Kenali 10 jenis tepung dan kegunaannya di dapur, mulai dari tepung terigu, tapioka, maizena, beras, hingga tepung ketan. Ini daftarnya!
Mommies mungkin paling sering punya tepung terigu di dapur. Biasanya, satu balut bisa diandalkan untuk membikin gorengan, pancake, kue, sampai jenis camilan untuk keluarga. Tapi ternyata, tepung bukan hanya tepung terigu.
Ada tepung yang membikin gorengan lebih renyah, ada yang membikin adukan kenyal, ada pula yang biasa digunakan untuk mengentalkan sup alias saus. Bahkan, dua tepung yang sama-sama berwarna putih belum tentu bisa digunakan untuk kebutuhan yang sama.
Dalam pengolahan makanan, jenis tepung yang digunakan bisa memengaruhi tekstur dan hasil akhir makanan lantaran masing-masing mempunyai karakter yang berbeda.
Jadi, sebelum asal mengganti tepung dalam resep lantaran stok di rumah habis, ada baiknya Mommies mengenali dulu jenis tepung dan kegunaannya. Berikut 10 jenis tepung dan kegunaannya yang cukup sering digunakan di dapur, mulai dari tepung terigu sampai tepung oat.
BACA JUGA: Hindari 10 Bahan Makanan Tinggi Gula Ini, Termasuk Tepung dan Saus Salad
Kenali 10 Jenis Tepung dan Kegunaannya
Setiap tepung mempunyai karakter yang berbeda, baik dari bahan asal, kandungan pati alias proteinnya, maupun keahlian membentuk tekstur. Karena itu, pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan makanan yang mau dibuat.
1. Tepung Terigu

Foto: Magnific
Ini mungkin jenis tepung yang paling familiar bagi Mommies. Tepung terigu dibuat dari gandum dan secara umum digunakan untuk beragam makanan, mulai dari roti, kue, pancake, cookies, hingga gorengan.
Namun, tepung terigu sendiri punya beberapa jenis dengan kadar protein yang berbeda. Tepung dengan protein lebih tinggi condong mempunyai potensi pembentukan gluten yang lebih besar sehingga cocok untuk makanan yang memerlukan struktur dan elastisitas, seperti roti. Sebaliknya, tepung dengan protein lebih rendah lebih cocok untuk menghasilkan tekstur yang lembut pada cake alias pastry.
Cocok untuk: roti, cake, cookies, pancake, martabak, gorengan, dan beragam kue.
2. Tepung Tapioka
Tepung tapioka berasal dari pati singkong. Di beberapa daerah, tepung ini juga dikenal sebagai tepung kanji alias aci.
Tapioka banyak digunakan ketika Mommies mau mendapatkan tekstur yang kenyal alias sedikit elastis. Nggak heran jika tepung ini sering menjadi bahan dalam cilok, cireng, pempek, bakso, hingga beragam jajanan tradisional.
Menurut Kementerian Pertanian, tepung tapioka berbeda dengan tepung singkong. Tapioka dibuat dari ekstraksi pati singkong, sedangkan tepung singkong berasal dari singkong yang diparut lampau dikeringkan dan ditepungkan.
Cocok untuk: cilok, cireng, pempek, bakso, kerupuk, dan makanan yang memerlukan tekstur kenyal.
3. Tepung Maizena
Mommies mungkin lebih familiar dengan nama maizena daripada istilah tepung pati jagung. Tepung ini banyak digunakan sebagai bahan pengental dalam masakan.
Cukup sedikit maizena yang dilarutkan dengan air lampau ditambahkan ke dalam saus alias kuah, teksturnya bisa menjadi lebih kental. Dalam baking, maizena juga dapat digunakan dalam resep tertentu untuk membantu menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
Karena fungsinya berbeda dari tepung terigu, jangan heran jika resep hanya meminta satu alias dua sendok makan maizena. Jumlah sedikit pun bisa memberikan perubahan pada tekstur makanan.
Cocok untuk: mengentalkan saus, sup, vla, puding, cookies, dan beberapa jenis cake.
4. Tepung Beras

