Makanan dari olahan tepung sangat dekat dengan kebiasaan makan orang Indonesia. Mulai dari gorengan, bakso, seblak hingga cemilan lainnya, rasanya memang nikmat memanjakan lidah.
Tapi, tahukah Bunda jika terlalu sering mengonsumsi makanan bertepung bisa berakibat jelek pada tubuh? Dikatakan master ahli gizi, dr. Ulfa Yaze, Sp.GK, jika makanan yang terbuat dari olahan tepung hanya membikin rasa kenyang memperkuat sebentar, Bunda.
Hal ini membikin rasa lapar sigap kembali datang, lampau membikin kemauan untuk ngemil pun meningkat. Hal ini tentunya dapat menyumbang kalori yang lebih banyak.
"Jadi jika misalnya sering makan yang digoreng dan bertepung kayak gini, yang pertama lantaran tepung itu kan karbohidrat simpleks tadi. Jadi pasti bakal bikin Anda sigap lapar lagi," jelas dr Yaze.
Dampak banyak mengonsumsi makanan bertepung
Selain mudah lapar kembali, mengonsumsi makanan berbahan tepung dapat membikin tubuh sigap merasa ngantuk dan lemas. Karbohidrat sederhana yang terkandung di dalam tepung, bakal lebih sigap dipecah menjadi glukosa dan terserap ke dalam darah. Kondisi ini juga dapat memIcu kadar glukosa darah dapat meningkat sigap setelah makan olahan tepung.
Respon tubuh kemudian bakal mengeluarkan insulin untuk membantu memasukkan glukosa dari darah ke dalam sel. Namun, setelah lonjakan tersebut, kadar glukosa bisa turun kembali, Bunda.
Nah, pada sebagian orang, perubahan kadar glukosa dan respons insulin bisa menimbulkan rasa lemas, mengantuk, dan susah berkosentrasi. Dalam istilah umum, kondisi ini disebut sebagai sugar crash.
"Habis itu bisa bikin Anda sigap ngantuk juga. Lama-lama lenyap makan yang karbohidratnya tinggi, lemak tinggi, ya jadinya ngantuk, lemes," kata dr Yaze dikutip dari detikcom.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)