Ciri Orang Frustrasi yang Secara Mental dan Emosional, Sering Ucapkan 9 Kalimat Ini

Ketika hidup dilanda tekanan, seringkali seseorang susah untuk menahan rasa stres. Ada banyak perihal di luar kendali yang bisa memancing emosi setiap hari. Jika pola itu terus berulang, kemungkinan seseorang bakal merasa frustrasi dengan hidupnya.

Dikutip dari laman WebMD, frustrasi merupakan respons emosional terhadap stres. Ini adalah kondisi umum yang dialami setiap orang dalam hidupnya. Bagi sebagian orang frustrasi bisa berjalan dalam waktu jangka pendek alias apalagi jangka panjang. Kondisi ini sering membikin penderitanya kesulitan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Penyebab stres berbeda-beda setiap individu, tetapi ada beberapa penyebab stres yang sering mengakibatkan frustrasi. Seperti stres di tempat kerja, mengejar sasaran yang belum tercapai, alias susah mencari solusi ketika memecahkan masalah. Hal ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri, agresif, hingga depresi.


Frustrasi bisa berasal sumber internal dan eksternal. Sumber internal biasanya disebabkan frustrasi bakal diri sendiri. Sumber eksternal lebih kepada perihal di luar diri sendiri, seperti tekanan, membuang waktu di jalan lantaran mengalami kemacetan, alias halangan lainnya.

Ketika kata ini keluar dari mulut mereka, bukan berfaedah mereka kejam, mereka hanya tidak mempunyai cukup ruang untuk menahan emosi yang sudah tertahan.  

Ungkapan yang sering diucapkan orang yang mengalami frustrasi

Berikut 9 kalimat yang sering diucapkan orang frustrasi secara mental dan emosional yang dikutip dari Your Tango.

1. "Aku sudah sangat capek menjelaskan diriku sendiri"

 Orang frustrasi seringkali merasa kewalahan lantaran sudah terlalu sering diperlakukan semena-mena. Terus menerus memihak diri juga dapat membikin kelelahan mental. Ketika emosi mereka memuncak, mereka bakal mengatakan “aku sudah sangat capek menjelaskan diriku sendiri!”

Kelelahan pekerjaan juga merupakan kondisi yang nyata yang dapat menyebabkan kelelahan mental, penarikan diri, depresi, hingga kecemasan.

2. "Apa pun yang Anda mau"

Orang frustrasi tidak mau membuang waktunya untuk berdebat. Mereka sudah banyak membuang waktu mereka untuk menyampaikan pendapat mereka, tetapi beberapa orang menolak untuk mendengarkannya hingga munculah kata, “Terserah Anda.”

Sebagian orang memilih untuk menjauh daripada memperumit keadaan. Di kehidupan yang sudah penuh tekanan ini, mengorbankan kondisi mental untuk perihal yang tidak krusial semestinya tidak penah jadi pilihan.

3. "Itu sudah tidak krusial lagi"

Rasa frustrasi tidak selalu datang dari orang lain. Orang frustrasi terkadang muak dengan dirinya sendiri lantaran tidak bisa mengekspresikan emosi sendiri dengan sehat. Bagi mereka bersikap terbuka dan jujur menjadi tantangan tersendiri yang susah dilakukan.

Menurut, Jennifer Caspari, Ph.D., psikolog klinis, mengatakan “Tidak mudah untuk mengambil resiko emosional dan membuka diri terhadap kemungkinan terluka.”

Inilah yang menjadi argumen kenapa mereka menutup diri, diam, dan menyerah untuk menjelaskan diri sendiri.

4. "Aku sudah melupakannya"

Ungkapan ini menjadi tanda bahwa seseorang yang frustrasi sudah muak keadaan. Sikap ini sebetulnya merupakan langkah yang bijak, apalagi ketika dalam kondisi diambang kehancuran sekali pun. Mereka tetap tenang dan hanya mengatakan, “Aku sudah muak.”

Tidak hanya sebuah ungkapan, kalimat ini juga merupakan sebuah peringatan. Mereka mengatakan perihal tersebut lantaran mau segera melupakan situasi ini dan menolak untuk terlibat di dalamnya.

5. "Aku tidak bisa menangani ini sekarang"

Orang frustrasi sering merasakan emosi secara mendalam. Ketika merasa sedih alias marah mereka betul-betul merasakannya dan terkadang tidak bisa mengendalikannya.

Mereka tidak bermaksud berlebihan, mereka hanya kehilangan kendali lantaran terlalu banyak tekanan dan mereka bakal mengucapkan ini agar tidak diganggu orang lain.

6. "Aku sudah muak dengan semuanya:

Orang biasanya menumpuk rasa stresnya secara bertahap. Ketika semuanya terasa menyebalkan, tidak heran jika orang frustrasi mengatakan, “Saya sudah muak dengan semuanya!” lantaran sudah terlalu lama menahan.

Mereka tidak bisa menghadapi tantangan hidup sendirian. Mereka memerlukan support sosial untuk menahan semuanya agar tidak meledak.

7. "Lakukan apa pun yang Anda mau, saya tidak peduli"

Ketika seseorang frustrasi, mereka bakal kehilangan rasa peduli terhadap orang lain. Mereka tidak bakal berpura-pura baik demi menjaga gambaran diri. Mereka tidak mau mengganggu diri mereka lantaran sikap dan pikiran orang lain. 

Jika orang lain tidak menyukai reaksi mereka, mereka tidak bakal peduli dan tidak mau memperbaiki hubungan.

8. "Aku tidak punya daya untuk ini:

Kondisi ini menandakan jika mereka tidak mau membuang daya dengan sia-sia.  Orang frustrasi juga tidak bisa mengumpulkan perhatian untuk memberi daya pada sesuatu. Mereka juga tidak bakal memohon agar orang lain berubah, setuju, alias membantu mereka. 

9. "Aku hanya butuh rehat dari segalanya"

Ini adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan dan mempercayai mereka. Setelah banyak melewati beragam kejadian, mereka bakal meminta rehat untuk menghindari emosi yang meledak.

Profesor madya, Charlotte Fritz, Ph.D., mengatakan, mengambil rehat secara teratur membantu kita menjadi lebih handal ketika stres muncul, dan berfaedah sebagai intervensi untuk mengatasi rutinitas sehari-hari.

Ketika ada seseorang yang mengucapkan perihal tersebut, hormatilah keputusannya lantaran kalimat ini adalah langkah paling sopan untuk menyuruh orang lain pergi ketika mereka sangat frustrasi.

Itulah 9 kalimat yang sering diucapkan orang frustrasi secara mental dan emosional. Semoga membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya
Ciri Orang Frustrasi yang Secara Mental dan Emosional, Sering Ucapkan 9 Kalimat Ini
InMotion Shared Hosting
CloudWays Cloud Hosting