Kincai Media, Ajaran Islam sangat ketat soal bersuci (membasuh/cebok) setelah buang air, termasuk buang air kecil. Ada akibat yang kudu diterima jika umat Islam tidak membasuh atau bersuci setelah buang air kecil.
Nabi Muhammad telah memperingatkan dalam sebuah hadits:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى
الله عليه وسلم – – اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ
وَلِلْحَاكِمِ: – أَكْثَرُ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْ اَلْبَوْلِ – وَهُوَ صَحِيحُ اَلْإِسْنَاد ِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari jejak kencing tersebut.” (Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni).
Dalam hadits lainnya:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu Beliau bersabda,”Sungguh keduanya sedang disiksa. Mereka disiksa bukan lantaran perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah.” Kemudian Beliau mengambil pelepah basah. Beliau belah menjadi dua, lampau Beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah. Mengapa Rasul melakukan ini?” Beliau menjawab,”Semoga mereka diringankan siksaannya, selama keduanya belum kering.” (Mutaffaq alaih)
Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, maka bagi orang yang hendak sholat kudu terlebih dulu percaya bahwa dia telah bersuci dari najis yang ada di dua salurannya. Termasuk bersuci adalah menghindari percikan air kencing. Sebaliknya ketika bakal kencing, mencari tempat yang lunak. Hal ini didasarkan sabda Nabi di atas melalui jalur sanad lain. Dikatakan bahwa: "Salah satu dari mahir kubur tersebut disiksa lantaran tidak terlindung dari air kencingnya."
Al Hafiz Ibnu Hajar berkata, "Begitulah pada kebanyakan riwayat. Mayoritas ustadz mengatakan bahwa makna dari Istitar (terlindung) di sini adalah tidak membikin gorden antara dia dan air kencingnya dengan tujuan untuk menghindari percikannya. Maka riwayat ini sesuai dengan jalur sanad yang mengatakan: "Ia disiksa lantaran tidak bersuci," lantaran kata: Istinjah (bersuci) berasal dari kata: Tanazzuh yang berfaedah menghindar.