Foto: Magnific
Sesuai namanya, tepung beras dibuat dari beras yang digiling hingga menjadi tepung. Tepung ini cukup banyak digunakan dalam beragam makanan tradisional Indonesia.
Teksturnya berbeda dari tepung terigu sehingga hasil makanan yang dibuat pun punya karakter tersendiri. Tepung beras dapat digunakan untuk membikin kue tradisional, adukan gorengan, hingga beragam kudapan.
Cocok untuk: kue tradisional, rempeyek, gorengan, dan beragam jajanan berbahan dasar beras.
5. Tepung Ketan
Kalau Mommies mau membikin makanan dengan tekstur lebih lengket dan kenyal, tepung ketan bisa menjadi pilihan.
Tepung ini dibuat dari beras ketan yang digiling dan banyak digunakan dalam makanan tradisional seperti klepon, onde-onde, mochi, hingga beragam jenis kue basah.
Karakter tepung ketan membuatnya kurang cocok jika diperlakukan seperti tepung terigu dalam resep cake alias roti. Jadi, jika resep meminta tepung ketan, sebaiknya jangan asal menggantinya dengan tepung beras lantaran hasil akhirnya bisa berbeda.
Cocok untuk: klepon, onde-onde, mochi, wajik, dan kue tradisional yang bertekstur kenyal.
6. Tepung Sagu
Tepung sagu berasal dari pati tanaman sagu dan banyak digunakan dalam kuliner Indonesia, khususnya makanan tradisional.
Dalam penggunaannya, tepung sagu dapat memberikan tekstur unik yang kenyal alias elastis setelah diolah, sehingga sering ditemukan dalam beragam makanan seperti papeda, kue sagu, dan beberapa jenis jajanan tradisional. Tepung ini juga kerap digunakan berbareng tepung lain untuk mendapatkan tekstur tertentu.
Cocok untuk: papeda, kue sagu, dan makanan yang memerlukan tekstur kenyal.
7. Tepung Singkong

Foto: Magnific
Jangan tertukar dengan tepung tapioka, ya, Mommies. Keduanya sama-sama berasal dari singkong, tetapi proses pembuatannya berbeda.
Tepung singkong dibuat dari singkong yang diolah dan ditepungkan, sedangkan tapioka dibuat dari ekstraksi patinya. Karena proses pembuatannya berbeda, karakter dan penggunaannya pun tidak selalu sama.
Tepung berbahan singkong dapat digunakan dalam beragam produk olahan pangan dan menjadi salah satu pengganti tepung berbasis bahan pangan lokal.
Cocok untuk: jenis kue, camilan, dan olahan pangan berbahan dasar singkong.
BACA JUGA: Bukan Tepung Terigu, Ini 5 Jenis Tepung yang Sehat untuk Tubuh
8. Tepung Hunkwe
Mungkin ada Mommies yang tetap suka tertukar antara tepung hunkwe dan maizena lantaran sama-sama sering digunakan untuk makanan dengan tekstur lembut.
Tepung hunkwe umumnya dibuat dari pati kacang hijau dan terkenal sebagai bahan untuk membikin kue basah dengan tekstur lembut serta mudah dipotong setelah mengeras.
Salah satu makanan yang paling familiar adalah kue hunkwe, meski tepung ini juga bisa digunakan untuk beragam kudapan tradisional lainnya.
Tepung hunkwe juga tercantum sebagai salah satu jenis tepung dalam informasi bahan pangan Kementerian Kesehatan.
Cocok untuk: kue hunkwe, puding, dan beragam kue basah.
9. Tepung Almond
Buat Mommies yang sering mencoba resep baking kekinian, mungkin sudah tidak asing dengan tepung almond.
Berbeda dengan sebagian besar tepung dalam daftar ini, tepung almond dibuat dari kacang almond yang digiling. Teksturnya condong lebih berbutir dan mempunyai rasa kacang yang khas.
Tepung almond sering digunakan dalam beragam resep cake, cookies, dan dessert. Namun, karakteristiknya berbeda dari tepung terigu sehingga tidak selalu bisa menggantikan terigu dengan komparasi satu banding satu.
Cocok untuk: cookies, cake, muffin, dan beragam dessert berbahan almond.
10. Tepung Oat

