Kincai Media, JAKARTA--Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, sebagian orang, apalagi kebanyakan dari mereka, beranggapan bahwa sholat istikharah hanya dilakukan jika ada suatu perihal yang diragukan alias membikin bingung seseorang. Hal ini merupakan suatu kesalahan, karena sholat istikharah dapat diperuntukkan ke semua hal.
Bahkan, sesuatu yang telah diyakini dan disukai oleh manusia. Sebab, seseorang kadang percaya alias suka terhadap suatu hal, tetapi sebenarnya itu jelek baginya dan dia tidak mengetahuinya.
Adapun jika melakukan istikharah, berfaedah dia telah memohon kepada Allah agar dipilihkan. Dari Jabir berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ
Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajari kami Istikharah dalam memutuskan segala sesuatu, (sebagaimana mengajari kami) surat dalam Alquran. (HR BUkhari)
Imam Asy Syaukani berkata, "Sabda Nabi..."dalam segala hal" menunjukkan sifat umum. Bahwa manusia jangan menganggap remeh perihal mini dan jangan menganggap sepele, kemudian tidak melakukan sholat istikharah.