Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Banyak Mendengarkan daripada Berbicara

Dalam sebuah percakapan, tidak semua orang merasa perlu menjadi pihak yang paling banyak berbicara. Ada orang yang justru lebih nyaman mendengarkan, mengamati, lampau memberikan respons setelah memahami apa yang disampaikan musuh bicara. Sikap ini bukan berfaedah seseorang tidak percaya diri alias kurang pandai bersosialisasi.

Sebaliknya, orang yang lebih banyak mendengarkan daripada berbincang dapat mempunyai sejumlah karakter positif, seperti empati, kesadaran diri, kesabaran, hingga keahlian membangun hubungan yang bermakna.

Kebiasaan mendengarkan dengan penuh perhatian juga dapat membikin orang lain merasa dihargai dan dipahami. Lantas, seperti apa karakter kepribadian orang yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara? Simak penjelasannya berikut ini, Bunda.


Ciri kepribadian orang yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

Mengutip dari laman Your Tango, berikut ini beberapa karakter kepribadian orang yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

1. Suka melakukan introspeksi diri

Orang yang lebih banyak mendengarkan biasanya mempunyai kecenderungan untuk melakukan refleksi terhadap beragam perihal yang mereka alami. Ketika memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, mereka juga mempunyai ruang untuk memproses info dan memahami emosi sendiri.

Dalam penelitian mengenai reflective listening oleh Neil Katz dan Kevin McNulty dari Syracuse University, refleksi dalam proses mendengarkan dapat membantu seseorang memahami pesan sekaligus memberikan ruang untuk mengevaluasi responsnya.

Kebiasaan tersebut dapat mendukung kesadaran diri dan membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat.

2. Pandai mengusulkan pertanyaan yang bermakna

Alih-alih mengarahkan percakapan kembali kepada dirinya sendiri, orang yang doyan mendengarkan biasanya memberikan pertanyaan yang berangkaian dengan cerita musuh bicara. Pertanyaan tersebut tidak sekadar basa-basi, tetapi menunjukkan bahwa mereka betul-betul memperhatikan percakapan.

Menurut para mahir dari Integrative Psych, pertanyaan yang tepat dan penuh perhatian dapat membantu seseorang mengenal orang lain lebih dalam. Percakapan pun dapat berkembang dengan menemukan kesamaan minat, pengalaman, maupun nilai yang dimiliki.

Karena tidak sibuk menunggu giliran untuk berbicara, orang yang aktif mendengarkan biasanya dapat menangkap perincian dari cerita musuh bicara. Hal ini membikin percakapan terasa lebih nyaman dan membikin seseorang merasa betul-betul didengar.

3. Mudah mengingat nama orang lain

Mengingat nama seseorang mungkin terlihat sederhana, tetapi perihal tersebut dapat memberikan kesan bahwa seseorang betul-betul diperhatikan. Orang yang lebih banyak mendengarkan condong memberikan perhatian lebih besar ketika berkenalan sehingga lebih mudah mengingat nama maupun info mini tentang orang tersebut.

4. Memiliki kepercayaan diri yang tenang

Tidak banyak berbincang bukan berfaedah seseorang tidak mempunyai rasa percaya diri. Justru, orang yang nyaman menjadi pendengar biasanya tidak merasa kudu terus-menerus menunjukkan dirinya dalam sebuah percakapan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 2019 menunjukkan adanya hubungan antara hubungan sosial dan nilai diri. Hubungan sosial yang sehat dan hubungan yang berarti dapat berkedudukan dalam membentuk penilaian positif seseorang terhadap dirinya.

5. Peka terhadap hal-hal kecil

Orang yang lebih banyak mendengarkan biasanya juga cukup jeli terhadap detail. Mereka dapat mengingat hal-hal mini yang pernah diceritakan orang lain, memperhatikan perubahan suasana hati, alias menyadari kebutuhan seseorang tanpa kudu selalu diminta.

Perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti menanyakan kembali berita seseorang, mengingat cerita yang pernah disampaikan, alias menawarkan support ketika diperlukan.

6. Nyaman dengan keheningan

Bagi sebagian orang, jarak dalam percakapan mungkin terasa canggung. Namun, orang yang condong pendiam dan lebih suka mendengarkan biasanya tidak terlalu mempermasalahkan keheningan.