Foto: Magnific
Tepung oat dibuat dari oat yang digiling hingga menjadi corak tepung. Mommies sebenarnya juga bisa membuatnya sendiri dengan menggiling rolled oats menggunakan food processor alias blender yang sesuai.
Rasanya condong ringan dengan karakter unik oat dan bisa digunakan untuk membikin pancake, cookies, muffin, maupun beragam camilan.
Kalau digunakan sebagai pengganti tepung terigu, perlu diperhatikan bahwa oat tidak mempunyai protein pembentuk gluten seperti gandum. Namun, untuk Mommies yang kudu menghindari gluten, tetap perhatikan label produk lantaran oat bisa mengalami kontaminasi silang selama proses produksi.
Cocok untuk: pancake, cookies, muffin, dan beragam camilan berbahan oat.
Kenapa Tepung yang Berbeda Bisa Menghasilkan Tekstur yang Berbeda?
Pernah membikin kue dengan resep yang sama, tetapi hasilnya tiba-tiba lebih keras alias malah terlalu rapuh? Salah satu perihal yang mungkin berpengaruh adalah jenis tepung yang digunakan.
Pada tepung berbahan gandum, misalnya, kadar protein berasosiasi dengan keahlian membentuk gluten. Tepung dengan protein lebih tinggi condong menghasilkan adukan yang lebih kuat dan elastis, sedangkan tepung dengan protein lebih rendah lebih cocok untuk tekstur yang lembut.
Itulah argumen kenapa tepung untuk membikin roti tidak selalu memberikan hasil yang sama ketika digunakan untuk membikin cake. Jadi, jika resep secara spesifik meminta jenis tepung tertentu, ada baiknya Mommies mengikuti petunjuk tersebut, terutama untuk resep baking yang memerlukan tekstur presisi.
Apakah Tepung Bisa Saling Menggantikan?
Nggak selalu. Ini salah satu perihal yang krusial diketahui sebelum Mommies buru-buru mengambil tepung lain dari lemari dapur.
Tepung terigu, tapioka, maizena, tepung beras, dan tepung sagu mempunyai karakter yang berbeda. Karena itu, mengganti satu jenis tepung dengan tepung lainnya tanpa menyesuaikan takaran alias resep bisa membikin tekstur makanan berubah.
Namun, pada beberapa resep tertentu, substitusi tetap mungkin dilakukan dengan penyesuaian. Misalnya, beberapa resep cake bisa menggunakan kombinasi tepung terigu dan maizena untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut. King Arthur Baking juga menjelaskan bahwa cake flour dapat dibuat dari kombinasi all-purpose flour dan cornstarch lantaran kadar protein campurannya menjadi lebih rendah.
Jadi, jangan hanya memandang warnanya yang sama-sama putih. Fungsi tepunglah yang perlu diperhatikan.
Mommies, Jangan Lupa Tepung Itu Bahan Mentah

Foto: Magnific
Ada satu perihal yang mungkin sering terlewat ketika memasak berbareng anak: tepung tidak selalu kondusif untuk dimakan dalam kondisi mentah.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), tepung termasuk bahan pangan mentah lantaran proses penggilingan biji-bijian tidak otomatis membunuh kuman rawan seperti Salmonella alias E. coli. Karena itu, Mommies sebaiknya tidak mencicipi adukan mentah yang mengandung tepung dan tidak membiarkan anak makan alias bermain dengan adukan mentah.
FDA juga menyarankan agar tangan, peralatan, dan permukaan dapur dibersihkan setelah bergesekan dengan tepung alias adukan mentah. Tepung berbentuk serbuk juga mudah menyebar ke permukaan lain saat digunakan.
Jadi, jika Mommies sedang baking berbareng si kecil, boleh banget menjadikannya kegiatan seru. Namun pastikan adukan sudah dimasak alias dipanggang sampai matang sebelum dicicipi, ya.
Jadi, Tepung Mana yang Sebaiknya Ada di Dapur?
Sebenarnya nggak perlu semua jenis tepung langsung Mommies beli. Sesuaikan saja dengan makanan yang paling sering dibuat di rumah.
Kalau sering membikin gorengan, kue, alias pancake, tepung terigu bisa menjadi stok utama. Untuk makanan yang memerlukan tekstur kenyal, tapioka bisa diandalkan. Sementara itu, maizena berfaedah ketika Mommies perlu mengentalkan saus alias mau memberikan tekstur tertentu pada kue.
Kalau family sering membikin jajanan tradisional, tepung beras, tepung ketan, dan tepung sagu juga bisa masuk daftar stok. Sedangkan tepung seperti almond alias oat bisa dibeli ketika memang ada resep yang membutuhkannya.
Intinya, nggak semua tepung punya kegunaan yang sama. Jadi, lain kali memandang resep yang meminta jenis tepung tertentu, Mommies nggak perlu bingung lagi. Tinggal sesuaikan dengan kegunaan dan tekstur yang mau didapatkan.
Karena ternyata, di kembali satu balut tepung yang kelihatannya sederhana, ada banyak cerita soal bahan, tekstur, sampai langkah makanan akhirnya tersaji di meja makan keluarga.
BACA JUGA: 8 Alternatif Minyak Goreng, Makanan Jadi Lebih Sehat dan Tetap Nikmat
Cover: Pexels