membantu mengatasi perihal tersebut. Latihan ini melibatkan kegiatan tertawa yang dapat meningkatkan asupan oksigen ke dalam tubuh, sehingga membantu tubuh terasa lebih segar, berenergi, dan bugar.
3. Rendahnya konsentrasi
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya peningkatan kasus Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Umumnya, anak dengan kondisi ini mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasi, condong hiperaktif, dan dapat bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan akibat di sekitarnya.
Saat ayah membujuk anak tertawa tentu bisa menjadi salah satu langkah untuk menyalurkan daya tersebut. Tawa yang dilakukan secara aktif dan berkepanjangan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah serta mendukung proses pernapasan. Dengan begitu, kegiatan ini berpotensi membantu meningkatkan konsentrasi, keahlian belajar, dan prestasi akademik anak.
Pada akhirnya, ungkapan bahwa “tertawa adalah obat terbaik” menggambarkan bahwa tawa bisa menjadi bagian dari kegiatan yang berfaedah untuk kualitas hubungan antara anak dan orang tua.
5 Cara membujuk anak tertawa untuk mempererat hubungan
Tertawa berbareng anak bisa menjadi langkah sederhana untuk menciptakan suasana hangat sekaligus mempererat hubungan orang tua dan anak. Tidak perlu kegiatan yang rumit, beragam permainan sederhana di rumah pun dapat menjadi momen untuk tertawa dan bersenang-senang bersama. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:
1. Berikan apresiasi dengan langkah yang menyenangkan
Saat anak sukses melakukan sesuatu, berikan pujian dengan penuh semangat. Ucapkan, “Bagus sekali! Hore!” sembari bertepuk tangan alias mengangkat kedua tangan ke atas. Coba respons positif ini, untuk membikin anak merasa dihargai dan semakin percaya diri.
2. Ajarkan anak bahwa melakukan kesalahan itu wajar
Ketika anak melakukan kesalahan, merusak sesuatu, alias lupa melakukan perihal tertentu, cobalah untuk tidak langsung memarahinya. Tanggapi dengan santuy dan gunakan lawakyang sesuai. Cara ini membantu mengurangi rasa takut anak terhadap kesalahan, dan membuatnya memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
3. Buat suasana tetap positif saat anak terjatuh
Ketika anak terjatuh alias mengalami kejadian kecil, berikan perhatian dan pastikan kondisinya terlebih dahulu. Jika tidak mengalami cedera serius, orang tua dapat mencairkan suasana dengan lawakringan. Dengan respons positif ini dapat membantu anak merasa lebih tenang dan tidak terlalu larut dalam rasa takut alias kaget.
4. Dorong anak untuk bebas mengekspresikan diri
Ajak anak melakukan permainan yang membuatnya bebas bergerak, berekspresi, dan tertawa bersama. Bunda alias Ayah juga bisa ikut menunjukkan ekspresi kocak alias berpura-pura keluar dari “cangkang”. Aktivitas seperti ini dapat membantu anak merasa nyaman menjadi dirinya sendiri serta membangun rasa percaya diri.
5. Mengajak anak bermain sembari bergerak
Cobalah permainan imajinatif, seperti berpura-pura mengendarai sepeda motor sembari membikin bunyi dan tertawa bersama. Selain menyenangkan, permainan ini juga membikin anak lebih banyak bergerak dan membantu menyalurkan energinya.
Nah, rupanya kebiasaan Ayah membujuk anak berbual dan tertawa berbareng memberikan banyak manfaat. Dengan tertawa, Ayah tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga membantu membangun rasa aman, kedekatan emosional, dan hubungan yang lebih selaras antara anak dan orang tua.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)