Nabi Muhammad Rutin Suapi Pengemis Yahudi Buta, Meski Selalu Dihina Dan Difitnah Olehnya

Intisari Islam Aug 19, 2026 09:01 PM 484

Kincai Media, Nabi Muhammad SAW dikenal mempunyai adab yang luhur, termasuk kepada orang yang tidak menyukainya. Dalam sebuah kisah yang masyhur, Rasulullah SAW setiap pagi rutin mendatangi dan menyuapi seorang peminta-minta Yahudi buta di pasar Madinah, meski peminta-minta tersebut justru selalu menghina, memfitnah, dan mengingatkan orang-orang agar menjauhi Nabi Muhammad SAW.

Dikisahkan di sebuah perspektif pasar Madinah Al-Munawarah, hiduplah seorang peminta-minta Yahudi yang mengalami kebutaan. Setiap hari, dia selalu melontarkan perkataan jelek tentang Nabi Muhammad SAW.

Pengemis Yahudi yang tidak bisa memandang itu berkata, "Wahai saudaraku, jangan kau dekati (Nabi) Muhammad. Dia itu gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir! Jika kalian mendekatinya, kalian bakal dipengaruhi olehnya.”

Setiap pagi, Rasulullah SAW mendatangi peminta-minta tersebut dengan membawa makanan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Nabi Muhammad SAW menyuapi peminta-minta Yahudi itu dengan penuh kasih, sementara peminta-minta itu terus mengingatkan orang-orang agar menjauhi seseorang berjulukan (Nabi) Muhammad.

Meski peminta-minta Yahudi yang buta itu selalu mengatakan perihal jelek tentang Nabi Muhammad, beliau tetap melakukan kebaikan tersebut setiap hari hingga beliau wafat. Namun, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, tidak ada lagi yang datang memberikan makanan kepada peminta-minta Yahudi yang buta itu.

Suatu ketika sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Radhiyallahu anhu berjamu ke rumah anaknya, Aisyah Radhiyallahu anha. Abu Bakar bertanya kepada anaknya, “Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum saya kerjakan?”

Aisyah menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang mahir sunah nyaris tidak ada satu sunah pun yang belum ayah lakukan, selain satu sunah saja.”

“Apakah itu?” tanya Abu Bakar.

Aisyah berkata, “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang peminta-minta Yahudi buta yang berada di sana.

Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada peminta-minta Yahudi yang buta itu. Abu Bakar mendatangi peminta-minta tersebut dan memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si peminta-minta Yahudi marah sembari berteriak, “Siapakah kamu?”

Abu Bakar menjawab, “Aku adalah orang yang biasa.”

Pengemis Yahudi itu berkata, “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.”

Pengemis Yahudi itu berbicara lagi, “Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dulu dihaluskannya makanan tersebut.”

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya. Sambil menangis dia berbicara kepada peminta-minta itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW.”

Setelah peminta-minta itu mendengar cerita Abu Bakar, dia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini saya selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia.”

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar.

Selengkapnya