Jennifer Kahnweiler, seorang certified speaking professional dan penulis yang banyak membahas karakter introvert, menjelaskan bahwa orang introvert umumnya dapat memperoleh faedah dari waktu yang dihabiskan sendirian.

Waktu tersebut dapat membantu mereka memulihkan daya sosial, memproses emosi, menetapkan tujuan, serta memberi ruang untuk melakukan kegiatan yang disukai.

7. Memiliki kesabaran yang baik

Kebiasaan mendengarkan membikin seseorang terbiasa mengawasi sebelum memberikan respons. Mereka tidak selalu langsung bereaksi terhadap suatu perkataan, melainkan memberikan waktu untuk memahami situasi secara lebih menyeluruh.

Kesabaran ini juga dapat membantu ketika menghadapi orang yang memerlukan waktu lebih lama untuk menyampaikan pikiran alias perasaannya. Mereka tidak terburu-buru mengambil alih percakapan sehingga musuh bicara mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan ceritanya.

8. Memiliki sikap yang terbuka dan membikin orang nyaman

Pendengar yang baik biasanya menunjukkan bahasa tubuh dan sikap yang membikin musuh bicara merasa diterima. Mereka dapat memberikan perhatian melalui kontak mata, ekspresi yang sesuai, maupun respons yang menunjukkan bahwa mereka mengikuti pembicaraan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Psychology membahas pentingnya pengalaman merasa didengar dan dipahami dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Ketika seseorang merasa dipahami, hubungan sosial dapat menjadi lebih positif dan mendukung terbentuknya hubungan dalam jangka panjang.

Karena itu, orang yang lebih banyak mendengarkan sering kali mempunyai kehadiran yang terasa hangat. Mereka tidak kudu menjadi pusat perhatian untuk membikin orang lain merasa nyaman.

9. Memiliki kesadaran diri yang tinggi

Menurut executive coach Keith Ferrazzi, orang introvert dapat mempunyai keahlian observasi yang membantu mereka memahami pola hubungan sosial. Informasi yang diperoleh dari pengamatan tersebut kemudian dapat digunakan untuk menyesuaikan langkah berkomunikasi dengan orang yang mempunyai karakter berbeda.

Kesadaran semacam ini dapat membantu seseorang memilih respons yang lebih tepat dalam beragam situasi. Mereka juga dapat lebih mudah menyesuaikan diri ketika berhadapan dengan lingkungan sosial yang beragam.

10. Mampu menghadapi bentrok dengan lebih tenang

Ketika terjadi perbedaan pendapat, orang yang terbiasa mendengarkan biasanya tidak langsung memberikan reaksi. Mereka condong memberi kesempatan kepada setiap pihak untuk menyampaikan perspektif pandangnya sebelum mengambil kesimpulan.

Kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dalam menghadapi konflik.

Dengan mendengarkan terlebih dahulu, seseorang dapat memahami kebutuhan maupun kekhawatiran pihak lain dan mengurangi kemungkinan salah memahami maksud pembicaraan.

11. Mampu membangun hubungan yang berkualitas

Meski tidak selalu menjadi orang yang paling aktif dalam lingkungan sosial, orang yang lebih banyak mendengarkan dapat mempunyai keahlian membangun hubungan yang kuat. Mereka condong mengutamakan kualitas percakapan dibandingkan jumlah orang yang dikenal.

Menurut leadership coach Heather Moulder, orang introvert dapat mempunyai pendekatan berbeda ketika membangun jaringan alias networking. Mereka condong lebih konsentrasi mengenal orang lain secara mendalam, bukan sekadar mengumpulkan sebanyak mungkin koneksi.

Kemampuan mendengarkan secara aktif, mengusulkan pertanyaan yang relevan, dan menunjukkan kesukaan terhadap pengalaman orang lain dapat meninggalkan kesan positif. Dengan begitu, seseorang tetap bisa membangun relasi yang luas meskipun tidak banyak bicara.

Jadi, Bunda, lebih banyak mendengarkan daripada berbincang bukan berfaedah seseorang kurang percaya diri alias tidak pandai bersosialisasi. Kebiasaan tersebut justru dapat mencerminkan keahlian mendengarkan, empati, kesabaran, dan kesadaran diri yang baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya
Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Banyak Mendengarkan daripada Berbicara
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting